#150 Tabir Nalar

16097365

Judul Buku : Tabir Nalar

Penulis : Rynaldo C. Hadi

Halaman : 303

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Dalam Vandaria Saga terdapat seri Kristal Merah. Mengutip info yang saya dapatkan dari Newsletter Vandaria Vol.5 bulan Juni 2012, ada 7 novel yang termasuk ke dalam seri Kristal Merah, antara lain: Musafir Bedina, Putri Teranala, Telinga Rashnu, Perisa, Tabir Nalar, Selepas Senja dan Hailstorm.  Ketujuh novel itu terhubung satu sama lain dalam rentang waktu 0 sampai dengan 250 IV, ketika Nirvana menguasai Tanah Utama hingga akhir dari masa invasi kegelapan di negeri Pandora. Sampai saat ini baru dua dari tujuh novel itu yang sudah terbit, yaitu Tabir Nalar dan Hailstorm, itupun tidak berurutan.

Tapi tenang saja, untuk membaca novel Tabir Nalar ini, tidak perlu mengetahui sejarah Kristal Merah ataupun membaca semua novel Vandaria Saga. Kebetulan saja, saya yang selalu mengikuti Newsletter Vandaria setiap bulannya, lebih dahulu mendapatkan info mengenai buku ini sebelum membaca bukunya. Di Newsletter Vandaria Vol. 9 bulan oktober 2012 diulas lebih dalam mengenai latar belakang Tabir Nalar, termasuk di dalamnya para tokoh, senjata, kemampuan dan organisasi yang ada di dalam Tabir Nalar. Kalau kurang kerjaan kayak saya, silahkan cari Newsletter-nya dan baca sebelum membaca novel ini🙂

Cervale Irvana, adalah seorang frameless dengan kekuatan membaca pikiran dan mental orang lain. Bukan hal istimewa bagi Cervale, karena semua marga Irvana mempunyai kemampuan itu. Yang istimewa dari Cervale adalah sikap tenangnya dan kecakapannya dalam melakukan analisis. Terbukti beberapa kode misteri berhasil diungkap lewat analisisnya. Sayangnya kecakapannya itu justru membawa petaka baginya.

Cervale bersahabat dengan Barad Turvor, seorang manusia pemimpin Kesatria Konklaf yang bertugas menjaga keamanan Nirvana. Pengalaman masa lalu Barad yang pahit membuatnya terlibat dalam satu konspirasi melawan Raja Tunggal. Konspirasi ini menginginkan perpecahan antara kaum frameless dan manusia. Padahal Raja Tunggal sendiri yang memulai perdamaian antara kedua kaum tersebut.

Cervale dan Barad bekerja sama mengungkap misteri pembunuhan beberapa anggota Majelis Raja Tunggal atas arahan dari pimpinan tertinggi Majelis, Kanselir Shah Azhad Olacion. Sayangnya komunikasi antara Cervale dan Barad yang minim membuat Cervale justru mencurigai Barad. Apalagi ketika Barad diketahui ada hubungannya dengan peledakan misterius di Akademi Penelitian Rune empat tahun yang lalu. Kekasih Barad, Loretta yang menemukan Rune yang bisa menyamakan kemampuan manusia dengan frameless, tewas terbunuh dalam peledakan itu. Bisa jadi Barad ingin membalas dendam atas kematian kekasihnya.

Misteri tersebut tidak akan dipecahkan oleh Cervale tanpa bantuan seorang gadis bernama Rilsia Alass. Manusia yang adalah peneliti terbaik di Akademi Penelitian Rune dan Relikui ini menemukan senyawa yang dapat membantu Cervale mengungkap misteri pembunuhan tersebut dan mencari tahu siapa dalang dari konspirasi besar ini.

Tabir Nalar ini berbeda dengan Vandaria Saga yang saya baca sebelumnya, karena tema mysteri-thriller yang diangkat dalam novel ini. Berdasarkan POV Cervale Irvana, tokoh utama dan POV orang ketiga, misteri dan konspirasi melawan Raja Tunggal diceritakan dengan apik. Saya sendiri ikut antusias memecahkan kode-kode misteri yang ditemukan oleh Cervale, dan ehm.. saya berhasil memecahkan kode pertama itu sebelum Cervale. Dugaan saya mengenai siapa dalang konspirasi dan bagaimana caranya si dalang bekerja juga tepat. Hm.. jangan-jangan dalam diri saya ada darah frameless ya..😀

Saya sangat berharap masih ada kisah Vandaria lainnya yang memberi nuansa berbeda seperti ini. Fantasy-nya tetap terasa meskipun tidak semata-mata adegan laga dan pameran kekuatan mistis dari tokoh-tokohnya. Vandaria yang satu ini lebih “membumi” untuk pembaca yang bukan penggemar fantasy seperti saya. Empat bintang untuk Tabir Nalar.

2 thoughts on “#150 Tabir Nalar

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s