#38 Writer vs Editor

Judul Buku : Writer vs Editor

Penulis : Ria N. Badaria

Halaman : 312

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Hidup terkadang tidak sesuai dengan apa yang direncanakan…

Kalimat di atas sepertinya menjadi garis besar dari novel kedua karya Ria N. Badaria. Ketiga tokoh di dalamnya, Nuna (the writer), Rengga (the editor), dan Arfat (the chief-editor) sama-sama tidak menyangka jalan hidup mereka melenceng dari apa yang mereka rencanakan.

Nuna, awalnya ingin jadi penulis setelah membaca Harry Potter pemberian seseorang yang dikaguminya. Tapi akhirnya dia menjalani hari-harinya sebagai seorang karyawati di swalayan waralaba di Bogor. Walaupun demikian, Nuna masih mengirim beberapa draft novelnya ke penerbit-penerbit lokal. Penolakan demi penolakan diterima oleh Nuna, hingga akhirnya GlobalBooks menerima draft novelnya.

Rengga, editor yang bertanggung jawab atas naskah milik Nuna merasa bahwa novel Nuna akan menjadi best seller. Sayangnya Rengga mengalami kesulitan menghubungi Nuna, karena Nuna tidak mempunyai handphone. Hingga suatu waktu Nuna berhasil dihubungi, dan Rengga menyiapkan rencana untuk memberikan pelajaran buat penulis muda tersebut. Di restoran Jepang dekat GlobalBooks, Rengga dan temannya Radit berhasil membuat Nuna terkejut karena harus membayar tagihan makanan mereka berdua (dengan harga yang cukup mahal bagi Nuna, tentunya).

Di kantornya, Rengga sendiri menghadapi masalah ketika Kepala Editor bagian Fiksi harus diganti. Penggantinya adalah seorang lelaki lulusan sekolah sastra di Australia. Yang membuat Rengga lebih heran lagi adalah ketika Arfat, Kepala Editor yang baru, meminta Rengga untuk menghubungi Nuna agar datang ke kantor GlobalBooks. Di luar dugaan, Nuna mengenal Arfat, yang tak lain adalah cinta terpendamnya yang memberikan buku Harry Potter kepadanya dulu.

Singkat cerita, Arfat dan Nuna jadian. Cinta lama yang bersemi kembali. Setelah Arfat berhasil menggaet Nuna, Rengga baru menyadari bahwa dia juga mencintai Nuna. Dilema yang dihadapi oleh Rengga adalah bersaing dengan boss-nya sementara dia tahu Nuna begitu memuja Arfat. Mana mungkin Rengga bisa memenangkan hati Nuna?

Cinta segitiga adalah hal yang sering diangkat di dalam novel-novel Metropop. Yang menjadi unik dari cerita ini adalah latar belakang ceritanya yang mengangkat setting sebuah penerbitan. Sayangnya, penulis tidak terlalu mengeksplorasi tentang pekerjaan penulis dan editor ini. Tadinya saya berharap mengetahui bagaimana prosesnya sebuah naskah dari penulis sampai ke editor, kemudian naik cetak, dan menjadi best seller.  Hal kedua yang tidak biasa adalah kurangnya taburan merk pada novel Metropop ini. Hanya ada Nissan Terano milik Arfat dan CRV Silver milik Rengga. Nuna sendiri digambarkan sebagai gadis yang tinggal di sebuah rumah yang terletak di gang dengan kehidupannya yang sederhana.

Alur cerita cukup menarik dengan ending yang bisa ditebak, plus sedikit kejutan di akhir cerita. Saya lumayan suka dengan gaya penulisan Ria yang mengalir (walaupun agak terganggu dengan restoran Jepang yang berkali-kali muncul di cerita ini, gak ada restoran lain apa di Jakarta?). Ada beberapa adegan-adegan berbau Korea (kabarnya penulisnya memang menyukai dorama-dorama Korea). Sampulnya juga unik, dengan tumpukan buku-buku yang menggambarkan pekerjaan penulis dan editor.

Dan…tiga bintang masing-masing untuk Nuna, Rengga dan Arfat.

5 thoughts on “#38 Writer vs Editor

  1. Tadinya saya berharap mengetahui bagaimana prosesnya sebuah naskah dari penulis sampai ke editor, kemudian naik cetak, dan menjadi best seller.

    Hihihi.. penasaraann juga ama bagian yang disebutkan di atas :))

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s