#296 Cinta (Tidak Harus) Mati

CTHM

Judul Buku : Cinta (Tidak Harus) Mati

Penulis : Henry Manampiring

Halaman : 258

Penerbit : Kompas 

Buku ini saya beli sejak pertama kali terbit. Saya termasuk salah satu silent follower-nya si penulis di twitter. Tertarik membeli buku ini karena ada survey tentang jomblo (yang sudah saya baca di blog-nya sebelum dijadikan tulisan di buku), dan penasaran dengan tulisan-tulisan lainnya.

Continue reading

#224 Dreadfully Deadly History

dreadfully-deadly-history

Judul Buku : Dreadfully Deadly History

Penulis : Clive Gifford

Halaman : 232

Penerbit : Gagas Media

Buku ini adalah satu-satunya non fiksi yang saya pilih dalam buntelan #UnforgotTEN dari Gagas Media. Dari judulnya saja, sudah membuat saya penasaran. Apalagi ada tulisan “fakta unik seputar kematian, penyakit, dan bencana yang terjadi di dunia”. Bicara soal kematian, apakah buku ini kemudian jadi menyeramkan?

Ternyata tidak. Well… setidaknya itu menurut saya. Ada banyak fakta yang terasa lucu dan mengejutkan. Selain itu ada juga beberapa misteri yang belum terpecahkan yang berkaitan dengan kematian. Berikut saya kutipkan sebagian fakta yang ada di dalam buku ini.

Continue reading

#185 Aku Kartini Bernyawa Sembilan

akukartinibernyawasembilankumpulancerpen_26106

Judul Buku : Aku Kartini  Bernyawa Sembilan

Penulis : ODHA (Orang dengan HIV/AIDS)

Halaman : 164

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Pertama kali saya melihat buku ini adalah lewat twit-nya Nike (@dreeva). Karena tertarik dengan judulnya, saya langsung menelusuri twitter itu, dan sampailah saya ke akun milik mbak Ayu Oktariani (@ayuma_morie). Beliau ada salah satu aktivis IPPI (Ikatan Perempuan Positif  Indonesia). Apa itu IPPI? Silahkan mengunjungi website-nya di sini. Ternyata buku ini berisi kumpulan kisah perempuan yang juga adalah ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Tanpa berpikir panjang saya langsung membeli buku ini via mbak Ayu.

Cukup lama tersimpan di dalam lemari, buku ini menyita pandangan saya semalam. Berhubung sudah bulan April, saya merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk membaca buku ini. Bukan hanya karena judulnya Kartini, tetapi juga karena buku ini bercerita tentang perempuan-perempuan hebat. Kenapa saya bilang hebat? Karena walaupun mereka hidup dalam vonis penyakit yang belum bisa disembuhkan, tetapi semangat mereka untuk berkarya tidak surut.

Buku ini berisi 11 cerita pendek dari 9 perempuan ODHA, ditambah 6 tulisan dari penulis ternama (Cok Sawitri, Oka Rusmini, Djenar Maesa Ayu, Ayu Utami dan Dewi Lestari) yang menjadi tentor penulisan kreatif bagi perempuan ODHA. Cerita pendek yang ditulis oleh perempuan ODHA ini merupakan hasil seleksi dari seluruh tulisan ODHA di Indonesia.

Salah satu cerita yang saya suka adalah yang berjudul sama dengan buku ini, “Aku Kartini Bernyawa Sembilan” yang ditulis oleh R.A. Kartini. Iya.. namanya Raden Ajeng Kartini. Lahirnya juga 21 April. Tetapi karena suatu peristiwa di masa kecilnya yang hampir membuatnya meninggal, namanya diganti menjadi Rezerdia Ardiana Kartini. R.A. Kartini telah mengalami 8 kali peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya. Mulai dari keracunan ASI waktu bayi, terkena demam berdarah, jatuh dari lantai 3, ditabrak motor, jatuh dari bus, terkena herpes sampai lumpuh, tertular HIV, sampai saat suaminya meninggal dunia. Okey, peristiwa terakhir mungkin tidak nyaris mrenggut nyawanya secara harafiah, tetapi kehilangan suami itu sama saja kehilangan separuh jiwa. Kisah meninggalnya suaminya cukup unik. R.A. Kartini benar-benar rela dan ikhlas akan kepergian suaminya yang telah lama menderita akibat HIV. Tetapi adat keluarganya yang berasal dari Batak, mengharuskannya meratapi jenazah suaminya selama 3 hari. Walaupun dalam hatinya dia memuji Tuhan karena suaminya sudah dipanggil oleh-Nya, dia terpaksa harus berakting menangis meraung-raung di depan tamu dan keluarganya :)

Kita mungkin sudah tidak lagi menghindari ODHA, tetapi seringkali kita menutup mata, mulut dan telinga terhadap kisah mereka atas nama kasihan atau iba. Namun hal yang menarik yang saya temukan dalam buku ini adalah para ODHA tidak merasa perlu dikasihani. Tidak ada kesedihan dalam buku ini. Mereka bahkan memanfaatkan momentum dari virus mematikan ini untuk menjalani “hidup baru” dengan semangat yang tidak padam. Dan bersyukurlah saya yang mendapat bagian semangat itu hanya dengan membaca buku ini.

