#80 Beastly : Lindy’s Diary

Judul Buku : Beastly : Lindy’s Diary

Penulis : Alex Flinn

Halaman : 144 (ebook)

Penerbit : HarperCollins

Meski di Goodreads ditulis sebagai  Kendra Chronicles 0.5, tapi sebaiknya baca dulu Beastly (Kendra Chronicles 1) sebelum membaca novella ini. Soalnya novella ini ditulis dalam bentuk buku harian dan ada banyak bagian yang “hilang” (jika dibandingkan dengan novel Beastly). Dalam novella ini kita bisa melihat kisah Beauty and The Beast versi modern dari sudut pandang Lindy, si tokoh wanita.

Lindy adalah seorang gadis miskin yang berhasil bersekolah di SMA Tuttle berkat beasiswa. Di sekolah itu ada seorang siswa tampan bermata biru bernama Kyle Kingsbury yang menjadi idola banyak gadis, termasuk Lindy. Tapi Lindy cukup tahu diri dia tidak mungkin berpasangan dengan Kyle. Apalagi ada Sloane, gadis pemandu sorak yang cantik itu. Pemuda tampan akan selalu berpasangan dengan gadis cantik, kan?

Maka tidak heran jika Kyle dan Sloane datang berpasangan di pesta akhir tahun ajaran. Lindy juga datang, tapi sebagai gadis penjaga tiket. Tampaknya ada masalah ketika mereka berdua datang ke pesta itu, Sloane tidak mau menggunakan korsase mawar yang dibawa Kyle. Tiba-tiba Kyle memberikan korsase itu padanya. Lindy sangat senang, dia menyimpan korsase itu di salah satu bukunya. Aroma mawar putih itu akan selalu mengingatkannya pada Kyle.

Keesokan harinya, Kyle tidak mucul di sekolah. Begitupun hari-hari sesudahnya. Ada banyak spekulasi mengenai Kyle. Hingga suatu hari, ayah Lindy pulang dan mengatakan bahwa Lindy harus tinggal di rumah temannya. Ayahnya bilang dia meminjam sejumlah uang pada temannya, dengan syarat Lindy harus tinggal di rumah mereka untuk menemani putra teman ayahya itu. Betapa terkejutnya Lindy ketika dia tahu ayahnya berbohong, dan dia harus tinggal di rumah seorang monster.

Masa-masa hidup bersama Adrian, si buruk rupa adalah masa-masa yang indah dialami oleh Lindy. Meskipun awalnya dia sempat takut pada Adrian. Lambat laun dia mulai mencintai Adrian, apalagi Adrian mempunyai rumah kaca dengan koleksi mawar yang lengkap. Sekarang Lindy akan selalu mengingat Adrian setiap kali dia mencium aroma mawar. Selain mawar, koleksi buku yang disediakan oleh Adrian untuknya sangat lengkap. Adrian bahkan menyediakan sebuah e-reader.

Okey, seperti halnya review Beastly, saya tidak akan menceritakan semua kisahnya. Lagipula garis besarnya tidak berbeda dengan kisah klasik Beauty and The Beast. Tapi ada satu perbedaan yang saya temukan di novella ini. Lindy tidak menceritakan perihal gaun hijau yang mereka temukan di loteng apartemen mereka, sementara bagi Adrian gaun hijau itu salah satu hal penting yang bisa mengingatkannya pada Lindy. Di novella ini, Lindy juga menceritakan bahwa Kendra, si penyihir, beberapa kali datang dalam mimpinya. Tetapi di buku Beastly, Lindy terkejut ketika melihat Kendra pertama kalinya di akhir cerita.🙂

Well, bagaimanapun senang bisa mengetahui kisah ini dari sudut pandang Lindy. Tiga bintang untuk Lindy dan diary-nya.

PS. Postingan untuk Name In A Book Challenge 2012

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s