#111 Breakfast In Bed

Judul Buku : Breakfast In Bad

Penulis : Robin Kaye

Halaman : 361 (ebook)

Penerbit : Sourcebook

Breakfast in Bed adalah buku #3 dari serial Domestic Gods oleh Robin Kaye. Kali ini ada kisah cinta antara Becca (sahabat Anabelle sekaligus adik tiri Mike di Too Hot To Handle) dan Richie Ronaldi (kakak dari Anabelle dan Rosalie, sekaligus teman baik Nick Romeo di Romeo, Romeo). Sedikit banyak mereka sudah ada di dua buku sebelumnya, jadi kalau mau tahu dengan jelas, saya menyarankan membaca series ini secara berurutan.

Rebecca Larsen terlahir dari keluarga yang kaya raya. Sayangnya, keluarganya tidak harmonis karena ibunya yang hanya mengejar status sosial. Berangkat dari pengalaman pahit yang diperolehnya di keluarga, Becca menjadi sangat anti pada orang-orang yang memandang dia berdasarkan harta dan nama besar keluarganya. Untungnya dia memiliki bakat yang sangat bagus di bidang seni, terutama membuat patung dan lukisan. Saat mengambil sekolah jurusan seni dia bertemu dengan Anabelle Ronaldi. Siapa sangka, pertemuannya dengan Anabelle membuatnya bertemu dengan saudara tirinya Mike Flynn yang tidak lain adalah kekasih Anabelle. Mike Flynn sendiri lahir lebih dahulu daripada Becca. Ketika Mike “ditemukan” otomatis warisan keluarga berpindah dari tangan Becca ke Mike. Walaupun Mike tidak sepenuhnya memanfaatkan warisan tersebut. Tetapi teman-teman dari kalangan elite memandang sebelah mata pada Becca karena menjadi “miskin” mendadak (sebenarnya ga miskin juga sih, dia masih dapat warisan juga).

Dari warisan yang mereka peroleh itu, Mike dan Becca merenovasi sebuah rumah menjadi 4 tingkat. Dimana tingkat 1 dan 2 ditempati oleh Mike dan Anabelle, sementara tingkat 3 dan 4 untuk Becca dan studionya. Sementara renovasi berjalan, Anabelle meminjamkan apartemennya kepada Becca. Sayangnya ada kesalahpahaman. Apartemen yang tadinya milik Rosalie (sebelum dipakai oleh Anabelle) oleh Rosalie diserahkan pada Rich, mengingat Rich membutuhkan tempat tinggal setelah pindah dari Colombia ke Brooklyn. Jadilah Becca dan Rich “berebut” apartemen, sampai mereka menemukan kesepakatan.

Rich baru saja diputuskan oleh Gina, pacarnya (sahabat Rosalie). Gina menganggap Rich tidak bisa menjalin hubungan jangka panjang, karena Rich anak manja yang tidak bisa berbuat apa-apa terlebih dalam urusan rumah tangga. Untuk mendapatkan perhatian Gina kembali, Rich meminta Becca untuk melatihnya menjadi domestic god. Well, jika Nick dan Mike sudah ahli dari awalnya, Rich ini benar-benar tidak tahu urusan dapur dan bersih-bersih rumah. Rich tidak tahu menyetrika, memasak, bahkan mencuci pakaian menggunakan mesin cuci. Becca bersedia menjadi pelatih dengan syarat dia boleh tinggal di apartemen itu sampai rumahnya beres.

Ternyata ketika Rich mulai ahli, Gina tetap tidak mau menerima dia. Padahal Rich butuh pendamping untuk hadir dalam pesta yang diadakan oleh fakultas tempatnya mengajar (Rich adalah professor psikologi) untuk memperlihatkan bahwa dia adalah pria mapan dan berkomitmen. Berhubung Gina tidak bisa, Becca diminta untuk menjadi pasangannya ke pesta tersebut. Di pesta, Becca bertemu dengan Emily Stewart, istri dari dekan tempat Rich mengajar. Mengetahui bahwa Becca adalah seniman, Emily ingin melihat hasil karya Becca dan jika memungkinkan akan memperkenalkan Becca pada beberapa galeri yang dikenalnya. Becca melihat kesempatan ini sebagai ajang untuk membuktikan dirinya. Hanya dirinya, tanpa embel-embel nama besar keluarganya.

Karena tinggalnya seapartemen, tentunya tidak sulit bagi Rich dan Becca untuk saling menyukai satu sama lain. Tapi Becca adalah orang yang tidak percaya begitu saja pada orang lain. Termasuk ketika Rich bilang “i love you” padanya. Dia merasa ada sesuatu yang membuat Rich mengeluarkan kata keramat itu. Becca tidak yakin Rich benar-benar cinta sama dia. Mungkin saja Rich hanya mengejar kekayaan keluarganya. Dugaan Becca terbukti ketika dalam satu acara makan malam, Becca mengetahui bahwa Rich baru saja dipromosikan menjadi pengajar tetap dan dengan hubungannya bersama Becca dan nama besar ayah Becca, Rich bisa sukses dalam karirnya.

Membaca serial Domestic Gods ini membuat saya tersenyum, tertawa, bahkan melted dengan romantisme antara tokoh-tokohnya. Bukan saja karena kisah cinta dan dialognya yang lucu menyegarkan, tapi ada beberapa hal yang bisa dipelajari dari serial ini. Salah satunya adalah seperti quote yang saya dapat dari buku Breakfast in Bed :

“Trust and respect are more important than love in a relationship because no love will last without equal amounts of respect and trust.”

Ada kesamaan dari tiga buku pertama dalam serial ini. Yang pertama, apartemen yang menjadi tempat tinggal (bahkan saksi “jadiannnya”) para tokoh. Berhubung apartemennya dipindah-tangankan antar saudara ya ga heran juga sih… Yang kedua, ada satu restoran Italia bernama D’Nicola tempat “pelarian” para pria Domestic Gods ini jika mendapati masalah. Restoran ini dikelola oleh seorang Vinny D’Nicola, pria Italia, kerabat Nick, Mike dan Rich yang juga membantu mereka memecahkan masalah dan memberi nasehat-nasehat untuk ketiga pria ini. Yang keempat, di atas apertemen “andalan” itu tinggal Henry dan Wayne, yang selalu siap membantu kapanpun penghuni apartemen bawah memerlukan bantuan atau sekedar teman curhat. Yang kelima,  Aunt Rose, bibi dari Ronaldi bersaudara yang “dicurigai” memiliki kemampuan meramal. Soalnya beliau selalu tahu apa yang akan terjadi pada keponakannya🙂 Yang keenam, walaupun tergolong dalam alpha-male, ketiga pria ini tidak segan meminta tolong satu sama lain jika ada yang terlibat masalah.

Saya jadi penasaran dengan buku keempat, yang tokohnya bukan lagi keluarga Ronaldi. Kira-kira ada ga ya dari enam hal di atas yang “nyangkut” di tokoh dalam Yours for the Taking?🙂

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s