#224 Dreadfully Deadly History

dreadfully-deadly-history

Judul Buku : Dreadfully Deadly History

Penulis : Clive Gifford

Halaman : 232

Penerbit : Gagas Media

Buku ini adalah satu-satunya non fiksi yang saya pilih dalam buntelan #UnforgotTEN dari Gagas Media. Dari judulnya saja, sudah membuat saya penasaran. Apalagi ada tulisan “fakta unik seputar kematian, penyakit, dan bencana yang terjadi di dunia”. Bicara soal kematian, apakah buku ini kemudian jadi menyeramkan?

Ternyata tidak. Well… setidaknya itu menurut saya. Ada banyak fakta yang terasa lucu dan mengejutkan. Selain itu ada juga beberapa misteri yang belum terpecahkan yang berkaitan dengan kematian. Berikut saya kutipkan sebagian fakta yang ada di dalam buku ini.

Permintaan terakhir penulis terkenal, Charles Dickens, adalah acara pemakamannya harus dibuat sesederhana dan setertutup mungkin, dan tidak boleh ada seorangpun pelayat yang memakai syal, mantel, dasi hitam atau ‘kekonyolan yang menjijikkan semacam itu’  (Hal. 56) — :)

Jenderal dan pemimpin terkenal Prancis, Napoleon Bonaparte, meninggal pada 1821. Permintaan terakhirnya adalah agar kepalanya dicukur dan rambutnya dibagikan kepada teman-temannya. (Hal.71) — ini beneran ada yang dapat rambutnya?

Coimetrophobia – takut pada permakaman. Myctophobia – takut pada kegelapan. Necrophobia – takut pada kematian atau orang mati. Phasmophobia – takut pada hantu. (Hal.76)

Pembuat wiski-bourbon terkenal, Jack Daniels, menendang botol minumannya dengan marah saat dia tidak bisa membukanya. Ibu jari kakinya terinfeksi dan infeksi itu menyebar dengan cepat, hingga merenggut nyawanya pada 1911 (Hal. 143)

Selain fakta-fakta seperti di atas, dalam buku ini ada juga tips semacam DIY (do it yourself) seperti membuat mumi, membuat roti kematian, atau membuat arsiran tembaga ala orang Mesir. Ohya, di buku ini ada juga lho dimuat mengenai fakta kematian dari kampung saya, Toraja, yang dimasukkan dalam bagian Permakaman yang Mengagumkan *bangga*

Buku ini juga dilengkapi oleh ilustrasi yang menarik. Hanya saja, meski merupakan buku pengetahuan umum, ada baiknya buku ini dibaca oleh remaja dan orang dewasa. Untuk anak-anak, sebaiknya didampingi oleh orang tua. Jangan sampai mereka penasaran trus mau meniru salah satu cara kematian dalam buku ini.

3 stars

Postingan ini ditulis untuk #UnforgotTEN Project No.10

banner

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s