#239 Lost Man’s Lane

18367548

Judul Buku : Lost Man’s Lane

Penulis : Anna Katharine Green

Halaman : 380

Penerbit : VisiMedia

Amelia Butterworth adalah salah satu detektif perempuan yang hidup di New York pada abad ke-19. Setelah menyelesaikan kasus pada buku pertama, Affair Next Door, kali ini Ms. Butterworth didatangi lagi oleh seorang polisi, Mr. Gryce. Ms. Butterworth diminta untuk menyelidiki kasus hilangnya orang secara misterius pada sebuah jalan di kota X. Mendengar nama kota X, Ms. Butterworth teringat pada seorang kawan lamanya yang juga tinggal di kota itu. Sayangnya, kawannya ini sudah meninggal dunia, tetapi masih ada anak-anaknya yang tinggal di sana. Mengingat janjinya pada kawannya itu, Ms. Butterworth kemudian pergi ke kota X.

Ternyata keluarga Althea Knollys, teman Ms. Butterworth tinggal di jalan misterius yang kini dikenal dengan sebutan Jalan Orang Hilang. Sudah ada 5 orang yang hilang di jalan tersebut, dan tidak pernah ditemukan mayatnya. Ketika Ms. Butterworth tiba di rumah keluarga Knollys, dia disambut dengan canggung oleh anak-anak Knollys. Lucetta, si bungsu terlihat gugup. Loreen, kakaknya yang perempuan sepertinya sibuk dengan sesuatu. Sementara William, anak laki-laki Knollys, adalah sosok yang tidak ramah dan kasar. Selama Ms. Butterworth menginap di rumah itu, dia menjumpai banyak keanehan yang terjadi. Bahkan Ms. Butterworth dikunci di dalam kamarnya setiap malam. Apakah anak-anak Knollys ada hubungannya dengan kasus misterius hilangnya orang-orang di jalan tersebut?

Ketika melihat sampul buku dan kata pengantar pada novel ini, pembaca seakan dijanjikan suatu petualangan kisah detektif yang menegangkan sekaligus gelap. Tokoh detektif perempuan menambah rasa penasaran saya untuk segera menguak misteri dari buku ini. Kisah misteri ini diceritakan dari sudut pandang Ms. Butterworth. Tadinya saya berpikir, cara Ms. Butterworth menguak misteri serupa dengan Sherlock Holmes atau Hercule Poirot, ternyata yang saya jumpai berbeda. Pendekatan yang dilakukan oleh Ms. Butterworth tidak sama. Selain karena dia bekerja sendirian (kecuali Mr. Gryce bisa disebut sebagai penyelidik tambahan), Ms. Butterworth memiliki tempo lebih lambat dalam menguak misteri. Tetapi tentu saja, Ms. Butterworth berhasil menyusun kepingan misteri dan menemukan jawabannya.

Yang menarik lainnya dalam novel ini adalah adanya urband legend yang dilibatkan dalam misteri yang harus dipecahkan oleh Ms. Butterworth. Terkadang saya merasa seperti berada di dalam rumah tuan Knollys yang penuh misteri karena deskripsi yang diberikan oleh Ms. Butterworth. Mengingat kisah ini termasuk klasik, saya mengacungkan jempol untuk terjemahan yang mengalir dan membuat pembaca bisa terlarut dalam kisahnya. Masih ada beberapa typo, tetapi tidak banyak.  Ilustrasi peta Jalan Orang Hilang di dalam buku ini juga membantu pembaca dalam memahami kasus yang dihadapi oleh Ms. Butterworth.

Anne Katherine Green (1846-1935) adalah seorang penulis novel dan puisi dari Amerika. Kemampuannya menuliskan plot kisah dengan baik dan akurat membuat tokoh detektif karangannya disebut sebagai “The Female Rivals of  Sherlock Holmes”. Buku pertamanya The Leavenworth Case (1878) merupakan best seller sebelum Arthur Conan Doyle mengeluarkan serial Holmes-nya. Patricia D. Maida (1989) menulis buku tentang Anne Katherine Green dan menyebutnya sebagai “Mother of detective fiction“.

3 stars

PS. Terima kasih kepada @gila_buku dan VisiMedia atas kepercayaannya untuk mereview buku ini.

3 thoughts on “#239 Lost Man’s Lane

  1. Pingback: Apresiasi untuk Terjemahan Lost Man’s Lane (Visimedia, 2013) | selviya hanna

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s