#158 Tokyo Zodiac Murders

15724390

Judul Buku : Tokyo Zodiac Murders

Penulis : Soji Shimada

Halaman : 360

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Berdasarkan pemahaman saya mengenai tubuh manusia, ada enam bagian tubuh yang utama: kepala, dada, perut, pinggul, paha dan kaki. Dalam astrologi, tubuh manusia – sebuah objek berbentuk kantong – merupakan cerminan miniatur alam semesta. Masing-masing bagian tubuh memiliki planetnya sendiri yang mengatur, melindungi, dan memberdayakannya.

Kepala dilindungi dan dikuasai Mars, planet penguasa untuk Aries, yang juga diberdayakan Mars. Dada meruapkan wilayah Gemini dan Leo, dilindungi Merkurius dan juga Matahari. Jika saya mengganti dada dengan payudara wanita, maka mereka berada di bawah pengaruh Cancer. Bulan menguasai Cancer. Perut adalah untuk Virgo, dikuasai Merkurius. Pinggul diserhakan kepada Libra, dikuasai Venus. Namun saya dapat mengganti pinggul dengan rahim. Scorpio yang dikuasai Pluto, mengendalikan organ seksual tersebut. Paha berada dalam wilayah Sagitarius, yang dikuasai Jupiter. Kaki adalah Aquarius, dikuasai Uranus

Paragraf diatas adalah kutipan dari surat wasiat Heikichi Umezawa, seorang pelukis yang juga memahami astrologi. Berdasarkan pengetahuannya itu Heikichi hendak membuat Azoth, sosok wanita dengan kekuatan tertinggi, yang akan memberikan kekuatan kepada Jepang. Untung bagi Heikichi, anak-anak dan keponakan yang tinggal bersamanya memenuhi kriteria untuk menghidupkan Azoth. Tentu saja dengan mengambil bagian tubuh mereka. Tokiko memiliki zodiak Aries, Yukiko berzodiak Cancer, Reiko berzodiak Virgo, Akiko berzodiak Scorpio, Nobuyo berzodiak Sagitarius dan Tomoko berzodiak Aquarius. Keenamnya akan bersinergi membentuk Azoth.

Tetapi yang kemudian menjadi misteri selama 40 tahun adalah karena Heikichi ditemukan tewas sebelum kematian wanita-wanita itu. Berbagai macam teori muncul setelah kejadian yang dikenal dengan Pembunuhan Zodiak Tokyo atau Insiden 2-26. Kazumi Ishioka yang adalah penggemar berat misteri merasa terusik dengan misteri yang tak terpecahkan itu. Bersama kawannya yang ahli astrologi, detektif amatir dan seorang yang nyentrik, Kiyoshi Mitarai, Kazumi ingin memecahkan misteri tersebut. Apalagi ketika seorang perempuan, Mrs. Iida datang membawa surat wasiat yang menambah rasa penasaran mereka. Seperti Sherlock Holmes dan Dr. Watson, mereka berusaha menguak misteri itu dalam waktu 7 hari saja.

Heikicho ditemukan tewas dengan kepala yang hancur karena pukulan benda tumpul di dalam studionya yang terkunci. Kematian Heikichi dilanjutkan oleh kematian putri tirinya Kazue Kanemoto yang diyakini tewas dibunuh dan diperkosa. Pembunuhan ketiga adalah pembunuhan enam gadis, anak-anak dan keponakan Heikichi dengan cara diracun dan dimutilasi. Mayat keenamnya ditemukan pada enam lokasi yang berbeda. Teori yang dikeluarkan oleh kepolisian saat itu mengatakan bahwa Heikichi dibunuh oleh istri dan putri-putrinya. Kemudian istrinya, Masako membunuh keenam anaknya. Meskipun Masako menyangkal tuduhan itu, dia tetap dipenjara. Siapapun yang melakukan pembunuhan berantai itu adalah orang yang cerdik. Setidaknya karena sampai 40 tahun misteri ini masih belum terpecahkan.

Buku ini unik. Mulai dari cara penulisannya yang ditulis babak per babak dari sudut pandang Kazumi, prolog dan epilog yang berisi surat wasiat yang memuat kunci dari misteri ini, hingga penulis, Soji Shimada yang menyelipkan pesannya di tengah-tengah kisah hanya untuk mengajak pembaca membongkar misteri dalam buku ini. Saya akui, saya kesulitan menghapalkan nama-nama tokoh Jepang dalam buku ini, sehingga saya tidak berusaha menemukan jawaban dari misteri seperti yang diinginkan penulis. Saya hanya berusaha memahami kisah yang agak rumit tapi sangat menarik ini hingga ke akhirnya. Ada yang mengatakan bahwa kisah misterinya mirip dengan misteri yang dipecahkan oleh Kindaichi. Well, bagi saya yang tidak pernah membaca komik Kindaichi, misteri pembunuhan berdasarkan zodiak ini adalah hal yang baru.

502px-Soji_Shimada_in_Black

Karya pertama dari Soji Shimada yang ditulis pada tahun 1979 ini dinominasikan dalam Edogawa Rampo Award. Soji kemudian meneruskan karyanya dengan menulis serial Detective Mitarai dan serial Detective Yoshiki. Selain sebagai novelis, Soji juga adalah seorang musisi. Saat ini dia tinggal di California, Amerika Serikat.

6 thoughts on “#158 Tokyo Zodiac Murders

  1. Saya selalu tertarik pada cerita misteri (kriminal bukan horor) Jepang seperti detektif Conan apalagi setelah melihat quote awalnya. Jadi ingin punya. Mbak kirimin dong kerumah, Wkkkwkk

  2. Aaahhh.. senangnya menemukan ada yang membaca buku ini juga.. Salam kenal😀
    Keren emang nih buku, tapi ya gitu.. bacanya bingung euy. Banyak nama, banyak tempat, banyak tahun.. *langsung pusing*.

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s