#106 Uglies

Judul Buku : Uglies

Penulis : Scott Westerfeld

Halaman : 432

Penerbit : Matahati

Seberapa besar keinginanmu untuk terlihat cantik dan rupawan? Tentunya tidak sama pada setiap orang. Tapi satu hal yang pasti, semua orang ingin terlihat lebih menarik dan rupawan. Walaupun sudah dikaruniai wajah yang cantik dan rupawan, tentunya selalu ada keinginan untuk “lebih” lagi. Karena kata pepatah, cantik itu relatif, jelek itu mutlak😀

Begitupun dengan Tally Youngblood. Di usianya yang menjelang 16 tahun, dia sudah merancang bagaimana wajahnya nanti ketika dia mendapatkan kesempatan untuk “dioperasi” menjadi rupawan. Kesempatan itu akan datang pada saat dia berusia 16 tahun, dan dia akan meninggalkan kota Uglyville menuju kota Rupawan Baru. Tapi waktu 3 bulan itu terasa lama, apalagi setelah sahabatnya Peris sudah lebih dahulu menjadi rupawan.

Ketika dalam masa penantian itu dia bertemu dengan Shay, seorang gadis yang ternyata ulang tahunnya sama dengan Tally. Artinya, mereka akan menjalani operasi di hari yang sama. Anehnya, Shay mengatakan dia tidak tertarik untuk merubah penampilannya. Dia memilih untuk menjadi buruk rupa. Dan dia meninggalkan satu rahasia mengenai kota Smoke kepada Tally saat dia melarikan diri dari Uglyville. Pelarian Sally menjadi musibah bagi Tally. Dia tidak diizinkan menjalani operasi. Sebaliknya dia diminta untuk menjadi mata-mata yang akan menunjukkan di mana letak kota Smoke. Demi wajah yang rupawan, Tally akhirnya mau melakukannya.

Berbekal pesan rahasia yang ditinggalkan Shay, Tally akhirnya berhasil menemukan kota Smoke. Di sana ada banyak orang yang melarikan diri dan memilih untuk menjadi buruk rupa selamanya. Di tempat itu juga dia bertemu dengan David, dan kedua orangtuanya Az dan Maddy. Dan yang terpenting di sana dia mengetahui bahwa ada konsekuensi dari menjadi seorang yang rupawan.

Saya membayangkan dunia dystopian seperti dalam buku ini suatu saat nanti akan ada. Ketika proses evolusi di dunia ini terus berjalan, suatu saat nanti dunia ini akan dihuni sebagian besar oleh orang-orang berwajah rupawan. Tidak bisa kita pungkiri, bahwa wajah jelek atau buruk rupa dianggap sebagai kekurangan yang harus disingkirkan. Lihat saja kampanye dan iklan kosmetik dan perawatan tubuh yang ada sekarang ini. Walaupun kita sebagai manusia sudah seharusnya bersyukur atas segala karunia Tuhan, tetapi tetap saja pandangan umum bahwa cantik itu perlu banyak mempengaruhi manusia. Syukurlah, kecantikan dan wajah rupawan bukanlah satu-satunya standar “kebaikan” di dunia ini.🙂

“Kita tak perlu sama seperti orang lain, Tally, ataupun berbuat serupa dengan mereka. Kita punya pilihan untuk tumbuh sesuai keinginan kita”

Novel ini membawa pesan moral bahwa ada hal yang lebih penting daripada sekedar mengikuti pandangan umum. Hal itu adalah memiliki pilihan atas kehidupan kita sendiri. Kalaupun nantinya kita memilih untuk menjadi rupawan, hal itu bukan didasarkan karena pandangan orang lain.

Yang menarik lainnya dalam novel ini adalah alur cepat penuh petualangan. Saya paling suka dengan hoverboard  (papan terbang) seperti di film-film futuristik. Tidak sabar ingin melanjutkan ke buku kedua Pretties, buku ketiga Specials dan buku keempat Extras. Untungnya udah beli ketiganya buku sekaligus plus dapat ebook serial ke-empatnya. Jadi penasarannya tidak lama-lama😀

Tiga bintang untuk Uglies.

3 thoughts on “#106 Uglies

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s