3 stars

#146 Runtuhnya Sang Penguasa

BA4QK_bCAAE5T2U

Judul Buku : Runtuhnya Sang Penguasa

Penulis : Nur Laeliyatul Masruroh

Halaman : 220 

Penerbit : Raih Asa Sukses (Swadaya Grup)

Dalam sejarah dunia, ada banyak sekali pemimpin yang haus kekuasaan. Adolf Hitler, Mao Zedong, Napoleon Bonaparte, Soeharto, Vladimir, adalah beberapa nama yang terkenal karena sering disebut-sebut dalam literatur atau film. Tapi apakah anda mengenal Augusto Jose Ramon Pinochet Ugarte? Atau Jean Bedel Bokassa? Atau Agrippina?

Seandainya saya tidak membaca buku ini, mungkin saya tidak mengenal tiga nama terakhir yang saya tuliskan di atas.  Augosto adalah Presiden Chili yang menjadi pemimpin karena mengkudeta pemerintah terpilih Salvador Allende pada tahun 1974. Jean Bedel adalah presiden Republik Afrika Tengah yang membunuh ratusan anak-anak karena tidak mau menggunakan seragam buatan pabriknya. Sementara Agrippina adalah seorang kaisar perempuan Roma yang adalah juga ibu dari Kaisar Nero.

Menurut saya buku ini tipis untuk kategori sejarah. Saya membacanya hanya dalam jangka waktu semalam. Sekali membuka lembaran pertama, tidak bisa berhenti sampai lembar terakhir karena penasaran dengan tokoh-tokoh lainnya. Ada 66 orang tokoh yang diulas secara singkat tapi padat info dalam buku ini. Yang ada setelah membaca buku ini jadi semakin penasaran pengen tahu kisahnya (yang lebih panjang)dari beberapa tokoh dalam buku ini. Satu saja kekurangannya menurut saya adalah tulisan berwarna coklat yang membuat mata saya agak kesulitan beradaptasi (karena terbiasa dengan cetakan warna hitam). Kalau kamu penikmat sejarah dunia, ini salah satu buku yang patut dikoleksi. Tapi pembaca umum seperti saya ini ternyata juga menikmati buku ini.

Saya mengapresiasi penulis (yang juga adalah teman kuliah saya dulu), walaupun latar belakang pendidikannya jauh dari sejarah, tetapi dia melakukan riset untuk bukunya ini. Mungkin ide membuat buku ini muncul ketika dia menjalani profesi sebagai wartawan. Tebakan super ngaco ya, Lel?

#135 Memoritmo

16136026

Judul Buku : Memoritmo

Penulis : Ade Paloh dkk

Halaman : 180

Penerbit : Bukune

Saya membeli buku ini karena tertarik sama sampulnya yang berbentuk seperti kaset (lengkap dengan bolongannya itu), walaupun saya termasuk yang kurang menyukai kumpulan cerpen. Jadi ketika saya mulai membaca buku ini saya tidak memasang harapan terlalu tinggi.

Saat membaca cerita pertama, saya terkejut dan segera membolak-balik halaman berikutnya. Rupanya saya salah. Tadinya saya berpikir buku ini merupakan kumpulan cerpen fiksi. Ternyata isinya memang cerita pendek, tapi merupakan cerita pengalaman penulis-penulisnya tentang satu lagu tertentu. Terkadang ga satu lagu juga, ada cerita yang memuat banyak lagu. Tapi tetap saja, judul masing-masing cerita itu adalah sebuah judul lagu.

Adalah Maradilla Syachridar yang membentuk intro dari kumpulan cerita tentang lagu ini. Konon, ide ini beralaskan pemikiran bahwa setiap orang pasti punya kenangan tertentu terhadap sebuah lagu. Dan kenangan itu tidak akan sama dengan kenangan yang dimiliki oleh orang lain, walaupun lagunya sama. Akhirnya diajaklah 13 penulis lainnya untuk menceritakan kenangan mereka.

Ada 14 cerita di dalamnya, dan saya mendapati diri saya tidak begitu menikmati ceritanya, tapi ada 3 cerita yang menurut saya lumayan bagus dan cukup menarik perhatian saya.

