#198 CoupL(ov)e

17344715

Judul Buku : CoupL(ov)e

Penulis : Rhein Fathia

Halaman : 396

Penerbit : Bentang Pustaka

bersamamu. karena terbiasa atau mencinta?

Halya dan Raka sudah bersahabat sejak SMA. Ketika usia mereka tidak lagi muda, keduanya memutuskan untuk menikah. Bagi Raka, komitmen dan rasa nyaman satu sama lain cukup menjadi modal untuk membina rumah tangga. Dan tidak ada orang lain yang memahami dirinya selain Halya, sahabatnya. Dan bukankah mereka sudah pernah berjanji, jika umur mereka sudah 30 tahun dan belum menikah, maka mereka berdua akan menjadi sepasang suami-istri? Cinta bisa dipupuk, cinta bisa ditumbuhkan. Halya sendiri yang sudah dua kali ditinggalkan cintanya, mau menerima lamaran Raka. Dengan syarat tidak ada perubahan dalam persahabatan mereka, dan tidak ada paksaan dalam pernikahan mereka, Halya melangkah dalam mahligai rumah tangga bersama Raka.

Rasa terbiasa dan toleransi terlalu besar bagi Raka dan Halya. Hal itu juga yang membuat hubungan mereka tidak pernah naik kelas dari level persahabatan. Selain berbagi atap di bawah satu apartemen dan menjalankan kewajiban sebagai suami dan istri, tidak ada hal lain yang berubah. Halya masih merindukan Gilang, mantannya. Raka masih menjumpai Rina, yang pernah meninggalkannya dan kini datang lagi dalam kehidupannya.

Kisah sahabat yang menjadi pasangan seumur hidup memang bukan hal yang baru. Tetapi ide cerita yang diangkat dalam novel ini memang berbeda dan unik. Persahabatan antara Raka dan Halya memang seperti tidak bisa dipisahkan lagi. Keduanya seperti soulmate, saling memahami satu sama lain. Hanya saja, saya tidak setuju dengan ide memasuki rumah tangga atas dasar nyaman, namun sah-sah saja masih menyimpan cinta untuk orang lain. Masih mending kalau mereka berdua sama-sama menatap ke depan untuk rumah tangga mereka, ini malah selalu melihat ke belakang ke masa lalu. Saya jadi gemes dengan konsep rumah tangga mereka. Kemudian saya jadi berpikir kembali, bukankah setiap orang selalu ingin berada dalam zona nyaman mereka?

Pernikahan bukan hal yang mudah. Komitmen memang menjadi dasarnya, dan komunikasi adalah kunci usaha mempertahankannya. Tidak jarang orang tua dulu mengatakan, cinta bisa datang dengan sendirinya. Seperti kata Raka, Tuhan akan selalu membuat paket jodoh disertai dengan cinta. Tapi bukan berarti tidak dibutuhkan cinta untuk memulai rumah tangga. Kenyataannya ada yang butuh cinta sebagai titik awal perjalanan rumah tangga.

Selain idenya yang unik, judul novel ini membuat saya memutuskan bahwa saya harus membaca novel ini. Berasal dari kata couple dan love, dua hal yang berbeda tapi sulit dipisahkan. Sampulnya juga cantik, membuat saya memberikan nilai plus bagi novel ini.

4 stars

#197 Bliss

16171828

Judul : Bliss (The Bliss Bakery Trilogy #1)

Penulis : Kathryn Littlewood

Halaman : 320

Penerbit : Mizan Fantasy

Usia Kelayakan Baca : 12 Tahun

Sudah lama Rose Bliss hendak mengetahui rahasia dari kue-kue buatan ibunya, Purdi Bliss. Kue-kue itu sepertinya menyimpan keajaiban. Lihat saja Mr. Wadsworth yang berbadan besar dan terjebak di sumur kecil, bisa melayang keluar dari sumur setelah memakan Macaroon Putih Mengembang. Atau Mr. Rook tua tidak lagi berjalan dalam tidurnya setelah memakan Snickerdoodle Tidur Pulas. Sayangnya, Rose masih dianggap anak kecil yang tidak tahu apa-apa (selain pandai matematika tentu saja). Kali ini Rose cukup puas membantu membelikan bahan-bahan standar seperti bunga poppy atau biji almond.

Namun, ketika ayah dan ibunya harus pergi ke kota lain untuk membuat kue Cheesecake Labu untuk menyembuhkan wabah flu di kota itu, Rose diberi tanggung jawab menjaga buku resep keluarga, Bliss Cookery Booke. Kepada Rose diserahkan duplikat kunci ruang rahasia di dalam ruang pendingin. Tidak boleh ada orang lain yang tahu mengenai buku itu. Dan tentu saja buku itu tidak boleh keluar dari ruangan tersebut. Rose, dibantu oleh Ty (kakak laki-lakinya) dan Sage (adik laki-lakinya) harus menolong Chip (koki bantu di toko kue mereka) untuk membuat kue-kue yang akan dijual di toko.

Sepeninggal orang tua mereka, tiba-tiba datang seorang wanita yang mengaku saudara sepupu keempat dari ibunya. Bibi Lily tampilannya berbeda dengan  keluarga ibunya yang pernah dikenal Rose. Sempat Rose merasa aneh dengan kedatangan bibinya itu. Tetapi tanda lahir berupa sendok sup yang hanya ada di keluarga Bliss, meyakinkan Ty dan Sage bahwa bibi Lily benar keluarga mereka. Yang Ty dan Sage tidak sadari, bibi Lily mengincar Bliss Cookery Booke.

Sihir dan kue adalah paduan yang membuat buku ini menarik. Saat membaca resep-resep seperti Cookie Kebenaran (yang bisa membuat orang yang memakannya berkata jujur) atau Muffin Asmara (sudah jelas kue ini membuatmu saling jatuh cinta), saya membayangkan bentuk kue yang nikmat dan sensasi sihir yang seru. Belum lagi karakter Ty dan Sage yang kocak mengimbangi Rose yang ingin tampil sempurna. Suatu pengalaman baru membaca fantasy tentang kue-kue yang lezat dan penuh sihir. Tapi yang paling saya sukai dari buku ini adalah sampulnya yang eye-catching dan kerlip-kerlip warna biru pada bagian pinggir buku. Terlihat cantik dan mewah.  Salut untuk Noura Books (Mizan Fantasy) yang mempertahankan cover asli dari buku ini.

Karena merupakan serial, buku ini ada lanjutannya. Buku kedua, A Dash of Magic sudah terbit versi aslinya pada Februari 2013. Semoga pembaca di Indonesia tidak perlu menunggu lama untuk membaca kelanjutan buku ini.

Postingan ini dibuat untuk memenuhi Reading Challenge Fun Year With Children Literature: Fun Months 3

3 stars