#109 Too Hot To Handle

Judul Buku : Too Hot To Handle

Penulis : Robin Kaye

Halaman : 405

Penerbit : Sourcebook

Let’s meet The Domestic God #2, Dr. Mike Flynn. Selain pintar memasak, jago bersih-bersih rumah, dia juga pastinya hot untuk urusan “domestik” lainnya. Lahir sebagai anak tanpa kehadiran ayah, Mike diasuh oleh ibunya dalam kedisiplinan, super hemat, dan bisa diandalkan. Ayahnya meninggalkan ibunya (yang saat itu sedang bertunangan) demi seorang wanita kaya. Yang menyakitkan adalah pernikahan ayahnya itu diketahui lewat pengumuman di surat kabar. Colleen, ibu Mike, yang saat itu sedang mengandung diusir oleh keluarganya dan pergi ke Irlandia. Mike lahir di Irlandia dan tinggal selama 3 tahun kemudian kembali ke Brooklyn. Dengan susah payah dan hanya bergantung pada beasiswa, Mike berhasil menjadi seorang pulmonologist. Bahkan ketika menjadi seorang dokter ahli, kehidupan Mike tetap memiliki tunggakan biaya sekolah. Tidak heran jika Mike tetap hidup hemat dan kerja keras.

Di pesta pernikahan Nick Romeo, sahabatnya, dia bertemu dengan seorang gadis yang tidak lain adalah adik mempelai wanita Rosalie Ronaldi (kisah Nick dan Rosalie dapat dibaca di Romeo Romeo). Anabelle Ronaldi sangat terkejut melihat Mike yang sangat mirip dengan mantan kekasihnya, Chip Larsen. Chip sendiri sudah meninggal beberapa tahun yang lalu karena kanker. Chip menolak menerima pengobatan. Walaupun Anabelle tahu Chip tidak mau berjuang (setidaknya untuk cinta mereka), Anabelle selalu mendampinginya hingga Chip meninggal. Setelah Chip meninggal, Anabelle ditunangkan oleh ibunya dengan seorang pria, yang pada akhirnya mengkhianatinya seminggu menjelang pernikahannya. Untungnya ada Nick dan Rosalie yang “menggunakan” semua persiapan yang sudah dilakukan untuk pernikahannya.

Saking shock-nya melihat Mike, Anabelle tidak sadar sudah banyak minum dan akhirnya menjadi mabuk. Ketika dia berhasil menangkap buket bunga dari Rosalie, dan Mike mendapatkan galter dari Nick, Anabelle mendapatkan dirinya bangun keesokan harinya tanpa busana di samping Mike. Kejadian satu malam itu cukup untuk membuat Mike dan Anabelle tertarik satu sama lain. Hubungan mereka berlanjut dengan didasarkan atas kebutuhan fisik. Apalagi ketika Anabelle mengalami cedera pada kakinya, sebagai dokter Mike punya alasan untuk lebih sering mengunjungi Anabelle. Mike kemudian menyadari bahwa dia mencintai Anabelle dan ingin menikahinya. Sementara Anabelle yang hatinya masih terluka karena Chip belum siap menikah.

Masalah muncul ketika Becca, sahabatnya (yang tidak lain adalah kembaran Chip) menemukan fakta bahwa Mike adalah saudara tirinya. Tidak heran jika Mike sangat mirip dengan Chip. Anabelle sendiri akhirnya mengetahui fakta itu dari ibu Mike, ketika tanpa sengaja Colleen menyebutkan nama ayah Mike sebagai seorang dokter cardiologist terkenal dan sangat kaya, yang tidak lain adalah ayah mantan kekasihnya. Anabelle pernah mengalami masa-masa pahit saat mendampingi Chip, ketika dia dituduh oleh ayah Chip bahwa dia hanya menginginkan uang dengan menjadi kekasih Chip. Anabelle tidak mau lagi berada dalam situasi tersebut. Harga dirinya sudah cukup terluka di masa lalu. Ketika Mike mengetahui fakta itu, dia langsung sadar bahwa Anabelle tidak mencintainya. Dia mau menjalin hubungan dengannya hanya karena dia mirip dengan Chip. Sayangnya, fakta itu didapatkannya sesaat sebelum dia mau melamar Anabelle.

Saya lebih menyukai serial Domestic Gods buku #2 ini dibandingkan dengan kisah Nick dan Rosalie dalam Romeo Romeo. Saya suka dengan tokoh Mike yang berjuang untuk dirinya, ibunya, dan cintanya. Tidak jarang Mike rela menghabiskan uangnya demi Anabelle, walaupun dia sendiri harus berpikir keras mengenai kondisi keuangannya. Bahkan ketika dia ingin menikahi Anabelle, Mike tidak segan untuk berusaha mencari pekerjaan lain demi kehidupannya dengan Anabelle kelak. Di samping itu, dialog-dialog dalam buku ini menyegarkan, cerdas, lucu, tapi romantis. Robin Kaye bisa menjadi salah satu penulis cerita romantic-comedy favorit saya. Tidak sabar ingin membaca kisah Rich Ronaldi dan Becca Larson di buku #3, Breakfast in Bed.

Empat bintang untuk Domestic Gods #2

3 thoughts on “#109 Too Hot To Handle

  1. Pingback: #111 Breakfast In Bed « desty baca buku

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s