#86 Daisyflo

Judul Buku : Daisyflo

Penulis : Yennie Hardiwidjaja

Halaman : 256

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 

Hal pertama yang saya lakukan ketika menutup halaman terakhir buku ini, setelah membacanya semalaman adalah menarik nafas lega.  Mengapa? Karena buku ini bukan hanya mengaduk-aduk emosi, tapi juga membuat saya bertanya-tanya. Mengapa Tara tidak bisa lepas dari Tora? Mengapa Tara justru jadi dendam pada Tora? Trus Alex gimana dong?

Tara.  Seorang mahasiswi jurusan desain. Pada awalnya dia jatuh cinta pada Junot, senior di kampusnya yang jago gambar dan komputer. Tapi entah kenapa, dia malah pacaran dengan Tora, pemuda yang dijumpainya di kolam renang. Padahal Tora (menurutku) adalah cowok sok keren tapi ga punya modal. Berkali-kali kebutuhannya secara materi harus dipenuhi oleh Tara. Mending juga kalau sikapnya manis, adanya si Tora suka menyalahkan Tara. Misalnya ketika mereka makan di warung, Tora ga mau bayar dengan alasan gabawa dompet. Jadinya Tara yang harus bayar. Sudah gitu, Tora masih menyalahkan Tara karena tidak mengingatkan dia soal dompetnya. Yang lebih bodoh lagi, Tara tidak juga meninggalkan Tora, walaupun sudah berkali-kali mengalami hal yang tidak menyenangkan. Entah hubungan macam apa itu.

Di satu sisi, cinta Tara pada Junot mulai berkembang dan bersambut. Potongan bunga daisy menjadi awal benih cinta di antara mereka.  Junot selalu ada untuk Tara, walaupun dia tahu Tara sudah punya Tora. Muli, sahabat Tara rupanya juga memendam cinta untuk Junot, yang sebenarnya sudah terlihat jelas karena Muli lebih sering mencari perhatian Junot dibandingkan Tara yang pasif. Muli bahkan berkali-kali mengatakan rasa sukanya pada Junot ke Tara. Anehnya, Tara tetap mengaku ga tahu kalau Muli suka Junot. Sahabat macam apa mereka itu?

Hingga akhirnya Muli tidak bisa lagi menahan diri. Dia menceritakan tentang perselingkuhan Tara dan Junot kepada Tora. Tora kalap, dan memutuskan memiliki Tara sepenuhnya dengan cara mengambil paksa kehormatan Tara. Tara terpojok, jatuh, dan kehilangan harga dirinya. Tara semakin tidak bisa melepaskan diri dari Tora. Tapi ketika  Tora kedapatan selingkuh oleh Tara, akhirnya Tara memutuskan dan  mengusir Tora. Hal yang seharusnya dilakukannya sejak dulu. Tapi kepercayaan diri Tara tidak pulih, dia masih menutup diri. Bahkan dari Junot. Ketika tanpa sengaja Junot mengetahui rahasia kelamnya, Tara malah lari meninggalkan Junot.

Kemudian muncul tokoh Alex, seorang sarjana psikologi, anak dari rekanan bisnis orangtua Tara. Alex-lah yang membantu Tara keluar dari keterpurukannya. Tanpa disadari Alex jatuh cinta pada Tara. Sayangnya Alex tidak bisa menghapuskan dendam dan cinta yang sudah lama berada di hati Tara.

Cerita cintanya memang ribet, tapi masih bisa dipahami. Saya pun tidak segan ngasih bintang empat karena buku ini bisa mengaduk emosi saya sampai di halaman terakhir. Walaupun bergenre metropop, novel ini nyaris tidak berasa seperti metropop pada umumnya. Lebih ke romance suspense. Dan sepertinya penulis punya pengalaman sendiri yang dituangkannya ke dalam novel ini. Untuk mencari tahu, silahkan kunjungi blog daisyflo di sini. Ohya, satu pesan sebelum membaca novel ini, siapkan mental untuk terbawa emosi ya🙂

2 thoughts on “#86 Daisyflo

  1. Bengong baca reviewnya mbak Desty. Banyak banget yah mbak tokohnya… Jalan ceritanya pun kayaknya lumayan beragam dan panjang untuk buku setebal 256 halaman…

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s