#67 Boneka Tidur (The Sleeping Doll)

Judul Buku : Boneka Tidur (The Sleeping Doll)

Penulis : Jeffery Deaver

Halaman : 632

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Kathryn Dance, mantan wartawan yang sekarang bekerja di CBI (California Bureau Investigation) ditunjuk untuk menginterogasi Daniel Pell terkait kasus pembunuhan Robert Herron.Untuk keperluan interogasi tersebut, Pell dibawa ke gedung pengadilan. Sayangnya, di lokasi tersebut Pell mampu meloloskan diri setelah membunuh dua orang petugas. Pell sendiri sebelumnya sudah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena terbukti telah membunuh satu keluarga Croyton yang terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak. Sebenarnya bukan sepenuhnya satu keluarga yang dibunuh oleh Pell, karena pembunuhan malam itu menyisakan satu orang anak perempuan (si bungsu) yang malam itu tertidur lelap dan berhasil selamat. Si anak perempuan yang dijuluki  ”boneka tidur” itu sekarang diasuh oleh paman dan bibinya.

Maka dimulailah pengejaran atas Daniel Pell yang dipimpin langsung oleh Kathryn Dance. Dance pun meminta bantuan Michael O’Neill, Kepala Deputi Kantor Sheriff. Berdua mereka melacak keberadaan Pell, dan mengumpulkan kembali beberapa orang yang pernah terkait dengan kejahatan Pell di masa lalu. Pell sendiri dianggap menganut satu sekte tertentu, dimana dia dikenal sebagai Putera Monson. Pell memiliki kemampuan memanipulasi orang terdekatnya (biasanya wanita) untuk melakukan tindak kejahatan. Misalnya saja tiga wanita yang pernah terlibat dalam kehidupan Pell di masa lalu (Samantha, Linda dan Rebecca), ketiganya pernah menjadi pencuri dan perampok bahan makanan karena pengaruh Pell. Ketiga wanita ini hidup bersama Pell dalam satu rumah, dan menjadi kekasih Pell.

Sementara itu, Daniel Pell sendiri meloloskan diri dengan bantuan seorang wanita bernama Jennie yang merupakan pemuja Pell. Masa lalu Jennie yang buruk (ayahnya pergi meninggalkan keluarga, ibunya pembauk, dan mantan suaminya gemar memukul) membuat Jennie mampu tunduk dalam pengaruh Pell. Pell memanfaatkan Jennie dengan cara berpura-pura jatuh cinta pada Jennie dan membuat wanita itu merasa istimewa. Jennie pula yang melakukan pencurian mobil-mobil yang digunakan oleh mereka selama dalam pelarian.

Lalu apa sebenarnya tujuan Pell melarikan diri? Mengapa dia tetap berada di Semenanjung Monterey, California? Apa hubungannya dengan gadis “boneka tidur”?

Buku ini bukan hanya bercerita mengenai pengejaran fisik tim CBI terhadap Pell dan Jennie, tapi juga menceritakan sisi psikologis yang dalam baik di pihak Agen Dance maupun Pell. Agen Dance yang adalah ahli kinesik ( mampu mendeteksi kebohongan seseorang berdasarkan gerak-geriknya) seringkali digambarkan sedang mengamati lawan bicaranya. Di samping itu, persoalan pribadinya dengan anak-anaknya sejak suaminya meninggal juga menyinggung masalah psikologis. Pell sendiri digambarkan sebagai tokoh yang berkarisma dan bisa memanipulasi orang lain melalui kondisi psikologis orang itu. Dengan penggambaran perilaku Pell sebagai suatu sekte, Pell dianggap sebagai orang yang berbahaya.

Sejujurnya, saya menyukai ide ceritanya dan beberapa twist yang ada dalam novel misteri ini, dimana akhirnya benar-benar tidak dapat ditebak dan masih menimbulkan tanda tanya. Hanya saja, dengan begitu banyak penggambaran psikologis yang dilakukan oleh penulis novel ini secara berulang-ulang sedikit membosankan. Untuk kejadian selama enam hari (bab-bab di buku ini dibagi dalam enam hari, Senin – Sabtu) memerlukan enam ratus halaman lebih. Pengulangan yang paling sering terjadi adalah mengenai keahlian kinesik Agen Dance. Selain itu, gadis “boneka tidur” yang dijadikan judul dalam buku ini baru hadir di pertengahan cerita, dan hanya muncul dalam beberapa bab saja.

