#104 Breakfast at Tiffany’s

Judul Buku : Breakfast at Tiffany’s

Penulis : Truman Capote

Halaman : 97 (ebook)

Penerbit : Penguin Classic

Tema baca bareng BBI bulan Agustus adalah membaca salah satu buku dari daftar “1001 books you must read before you die”Daftar ini dibuat oleh beberapa kritikus sastra di seluruh dunia dan dikompilasi oleh Peter Boxall, seorang professor di Sussex University. Bukunya sendiri sudah diterbitkan pada tahun 2006 dengan judul yang sama. Dari 1001 buku itu, saya memilih satu judul novella yang sudah sangat terkenal, Breakfast at Tiffany’s karya Truman Capote.

Breakfast at Tiffany’s menceritakan tentang kehidupan seorang wanita sosialita  (berumur 18-19 tahun) bernama Holly Golightly dari sudut pandang seorang pria (narator tanpa nama) yang dipanggil dengan sebutan “Fred” oleh Holly. Fred sendiri adalah nama saudara laki-laki Holly yang sangat disayanginya. Holly tinggal di apartemen yang sama dengan si narator di Manhattan’s Upper East Side. Holly tidak punya pekerjaan, tetapi kehidupannya sangat sibuk dari satu pesta ke pesta lainnya. Siapa Holly sebenarnya adalah misteri bagi sesama penghuni apartemen itu. Holly membuat kartu namanya dengan tulisan “Holiday Golightly : Travelling“. Entah maksudnya apa, yang pasti pekerjaannya bukan sebagai treveler.

Holly kemudian mulai menjalin persahabatan dengan narator ketika suatu malam Holly masuk ke dalam apartemennya lewat pintu darurat. Sedikit demi sedikit kehidupan Holly terbuka, mulai dari kekasih-kekasihnya, impiannya maupun masa lalunya.  Salah satu kisah masa lalu Holly terkuak ketika suaminya (Doc Golighty) datang mencarinya. Holly sebenarnya bernama Lulamae, dan menikah dengan Doc ketika berusia 14 tahun.Suatu waktu Lulamae meninggalkan rumah dan tidak pernah kembali lagi. Selama lima tahun suaminya mencari dia, dan ketika menemukannya Holly menolak untuk kembali kepada suaminya.

Ceritanya cepat dan datar. Saking datarnya, sampai akhir novella ini saya merasa tidak menemukan apa-apa selain kisah hidup Holly yang glamour dan penuh intrik. Saya penasaran, kenapa kisah ini dimasukkan dalam daftar buku yang harus dibaca sebelum mati? Apa istimewanya? Akhirnya saya mencoba mencari jawabannya di internet, dan menemukan situs ini. Di sana, dibahas bab per bab maksud dari novella ini. Saya akan mencoba menuliskan sedikit yang bisa saya dapatkan dari sana.

Novella ini menceritakan mengenai stabilitas versus kebebasan. Dua tokoh utama (Holly dan narator) mencerminkan keinginan yang bertolak belakang. Narator adalah orang yang hidupnya berusaha untuk stabil (punya apartemen yang nyaman, pekerjaan yang tetap) sementara Holly selalu mencari kebebasan (lari dari rumahnya, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, mengikuti pesta-pesta, bergaul dengan banyak pria). Keduanya punya pandangan berbeda mengenai “rumah”.

For Holly, the distinction between stability and freedom is articulated by two of the novella’s major symbols: animals (including Holly’s cat) and Tiffany’s (in which Holly feels properly “at home”). Holly despises the caging of animals, and refuses to name her cat. As a “wild thing”, she feels he doesn’t “belong” to her. Her fantasy that one day she will have, “breakfast at Tiffany’s,” an absurdity since Tiffany’s does not serve food, indicates her choice to avoid stability by casting it in the unattainable ideals of fantasy.

Hal lain yang bisa dijumpai dalam novella ini adalah berbagai macam jenis hubungan yang dijalani Holly. Bersama Rusty Trawler, Holly digambarkan sebagai seorang yang perhatian terhadap pria yang lebih muda darinya. Bersama Jose, Holly mencukupi kebutuhan seksualitasnya. Bersama Mag (teman wanitanya), Holly adalah teman berbagi apartemen dan kehidupan sosial. Bersama Berman, Holly mencapai impiannya menjadi aktris. Bersama Doc Golightly, Holly mendapatkan perlindungan dan makanan. Bersama narator (btw, si narator ini dianggap gay oleh Capote), Holly mendapatkan persahabatan. Kehidupan Holly digambarkan oleh Truman Capote mewakili beberapa gambaran masyarakat Amerika pada waktu itu (tahun 1958, saat novella ini diterbitkan) dengan berbagai kebutuhan atas suatu hubungan.

Salah satu ciri literatur dari Barat pada waktu itu adalah tokohnya yang digambarkan memiliki karakter bebas, liar, dan sedikit misterius (bandingkan dengan tokoh-tokoh novel klasik lainnya). Holly Golightly mewakili semua karakter tersebut. Mungkin itu maksudnya di kartu nama Holly dituliskan “travelling“, karena dia adalah gambaran dari kebebasan hidup.

So, walaupun saya sendiri tidak bisa menemukan “pentingnya” buku ini untuk dibaca sebelum mati, tapi kalau merunut ke studi literatur yang saya dapatkan, jelas bahwa novella ini berpengaruh di daerah Amerika sana. Novella ini kemudian lebih terkenal lagi ketika diadaptasi menjadi sebuah film komedi romantis dengan judul yang sama, yang menampilkan Audrey Hepburn dengan black longdress dan pipa panjangnya. Film Breakfast at Tiffany’s mendapatkan penghargaan Academy Award untuk kategori Musik Asli Terbaik dan Lagu Terbaik. Ohya, kata beberapa teman yang pernah membaca novella ini, lebih pas lagi kalau dibacanya sambil mendengarkan lagu Break fast at Tiffany’s dari Deep Blue Something.

13 thoughts on “#104 Breakfast at Tiffany’s

  1. Udah baca buku dan nonton filmnya.
    Filmnya jauh lebih berkesan. Paling suka tuh pas scene Holly benar-benar sarapan di depan Tifanny’s. Soundtracknya juga ga kalau keren.

    Moon River, wider than a mile,
    I’m crossing you in style some day.
    Oh, dream maker, you heart breaker,
    wherever you’re going I’m going your way.

    Ah iya, lagunya Deep Blue Something juga keren.😀

  2. Belum pernah nonton filmnya, padahal heboh bener. Bukunya saya baca beberapa tahun lalu dan bingung, yang bikin buku ini terkenal apanya yak? Hollynya sih mungkin ya dengan segala kebebasan dan keglamourannya, tapi lain dari itu biasa aja :p

    Lagunya Deep Blue Something sih enak didengar🙂 atau perhiasan dari Tiffany’s boleh jugaa #hloooh

  3. sy punya bukunya,dikirimin temen dari austria maret 2010 kemaren.dia yg semangat gitu nyuruh saya baca.sayanya datar.n pas selesai bacanya juga datar.tp dpt sih sense”freedom,yg mau disampein sama capote itu.sy smpet nanya tmn lain jg,tau ga bukunya.tau n datar jg.filmnya dia punya.sy blm nonton filmnya:)nice baca tulisannya.

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s