#107 Pretties

Judul Buku : Pretties

Penulis : Scott Westerfeld

Halaman : 384

Penerbit : Matahati

Apa yang terjadi jika kesempurnaan tak pernah cukup?

Tally Youngblood mendapatkan impiannya. Wajahnya menjadi cantik dengan mata perak dan bibir penuh. Ditambah lagi berkat keberanian dan tipu muslihatnya di masa lalu, dia diterima masuk dalam kelompok Crim yang diketuai oleh Zane. Zane sendiri menaruh perhatian lebih pada Tally yang pemberani. Dan sebagai seorang rupawan baru, jatuh cinta adalah hal yang wajar. Tally dan Zane menjadi sepasang kekasih.

Kegiatan yang dialami oleh Tally sebagai seorang rupawan (pesta setiap harinya) membuatnya lupa akan janjinya pada kelompok Smoke Baru. Hingga dalam suatu pesta, Croy datang membawakan obat pemulih yang harus diminumnya sebagai bagian dari eksperimental yang sudah disepakatinya dulu. Untuk menjadi seorang rupawan, Tally harus menjalani serangkaian operasi, termasuk otaknya. Sebelum mengalami transformasi, Tally mengetahui bahwa otaknya akan mengalami kerusakan setelah menjalani operasi.  Kerusakan otak yang dialami oleh seorang rupawan baru membuat mereka tidak dapat berpikir jernih. Yang ada dalam pikiran mereka hanyalah ingin berpesta, tertawa, dan melupakan masa-masa menjadi buruk rupa. Tally telah membuat perjanjian dengan Maddy bahwa dia akan menjalani ekperimen pengobatan kerusakan otak apabila ia sudah berubah menjadi rupawan.

Zane yang selalu bersama dengan Tally, akhirnya ikut mengetahui dan terlibat dalam proyek eksperimen itu. Ada dua pil yang dibawakan oleh Croy, yang harus diminum oleh Tally. Pil itu diharapkan dapat mengobati kerusakan otak yang dialami Tally sebagai seorang rupawan. Tapi Tally ketakutan, sehingga dia berbagi pil itu dengan Zane. Masing-masing dari mereka meminum satu pil. Sejak meminum pil tersebut, terjadi perubahan dalam otak mereka berdua. Mereka bisa berpikir lebih jernih. Obat itu berhasil. Tally dan Zane kemudian memutuskan untuk (sekali lagi) melarikan diri mencari kelompok Smoke Baru untuk mendapatkan pengobatan lebih banyak lagi.

Shay, sahabat Tally yang terlebih dahulu mengalami perubahan sebelum Tally, menyadari perubahan Tally. Dia meminta penjelasan kepada Tally apa yang sudah dialaminya. Sedikit banyak Shay masih mengingat mengenai kejadian sebelum mereka kembali ke kota Rupawan Baru. Shay menganggap Tally punya utang besar padanya, pertama karena Tally mengkhianatinya dengan membawa tim Special menghancurkan kota Smoke; dan kedua, karena Tally pernah merebut David darinya. Ketika Shay mengetahui bahwa Tally berbagi obat penyembuh dengan Zane dan bukan dengan dirinya, Shay marah besar kepada Tally.

Saat membaca buku kedua ini, saya lebih concern kepada Shay dibandingkan Tally (walaupun porsi Shay hanya sedikit). Saya memahami perasaan Shay yang merasa dua kali dikhianati oleh sahabatnya. Tidak heran ketika akhirnya Shay mencari jalan keluar yang dianggapnya baik. Shay kehilangan sahabat, sehingga akhirnya dia membuat perkumpulan baru bernama Cutter. Beberapa anggota Cutter adalah anggota lama Crim, yang mencoba mencari pengobatan untuk otak mereka.  Terhadap tokoh Tally, saya kurang menaruh simpati, walaupun di buku kedua digambarkan sosoknya yang semakin berani dan petualangannya yang makin seru. Mungkin karena pengkhianatannya terhadap Shay dan jatuh cintanya pada Zane (yeah… I am in David team 🙂 )

Di buku kedua, kita juga akan menjumpai satu kelompok manusia lainnya, yang jauh lebih terbelakang dibandingkan kelompok Smoke. Tally sempat “terjebak” tinggal bersama mereka beberapa waktu. Ternyata, kelompok ini menjadi bahan percobaan dari Special Circumtances untuk mempelajari sifat dasar manusia. Mereka ditempatkan dalam satu lokasi yang dijaga (daerah isolasi) dan diobservasi. Hidup kelompok ini sama seperti manusia purba, berburu, berkompetisi, dan saling membunuh membalasakan dendam antar satu suku dengan suku lainnya. Ketika Tally datang, dia dianggap sebagai “dewa” soalnya Tally datangnya dengan cara jatuh dari langit🙂

Bagaimana dengan kelompok Smoke Baru? They survive. Dibuktikan dengan pil yang berhasil diciptakan oleh Maddy, ibu David yang juga seorang dokter. Tetapi pil yang dimakan oleh Zane dan Tally ternyata membawa efek yang berbeda. Kenapa? Well.. ga seru dong kalau dibeberkan di sini:mrgreen:

Harapan saya, semoga di buku selanjutnya porsi David bisa lebih banyak.. hehe. Dan saya juga pengen tahu lebih banyak tentang Shay. Kira-kira ada ga ya cerita bagian kedua ini dari sudut pandang Shay?

Tiga bintang untuk Pretties.

One thought on “#107 Pretties

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s