#273 The Bear Came Over The Mountain

20524280

Judul Buku : The Bear Came Over The Mountain

Penulis : Alice Munro

Halaman : 64

Penerbit : BukuKatta

Buku seri sastra terjemahan dari BukuKatta ini berisi cerita pendek karya Alice Munro, pemenang Nobel Sastra tahun 2013. Cerpen ini pernah diadaptasi ke layar lebar berjudul “Away From Her”. Meski pada judul aslinya ada kata “Bear” tapi isinya sama sekali tidak bercerita tentang beruang.

Fiona dan Grant telah menikah selama 50 tahun. Selama menikah mereka tidak pernah terpisahkan. Hingga suatu waktu, Fiona mulai mengalami kemunduran dalam mengingat sesuatu. Kertas-kertas kecil berwarna kuning mulai banyak bertebaran di dalam rumah, ditempel di berbagai tempat. Pernah Fiona pergi berjalan-jalan di sekitar rumah mereka, yang kemudian dia menelpon Grant menanyakan jalan pulang ke rumah. Fiona ingat nomor telpon mereka, tapi lupa jalan pulang ke rumah.

Grant memutuskan membawa Fiona ke Meadowlake, sebuah rumah perawatan (mungkin seperti panti jompo). Sayangnya Grant tidak boleh menjenguk Fiona selama satu bulan. Itu syarat yang diberikan oleh Meadowlake. Sebulan berlalu, Grant pergi menjenguk Fiona. Rasanya seperti akan kencan pertama. Grant membawa bunga bakung untuk Fiona. Tetapi setibanya di sana dia melihat Fiona justru akrab dengan seorang pria bernama Aubrey. Sepertinya hubungan di antara keduanya sangat dekat dan saling membutuhkan. Beberapa kali Grant menjenguk Fiona, dia mendapati dirinya diacuhkan oleh kedua orang itu.

Hidup Grant sendiri tidak lurus-lurus saja. Dia juga pernah berselingkuh tanpa sepengetahuan Fiona. Mungkin karena itu Grant seperti “berbesar hati” menerima kenyataan bahwa Fiona bisa dekat dengan orang lain. Bahkan ketika Aubrey dipulangkan oleh istrinya dari Meadowlake, semangat hidup Fiona menurun. Grant ingin berbuat apa saja, meski dia harus membujuk Aubrey untuk kembali menjenguk Grant.

Meski kisahnya menarik, saya tidak bisa begitu menikmati cerpen ini. Mungkin karena terjemahannya, entahlah… saya sendiri belum membaca versi aslinya. Alurnya seperti melompat-lompat. Saya kadang bingung, kejadian ini terjadi di waktu lalu atau sekarang. Tapi, setidaknya saya jadi punya pengalaman membaca karya pemenang Nobel Sastra ini.

2 stars

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s