#170 The Stinky Cheese Man: And Other Fairly Stupid Tales

407429

Judul Buku : The Stinky Cheese Man : And Other Fairly Stupid Tales

Penulis : Jon Scieszka & Lane Smith (Illustrator)

Halaman : 51

Penerbit : Viking Juvenile

Kelayakan Baca : 8 tahun ke atas

Peringatan : Buku ini bisa membuat anda tertawa terbahak-bahak. Sebaiknya masuk ke dalam kamar, tutup pintu dan nikmati buku ini seorang diri. Segala resiko silahkan tanggung sendiri.ūüėÄ

Peringatan di atas tidak mengada-ada. Soalnya saat saya membaca buku ini di laptop di sela-sela mengerjakan tugas kuliah, saya benar-benar ketawa sampai sakit perut. Suami saya heran, tugas kuliah macam apa yang bisa membuat saya tertawa. Okey, saya ceritakan sedikit tentang buku ini.

Alih-alih sebagai Fairy Tales,¬†sembilan kisah dalam buku ini adalah¬†fairly (stupid) tales. Semacam parodi dari dongeng-dongeng yang sudah terkenal di dunia. Sudah jadi parodi saja sudah lucu, ditambah lagi susunan di bukunya yang tidak biasa. Kadang narator tiba-tiba masuk ke dalam kisahnya. Ditambah ilustrasi gambar yang sedikit aneh, lengkaplah uniknya buku ini. Kesembilan kisah itu adalah : Chicken Licken, The Princess and The Bowling Ball, The Really Ugly Duckling, The Other Frog Prince, Little Red Running Shorts, Jack’s Bean Problem, Cinderumpelstilskin, The Tortoise and The Hair, dan The Stinky Cheese Man.

Saya kasih bocoran satu cerita ya… (pasti tahu deh dongeng aslinya kayak apa)

Once upon a time there was a mother duck and a father duck who had seven baby ducklings. Six of them were regular-looking ducklings. The seventh was a really ugly duckling. Everyone used to say, “What a nice looking bunch of ducklings – all except that one. Boy, he’s really ugly”.

The¬†really¬†ugly duckling heard these people, but he didn’t care. He knew that one day he would probably grow up to be a swan and be bigger and look better than anything in the pond.

Well, as it turned out, he was just a really ugly duckling. And he grew up to be just a really ugly duck.

The End.

:mrgreen:

Sudahlah. Cukup satu cerita. Soalnya cerita lainnya rata-rata sependek cerita di atas kokūüėÄ Saya benar-benar menyukai buku ini (sampai berpikir harus mencari versi printed-nya). Saya¬†tidak berusaha mencari tahu apa pesan moral dari parodi dongeng ini. Ngapain juga, toh buku ini tidak mau mengajak kita berpikir kok. Eh, tapi bisa jadi buku ini mengajak kita untuk tidak terlena dengan dongeng kan?

Postingan ini dibuat untuk memenuhi Reading Challenge Fun Year With Children Literature: Fun Months 2

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s