Membaca buku ini membuat saya teringat dengan serial televisi Lie To Me, yang mana tokoh utamanya Dr. Cal Lightman juga membantu penegak hukum dalam melakukan investigasi berdasarkan mikroekspresi dan bahasa tubuh. Kemampuan ini sendiri sangat keren menurut saya. :)

 Ternyata, buku ini adalah bagian pertama dari serial Kathryn Dance oleh Jeffery Dancer. Buku berikutnya Roadside Crosser dan XO belum ada yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Well, saya rasa dengan tiga bintang untuk Boneka Tidur ini, membuat saya ingin membaca novel Jeffery Deaver lainnya.

#61 Lelaki Penuh Luka

Judul Buku : Lelaki Penuh Luka (Envy)

Penulis : Sandra Brown

Halaman : 548

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Suatu hari saya melempar pertanyaan ke twitter.  ”Apa judul buku karangan Sandra Brown yang paling bagus menurut kalian?”. Yang jawab hanya seorang, dan dia menjawab “Envy”. Segera saya mencari tahu tentang buku tersebut, dan saya beruntung bisa mendapatkannya via PinjamBuku.org (terima kasih mbak Endah Karyani). Buku ini sendiri diterbitkan ulang oleh Gramedia pada tahun 2004, sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1999. Dan memang benar buku ini menarik, karena tidak seperti novel Sandra Brown lainnya yang pernah saya baca. Masih berupa romantic suspense khas Sandra Brown, dengan berbagai twist di dalam alurnya.

Novel ini bercerita tentang Maris Matherly-Reed yang adalah seorang editor di Penerbit Matherly.  Selain menjadi editor, Maris juga Wakil Presiden di penerbit besar tersebut. Suaminya Noah Reed adalah seorang penulis buku laris The Vanquished yang setelah menikah dengan Maris kemudian menjadi CEO di perusahaan tersebut. Suatu hari Maris mendapat kiriman naskah novel berjudul Envy. Anehnya novel yang dikirim itu hanyalah prolog, tanpa keterangan yang jelas tentang penulisnya kecuali inisial P.M.E. Maris merasakan bahwa novel itu akan laku keras, dan ia bertekad mencari siapa P.M.E tersebut.

Singkat cerita, Maris berhasil menemukan Parker Evans, penulis novel Envy yang tinggal di sebuah pulau di Georgia. Penulis yang dia jumpai adalah seorang yang cacat, angkuh, dan keras kepala. Maris berusaha meyakinkan Parker untuk melanjutkan menulis novel tersebut. Tanpa Maris, sadari dia sudah masuk ke dalam “permainan” Parker. Sementara itu, Noah ternyata berkhianat baik terhadap istrinya maupun pada perusahaan. Pernikahan Noah dan Maris hanyalah alat bagi Noah meraih ambisinya untuk menjual perusahaan tersebut.

Seperti judul aslinya, Envy, yang berarti iri hati, hal tersebut menjadi benang merah dalam novel ini. Iri hati muncul karena adanya persaingan, yang dibiarkan demikian lama terpendam, hingga akhirnya membuat luka.

Yang menarik dari novel ini adalah pembaca diberikan kesempatan untuk membaca beberapa bab dari novel Envy tersebut. Bab-bab itu ditulis dengan jenis huruf yang berbeda, sehingga kita masih bisa mengetahui mana novel aslinya ataupun novel Envy yang ditulis Parker.  Lewat novel ini pembaca juga bisa mengetahui bagaimana tugas dari seorang editor. Dahulu saya berpikir editor hanya bertanggung jawab pada penulisan saja, tapi ternyata alur cerita juga bisa “diedit” oleh seorang editor. Ternyata menjadi seorang editor tidaklah mudah :)

Bukan Sandra Brown jika tanpa kejutan dalam novelnya. Sejak awal hingga akhir cerita, ada begitu banyak kejutan dari setiap tokohnya. Ada yang awalnya seperti tokoh yang jahat, ternyata tidak seperti itu di bagian akhirnya. Ada yang kelihatan “aman”, ternyata menyusun “berantakan” di akhirnya. Semakin mendekati halaman akhir pembaca akan menyadari bahwa Envy bukan sekedar novel, melainkan sebuah kisah nyata menyangkut Maris, Noah dan Parker. Dan juga akan terkuak siapa yang dimaksud dengan lelaki penuh luka tersebut.

Empat bintang untuk Lelaki Penuh Luka.