#159 Gio

13501282

Judul Buku : Gio (5th Street #2)

Penulis : Elizabeth Reyes

Halaman : 261 

Penerbit : Smashword Edition

Ketika membaca serial 5th Street yang pertama (Noah), di antara ketiga sahabat Noah (Gio, Hector dan Rebel) saya paling suka dengan Gio yang berkarakter tegas dan setia kawan. Gio juga yang paling dekat dengan Noah dan selalu memberikan nasihat sebagai seorang sahabat kepada Noah. Tetapi ketika saya selesai membaca buku kedua ini, kadar suka saya pada Gio menurun. Kenapa?

Seperti judulnya, tokoh utama dalam buku kedua adalah Gio. Diawali dengan kisah Gio yang sempat down karena lawan tandingnya meninggal dunia setelah KO di tangan Gio (yang belum mengikuti 5th Street, serial ini bercerita tentang pemuda-pemuda dengan profesi sebagai petinju amatir). Sejak saat itu Gio memutuskan berhenti dari profesinya sebagai petinju. Tetapi Jack pemilik 5th Steet gym berharap Gio tetap menjadi trainer. Soalnya namanya sudah dimasukkan sebagai ahli waris gym itu oleh Jack. Sebenarnya ketiga temannya yang lain juga akan menjadiahli waris, tetapi karena urusannya ribet, nama Gio yang pertama dimasukkan.

Felix, seorang petinju profesional alumnus dari 5th Street meminta Gio secara khusus untuk menjadi sparring partner-nya dalam rangka persiapan untuk pertandingan berikutnya. Gio diajak ke kompleks tempat Felix latihan. Fasilitas di sana membuat Gio terkagum-kagum. Tetapi yang membuat Gio lebih takjub adalah dia menemukan seorang gadis yang ternyata adalah gadis yang dulu sempat disukainya di SMA berada di kompleks itu. Bianca yang dulunya biasa saja kini tampil mempesona dengan matanya yang besar. Gio merasakan ketertarikan fisik pada Bianca kembali muncul. Sayangnya Bianca adalah pacar Felix, sahabatnya.

Selanjutnya bisa ditebak, Gio jatuh cinta pada pacar sahabatnya. Bianca sendiri juga ragu, dia mencintai Felix, tetapi kenapa Gio yang selalu hadir dalam mimpinya. Meskipun dalam kisah ini Felix digambarkan sebagai womanizer, tetapi menurut pengakuan Felix, Bianca adalah gadis yang bisa membuatnya meninggalkan sifat womanizer-nya itu. Gio yang mengetahui tentang gadis-gadis koleksi Felix merasa kesal setiap kali dia mendengar Bianca mengucapkan “i love you” pada Felix. Puncaknya ketika Felix harus meninggalkan Bianca dan Gio di kabin karena acara sosial, keduanya justru melampiaskan rasa penasaran di antara mereka dengan ciuman-ciuman mesra. Ciuman itu bukannya menghapuskan rasa penasaran, malah memicu hasrat yang lain. Noah sebagai sahabatnya Gio sebenarnya menasihati Gio, bagaimana pun juga Bianca adalah milik temannya. Tetapi Gio menjawab bahwa dia tidak bisa melawan kekuatan cinta.

Saya hanya memberikan bintang dua pada buku kedua ini. Yang pertama, yah karena Gio terhitung selingkuh dengan Bianca. Kemudian penyelesaiannya yang terkesan memaksakan keduanya untuk bisa bersatu (ups… spoiler detected). Lebih lanjut pewarisan gym yang tadinya saya duga akan menimbulkan masalah di antara keempat sahabat itu malah tidak diselesaikan dengan baik. Saya berharap kisah the youngest one, Hector, akan lebih baik lagi.

3 thoughts on “#159 Gio

  1. Pingback: #235 Abel |

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s