#30 Sam Bennett’s New Shoes

Judul Buku : Sam Bennett’s New Shoes

Penulis : Jennifer Thermes

Halaman : 32

Penerbit : Carolrhoda Books Inc.

Pada tahun 1600-an hingga 1700-an para petani di Amerika memiliki kepercayaan unik. Mereka percaya bahwa ada arwah-arwah yang sering datang mengunjungi rumah mereka. Untuk mencegah arwah itu masuk ke dalam rumah, mereka menyimpan sepatu bekas milik anak mereka di beberapa tempat yang bisa menjadi jalan masuk arwah itu, misalnya di cerobong asap atau dekat jendela. Mereka percaya bahwa ketika arwah melihat sepatu bekas tersebut, arwah ini akan pergi karena menganggap rumah yang mereka datangi sudah ditinggalkan oleh pemiliknya. Walaupun sepatu yang disembunyikan umumnya sepatu anak-anak, akan tetapi ditemukan juga beberapa sepatu orang dewasa.

Sam Bennet adalah anak pertama dari seorang petani. Suatu hari ayahnya membelikan sepatu baru untuknya. Sepatu lamanya kemudian disimpan oleh ayahnya di dekat cerobong asap. Untuk keberuntungan, kata ayahnya. Sepatu baru Sam agak kebesaran, tapi Sam tetap memakainya. Seiring pertumbuhannya, Sam menganggap sepatu baru itu membawa keberuntungan baginya.  Dengan sepatu barunya Sam bisa membantu ayahnya bertani, memberi makan babi, mengambilkan air dari sumur tanpa tertumpah untuk ibunya, dan mencukur bulu domba.

Setahun berlalu, sepatu Sam mulai sempit. Ayahnya yang melihat betapa Sam rajin membantu selama ini, memutuskan untuk membelikan sepatu baru lagi untuk Sam. Kali ini sepatunya berbentuk boot, seperti orang dewasa. Sepatu lama Sam diwariskannya ke adiknya Caleb yang sangat gembira mendapatkan sepatu baru. Seterusnya, sepatu itu berpindah tangan setiap tahun kepada adik-adiknya. Sampai akhirnya sepatu itu benar-benar rusak dan tidak bisa dipakai lagi. Sepatu itu disimpan di loteng dan terlupakan.

Ketika Sam dewasa, menikah dan mempunyai seorang anak, Sam hendak membangun kamar kecil untuk anaknya di loteng. Sam menemukan sepatu tua itu, dan teringat tradisi ayahnya. Sam menyimpan sepatu tuanya di dekat jendela untuk menjaga rumahnya dan untuk keberuntungan. Sam berjanji, suatu saat nanti dia akan menyimpan sepatu bekas milik anaknya.

Tidak ada informasi mengapa hanya sepatu anak-anak yang disembunyikan. Hanya sedikit informasi mengenai kepercayaan ini, mungkin karena budaya ini bukan merupakan budaya asli penduduk, tapi dibawa oleh para pendatang dari Inggris. Ketika penulis buku ini, Jennifer Thermes, menemukan beberapa sepatu anak-anak bekas di rumah tua yang ditempatinya, dia  mulai membuat sebuah cerita tentang Sam Bennett. Menurut Jennifer, anak-anak adalah simbol dari harapan dan impian akan masa depan. Menyembunyikan sepatu anak-anak sama halnya menyimpan harapan dan impian akan masa depan.

Empat Bintang untuk Sam Bennett🙂

PS. Postingan untuk Name In A Book Challenge 2012

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s