#116 The White Tiger

Judul Buku : The White Tiger

Penulis : Aravind Adiga

Halaman : 360

Penerbit : ANDI

The White Tiger adalah kisah dalam bentuk surat yang ditulis oleh Balram Halwai kepada Perdana Menteri Cina yang akan berkunjung ke India. Mengapa dia memilih mengirim surat untuk PM Cina? Menurut Balram, Cina adalah salah satu negara yang tidak pernah terjajah, selain kemajuannya dalam pembangunan yang membuat Balram kagum. Karena berbentuk surat, maka tentu saja isi bukunya adalah dari sudut pandang Balram (nyaris berupa monolog).

Balram berasal dari desa Kegelapan. Ayahnya bekerja sebagai penarik rickshaw. Di antara semua pria di keluarganya, Balram satu-satunya yang mampu membaca dan menulis (hal yang langka untuk masyarakat kelas bawah di India). Tetapi sebagaimana lazimnya dalam keluarganya, ketika Balram dianggap sudah mampu bekerja, maka dia diajak oleh kakaknya untuk bekerja di kedai teh sebagai pemukul batubara. Hingga dalam satu kesempatan, Balram melamar menjadi seorang sopir pada keluarga tuan tanah. Pekerjaan ini yang kemudian menjadi batu lompatan bagi Balram untuk mengenal dunia yang lebih luas di New Delhi.

Kisah Balram dibagi dalam “tujuh malam”. Setiap malamnya dia menceritakan apa yang dialaminya dengan nada satir. Hampir semua kebobrokan di India dibeberkan oleh Balram. Mulai dari politik, kesehatan, lalu lintas, dunia hiburan malam, bahkan keamanan dan kependudukan. Seperti ketika Balram kecil pergi ke sekolah, dimana murid-murid lainnya sibuk bermain sementara gurunya tidur di dalam kelas. Atau ketika Balram dan kakaknya melihat ayahya mati karena TBC di emperan rumah sakit karena tidak ada satupun dokter yang bertugas. Balram juga menjadi saksi mata saat tuannya menabrak mati seorang anak kecil karena mengemudi dalam keadaan mabuk, tetapi kemudian Balram “dipaksa” membuat pengakuan tertulis bahwa dialah yang mengemudi malam itu. Balram pun melihat tuannya yang menyogok pemerintah supaya usahanya berjalan lancar.

Selain Balram, ada tokoh penting lainnya dalam kisah ini. Dia adalah Mr. Ashok, majikan Balram. Mr. Ashok adalah anak tuan tanah (Tuan Bangau) yang baru saja pulang dari Amerika. Sebenarnya Mr. Ashok punya moral yang baik, dan mengalami “shock culture” saat dia kembali ke India meneruskan usaha keluarganya. Tetapi Mr. Ashok adalah pria lemah (di mata Balram) yang menyerah pada sistem yang berlaku. Hal  ini membuat Balram menjadi muak terhadap tuannya, sehingga akhirnya dia membunuh tuannya itu.

Awal membaca buku ini saya sempat berdecak kagum dengan pola pemikiran Balram yang mampu melihat dan menceritakan hal yang dianggap wajar di India. Tapi semakin ke belakang, saya mulai sedikit bosan, apalagi dengan gaya bercerita Balram yang melompat-lompat. Hanya saja, setelah membaca buku ini sampai halaman terakhir, saya setuju kalau buku ini memang layak memenangkan penghargaan Man Booker Prize di tahun 2008, dan menjadi salah satu buku dari 1001 buku yang wajib dibaca .

Tiga bintang untuk The White Tiger.

*Terima kasih untuk Jamal Kutubi yang sudah memberikan buku ini kepada saya. 

2 thoughts on “#116 The White Tiger

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s