Cerita pertama adalah punyanya Vabyo yang berjudul Sahabat Gelap. Dia bercerita tentang ‘aku’ yang bertubuh tambun yang dipalak oleh seseorang yang memanggilnya sobat. Idenya simple, tapi mengaitkan dengan lagu bertemakan gelap membuatnya menarik.

Cerita kedua adalah Bad Wisdom oleh Kartika Yahya. Lagunya sendiri bercerita tentang seorang anak yang mengadu pada ibunya tentang sesuatu yang tidak boleh dia lakukan. Yang unik adalah ceritanya mengambil dua latar waktu yang saling berhubungan, tahun 1987 dan 1997. Di tahun 1987, ‘aku’ melakukan sesuatu yang seharusnya tidak boleh dia lakukan, yaitu mencoba kutang kuning milik ibunya yang kemudian mengarah ke satu trauma. Sementara di tahun 1997, ‘aku’ mencoba menggali ingatannya berangkat dari kata kuning.

Cerita terakhir, dan paling bagus menurut saya adalah dialog yang ditulis oleh Sammaria Simanjuntak menurut lagu Get Up and Go. Penulis adalah sutradara film Demi Ucok, lagunya sendiri adalah soundtrack dari film yang sama. Isi dialogny adalah percakapan antara dua orang yang mengaku move on but not leave.

Saya kasih bintang 3 untuk buku ini bukan karena ada 3 cerita yang bagus menurut saya. Untuk ceritanya saya kasih bintang 2, dan 1 bintang lagi untuk sampulnya yang eye-catching.

desty2

#128 123 Anti Bego

Judul : 123 Anti Bego

Penulis : @alienstartrek (Arief Ash Shiddiq)

Halaman : 136 (buku 1) & 112 (buku 2)

Penerbit : PlotPoint

Mungkin ada di antara kamu yang baru pertama kali mendengar tentang penerbit Plot Point. Sama dong dengan saya… Begitu ada kabar dapat buntelan buku PlotPoint, saya langsung mencari tahu mengenai penerbit ini. Dan pencarian saya sampai ke sini. Ternyata, PlotPoint adalah sebuah workshop yang menyediakan beberapa kelas pelatihan, salah satunya adalah pelatihan menulis kreatif. Workshop ini berdiri tahun 2009, dan pada tahun 2012 lahirlah PlotPoint Publishing. Salah satu buku yang diterbitkan adalah serial 123 Anti Bego yang ditulis oleh @alienstartrek.

123 Anti Bego (katanya) berisi 123 buah tips yang lucu dan praktis (di setiap bukunya). Tapi setelah saya baca, ga semuanya berupa tips. Kadang berupa informasi yang setelah saya baca saya jadi berpikir, “kok saya ga tahu ya?”. Yang menarik adalah, buku ini tidak harus dibaca runtut dari depan ke belakang. Terserah mau baca dari nomor yang mana dulu. Di setiap tips ada checkbox berisi angka 1 sampai 5, yang diperuntukkan untuk mengukur tingkat kepentingan tips tersebut bagi pembaca. Skala 1 untuk penting aja sampai skala 5 untuk penting banget :D Ohya, bonus bookmark-nya juga keren… Satu buku ada 4 bookmark mini. Selain itu, adanay ilustrasi dan komik dalam buku ini membuat tips-tipsnya tidak membosankan. Yang sudah terbit ada 2 buku dengan cover kreatif berwarna biru. Kenapa kreatif? Pertama, angka 123 sudah eyecatching, ditambah lagi ternyata ada kuis di angka 123 itu.

Mengawali semua tips (atau informasi) dalam buku ini, tips pertama adalah Kalau memang nggak tahu, ngaku. Karena aturan anti bego nomor satu adalah sadar bahwa kita memang bego :D Lebih parah lagi kalau pura-pura tahu tentang masalah tersebut. Contoh tips yang baru saja saya pelajari setelah membaca buku ini adalah tanda-tanda restoran nggak enak itu kalau pilihan makanannya terlalu banyak atau buka cabang terlalu banyak. Ehm… apa kabar ayam goreng ka-ef-si ya? Hehe…

Di akhir buku ini, ada TTS yang bisa diisi dengan pertanyaan seputar tips yang sudah dibagikan sebelumnya. Kenapa harus ada TTS ya? Perkiraan saya sih untuk mengetahui masih bego gak habis baca buku anti bego ini. Saya sih bisa ngisi TTS-nya tanpa buka buku lagi :) Kalau “harus” isi TTS berarti bukunya ga bisa dipinjam dong? Mungkin, karena salah satu langkah pintarmu adalah dengan membeli buku 123 Anti Bego :mrgreen:

Untuk informasi buku-buku PlotPoint lainnya silahkan klik di sini.

*Terima kasih untuk PlotPoint dan mas HTanzil untuk buntelannya :)