#132 9 Dari Nadira

Judul Buku : 9 Dari Nadira

Penulis : Leila S. Chudori

Halaman : 270

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia

Program baca dan posting bareng BBI bulan ini adalah buku-buku yang masuk dalam nominasi Khatulistiwa Literary Award (KLA)Tadinya saya mau membaca Gadis Kretek karya Ratih Kumala yang masuk dalam shortlist nominasi KLA 2012, hanya saja saya tidak menemukan buku ini di Jogja. Sempat kepikiran tidak ikut event bulan ini, tapi kemudian saya mendapatkan pinjaman buku 9 Dari Nadira dari mbak Sinta. Akhirnya saya memutuskan untuk membaca buku ini sebagai partisipasi saya dalam event rutin BBI.

Review dari novel ini kemudian saya putuskan untuk diikutsertakan dalam 2012 End of Year Book Contest yang diadakan oleh Okky. Buku 9 dari Nadira ini memenuhi semua syarat untuk diikutkan dalam kontes tersebut.

Ada “huruf A” pada judul buku
Ada “angka” pada judul buku
Ada “sendu” dalam judul/sampul buku
Ada “warna kuning” pada sampul buku

Syarat pertama, ada huruf A pada judul buku terpenuhi pada kata Dari dan Nadira. Syarat kedua, ada angka pada judul buku terpenuhi pada angka 9. Syarat ketiga, saya menganggap gambar cover buku ini cukup sendu tapi mengandung unsur etnis juga. Sementara syarat keempat, ada warna kuning terlihat pada tulisan judul buku ini.

9 dari Nadira terbit pada tahun2009. Mungkin tidak ada kaitan antara angka 9 pada judul buku dan tahun penerbitan dari buku ini. Ternyata buku ini adalah kumpulan cerpen yang berisi 9 cerita tentang kehidupan seorang tokoh bernama Nadira dari berbagai sisi. Menarik bagi saya karena walaupun berupa kumpulan cerpen, masing-masing cerpen itu saling berikatan membentuk kesatuan. Pembaca akan menemukan pertanyaan yang muncul saat membaca satu cerpen, tapi (mungkin) akan mendapatkan jawaban pada cerpen lainnya. Cerpen ini juga dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik yang mengawali setiap novel.

Pada cerita pertama, Mencari Seikat Seruni, Nadira digambarkan sebagai anak perempuan, si bungsu dari tiga bersaudara, pasangan Bram dan Kemala. Sejak kecilnya hingga dewasa, Nadira digambarkan memiliki kepribadian yang berbeda dengan kedua saudaranya Nina dan Arya. Ketika Kemala ditemukan terbujur kaku dengan mulut berbusa (akibat bunuh diri dengan obat-obatan), reaksi Nadira berbeda dengan saudaranya. Arya sibuk membacakan Surat Yasin, Nina meluapkan kesedihannya dengan menangis melolong, sementara Nadira sibuk mencari bunga Seruni untuk ibunya. Kenapa harus seruni? Bukan melati atau mawar? Jawabannya ada di cerita keempat, Tasbih. Menurut seorang psikopat yang diwawancarai oleh Nadira (profesi Nadira adalah seorang wartawan), seruni adalah bunga yang cocok untuk seseorang yang lelahdengan dunia, seorang yang ingin pensiun dari hidupnya.

Profesi Nadira yang adalah seorang wartawan majalah Tera, menjadi kebanggan ayahnya. Bukan saja karena Nadira mewarisi profesi ayahnya (seorang wartawan senior), di dalam cerita ketiga Melukis Langit, Nadira jugalah yang mengurus ayahnya sejak kepergian ibunya. Sosok Nadira di kantor lebih jelas diceritakan oleh rekan kerjanya, Kris lewat cerita Sebilah Pisau. Bagaimana Nadira yang suka tidur di kolong meja kerjanya, Nadira yang suka membaca, dan Nadira yang berani meninju wajah psikopat yang diwawancarainya gara-gara menghina ibunya.

Hubungan pribadi Nadira sendiri adalah kisah yang menarik untuk disimak. Nina dan Nadira adalah dua perempuan bersaudara yang seperti musuh dalam selimut. Mereka saling menyayangi dan mendendam dengan cara yang unik. Nina selalu berada di dalam bayang-bayang Nadira, meskipun Nina lebih tua dari Nadira. Kisah cinta Nadira yang rumit juga membuat saya terpana dan sedikit bingung. Nadira tidak menyadari jika atasannya, Utara Bayu, mencintai dirinya. Sementara itu Nadira malah menikah dengan Niko, pria yang membuatnya merasakan Ciuman Terpanjang. Tapi seperti yang diprediksikan oleh rekan kerjanya, usia pernikahan Nadira tidak panjang. Dalam cerita keenam berjudul Kirana, Nadira bercerai dari Niko. Alasannya klasik, Niko masih setia dengan masa lalunya yang bergelimangan wanita. Tetapi di saat yang sama Nadira masuk ke dalam sebuah penjelajahan dunia seksualitas yang baru.  Hingga akhirnya Nadira meninggalkan Jakarta dan pergi ke Kanada, tempat kuliahnya, dan bertemu dengan cinta masa lalunya At Pedder Bay.

Kisah-kisah Nadira seperti teka-teki yang pada akhirnya (tetap) meninggalkan tanda tanya. Banyak diwarnai oleh konflik politik, bentrok budaya, sastra klasik, dunia wartawan hingga kehidupan di Amsterdam-New York-Victoria membuat kumpulan cerpen ini menjadi kaya. Ketika melihat profil penulis di akhir buku, saya memahami mengapa semua warna di atas terasa hidup. Tidak lain karena penulis sendiri sangat lekat dengan beberapa hal tersebut. Tidak heran ketika buku ini masuk ke dalam nominasi Khatulistiwa Literary Award 2010 untuk kategori fiksi.

Empat bintang untuk Nadira.

7 thoughts on “#132 9 Dari Nadira

  1. Mbak, buku ini di Toga Mas baru (di Kota Baru selatan Gramed) diobral 40%, kmaren Senen saya baru beli (eh dititipin beli) sama temen.

  2. wah unik nih. Cerpen tapi juga kayak novel karena isinya mengenai tokoh yang sama. Jadi inget dengan novel Ms B-nya Fira Basuki yang tiap babnya ceritanya bisa berdiri sendiri-sendiri tapi tetap memotret kehidupan Ms B.
    Aku biasa cuma baca review filmnya Leila S. Chudori. Ga pernah kepikiran baca buku karangannya. ehhehe

  3. kayaknya menarik ya…aku kira ini kumcer yang saling nggak nyambung satu sama lain…sosok wartawan cewek emang selalu menarik untuk diulik ya =)

  4. Aku baru sekali ini liat yg memenuhi semua syaratnya lho mba. Keren banget yaa, awalnya aku aja ga yakin kalo bakal ada yg pas semua syaratnya, keke.

    Btw, jadi ini cerpen yg masih satu frame kisah karakernya yaa, aku pikir cerpennya berbeda2 kisah dan karakter gitu. Kayaknya keren~ aku kemarin ga ikutan baca KLA sih😦

    Nice review as always nih mba Desty, makasih ya uda ikutan 2012 End of year Book Contest. Kalo ada review lainnya, ditunggu ^^

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s