#267 The Secret Letters of The Monk Who Sold His Ferrari

?????????

Judul Buku : The Secret Letters of The Monk Who Sold His Ferrari (Surat Rahasia Sang Biksu)

Penulis : Robin Sharma

Halaman : 264

Penerbit : MIC Publishing

Sebelumnya, saya mau mengucapkan terima kasih kepada mbak Selviya Hanna (editor buku ini) yang sudah memberikan kesempatan kepada saya membaca buku penuh inspirasi ini. Awalnya saya berpikir buku ini adalah non fiksi. Tapi, setelah membaca habis isi bukunya, sepertinya fiksi. Hanya saja, buku ini memang memuat banyak pelajaran hidup bagi pembaca.

Jonathan, seorang pria dengan karir yang bisa dikatakan sukses. Sayangnya kehidupan rumah tangganya tidak demikian. Istrinya Annisha memilih untuk tinggal terpisah dengannya, dengan membawa putra tunggal mereka, Adam. Jonathan tinggal di sebuah apartemen. Pekerjaannya membuat dia nyaris kehabisan waktu, bahkan pertemuan mingguan dengan Adam pun mulai kehilangan kualitasnya.

Suatu kali, seorang sepupu Jonathan bernama Julian menghubunginya lewat ibunya. Sebenarnya Jonathan tidak akrab dengan Julian. Terakhir dia mengetahui Julian meninggalkan karirnya sebagai seorang pengacara demi menjadi seorang biksu. Semua hartanya dijual demi mencari kebahagiaan di Himalaya sana. Pada saat bertemu dengan Julian, Jonathan sangat terkejut melihat penampilannya yang berbeda. Julian memberinya tugas mengumpulkan sembilan azimat yang pernah diperolehnya ketika belajar menjadi biksu. Masalahnya azimat itu tersebar di seluruh penjuru dunia, dimana azimat itu dijaga oleh sahabat-sahabat Julian. Menurut Julian, setelah azimat itu terkumpul maka akan digunakan untuk mengobati seseorang yang hidupnya dalam bahaya. Jonathan bimbang. Dia tidak pernah meninggalkan pekerjaannya, dan kali ini dia harus pergi selama kurang lebih tiga minggu. Tapi Jonathan tidak bisa menolak permintaan Julian. Mungkin saja orang yang hidupnya dalam bahaya itu adalah ibunya.

Jonathan dibekali sebuah buku jurnal dimana Julian memintanya menuliskan pengalamannya di jurnal itu. Semua biaya perjalanan ditanggung oleh Julian. Petunjuk demi petunjuk akan diberikan selama perjalanan itu. Jonathan mengunjungi banyak negara mulai dari Istanbul, Barcelona, Shanghai, Tokyo, hingga ke Taj Mahal. Satu per satu azimat dikumpulkan, demikian juga surat-surat singkat yang ditulis Julian saat memberikan azimat itu kepada masing-masing penjaganya. Ternyata perjalanan mengumpulkan azimat ini membuka mata batin Jonathan dalam mengevaluasi hidupnya sendiri.

Mungkin kamu penasaran apa azimat-azimat yang harus dikumpulkan Jonathan. Semuanya berupa benda-benda kecil. Tapi pesan yang mendampingi setiap azimat itulah yang penting. Berikut ini adalah ke-sembilan pesan yang bisa saya rangkumkan: (1) kekuatan autensitas; (2) rangkullah ketakutanmu; (3) hiduplah dengan kebaikan hati; (4) buatlah kemajuan kecil setiap hari; (5) lakukan usaha terbaikmu; (6) pilihlah pengaruhmu baik-baik; (7) kebahagiaan hidup paling sederhana; (8) tujuan hidup adalah mencintai; dan (9) dukunglah sesuatu yang lebih besar dari dirimu sendiri.

Bingung dengan pesan azimat itu? Hehe… memang harus baca bukunya biar mengerti. Sembilan pelajaran tadi tidak terasa membingungkan ketika diselingi dengan perjalanan Jonathan yang menakjubkan dan pertemuannya dengan orang-orang yang hebat.  Saya jadi tertarik ingin mengetahui siapa Robin Sharma, penulis buku ini. Silahkan kalian cari tahu di sini. Saya menemukan kesamaan karakter Robin dengan Julian.  Hal yang membuat saya kembali bingung apakah buku ini fiksi atau non fiksi. Apapun itu, buku ini tepat sekali saya baca untuk mengawali tahun 2014.

4 stars

One thought on “#267 The Secret Letters of The Monk Who Sold His Ferrari

  1. Pingback: Friday’s Recommendation #28 |

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s