#294 Pulang

16174176

Judul Buku : Pulang

Penulis : Leila S. Chudori

Halaman : 464

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia

Rumah adalah tempat di mana aku merasa bisa pulang (Dimas Suryo)

Sudah lama saya mendapatkan buku pemenang KLA 2013 ini, tapi saya selalu menunda membacanya. Bayangan akan “beratnya” buku ini karena berlatar belakang sejarah termasuk salah satu alasannya. Akhirnya buku ini beredar ke beberapa teman yang ingin membacanya, sebelum kembali kepada saya di awal tahun ini. Ketika saya membacanya dalam semalam, ternyata dugaan saya salah.

Posting bareng

Memang novel ini mengambil latar belakang sejarah Indonesia tahun 1965. Siapa yang bisa melupakan peristiwa besar G30S PKI, yang menanadai awal terbentuknya pemerintahan Orde Baru? Dimas Suryo, kala itu bekerja di sebuah surat kabar diberi tugas menggantikan Hananto, sahabat sekaligus atasannya untuk pergi ke Chile. Kepergiannya itu sekaligus menyelamatkan jiwanya. Karena selama tiga tahun berikutnya, orang-orang yang diduga punya kaitan dengan PKI atau memiliki paham aliran “kiri” diciduk oleh pemerintah. Hananto salah satunya.

Selain Dimas, ada 3 rekannya (Nugroho, Tjai dan Risjaf) yang kebetulan juga mendapatkan tugas ke luar negeri ketika peristiwa itu terjadi. Mereka juga wartawan, yang akhirnya berubah status menjadi eksil politik. Paspor mereka dicabut, dan mereka tidak boleh kembali ke tanah air. Berpindah dari satu negara ke negara lainnya, hingga akhirnya mereka menetap di Perancis.  Tahun 1968, kala gerakan mahasiswa berkecamuk di sana, Dimas bertemu dengan Vivienne, seorang gadis Perancis. Mereka menikah dan mempunyai seorang anak bernama Lintang Utara.

Yang ingin diceritakan dalam novel ini adalah bagaimana kegalauan hati Dimas yang ingin kembali ke tanah air. Berkali-kali dia mengajukan visa, tapi selalu ditolak. Siapa yang menyangka Lintang Utara, anaknya, berhasil masuk ke Indonesia berbekal tugas akhir membuat film dokumenter tentang korban G30S. Lintang, yang awalnya melihat Indonesia hanya sebagai sebuah cerita sejarah, akhirnya menemukan akar-nya ketika dia melihat sendiri peristiwa kerusuhan Mei 1998.

Satu hal yang membuat saya betah membaca buku ini adalah karena unsur romance-nya yang sangat terasa. Dimulai dari ketika Dimas bertemu dengan cinta pertamanya, Surti Anandari, berlanjut ketika akhirnya Surti malah disunting oleh Hananto. Tapi jiwa proletar Hananto selalu mencari wanita lain bahkan ketika dia sudah memiliki anak dari Surti. Ada juga kisah cinta segitiga Risjaf – Rukmini – Nugroho. Patah hati tidak bisa bersama Surti dan tidak bisa kembali ke tanah air, Dimas menemukan kekuatannya kembali pada diri Vivienne hingga mendapatkan seorang putri bernama Lintang. Kisah cinta segitiga antara Nara-Lintang-Alam (anak dari Hananto) juga mewarnai beberapa bab terakhir buku ini. Begitu banyaknya kisah cinta anak manusia dalam buku ini, hingga memberanikan saya memasukkan buku ini dalam rak romance. Btw, saat membaca buku ini saya berkesimpulan ternyata seks bebas di kalangan anak muda sudah ada sejak dulu. Silahkan membacanya untuk mencari tahu lebih detail.

Terlepas dari itu, saya bisa memahami rangkaian sejarah yang ingin disampaikan oleh penulis. Bagaimana rasanya menjadi orang yang terbuang, yang ingin sekali pulang ke rumah, tapi selalu dihalang-halangi. Meski pada akhirnya, Dimas berhasil pulang setelah tubuhnya hendak disatukan dengan tanah. Penggunaan beberapa ikon cukup mewakili, misalnya cengkeh yang menggambarkan eksotisme Indonesia, tokoh wayang yang melukiskan kekuatan dan rasa pengabdian, juga kunyit dan melati yang melambangkan cinta sejati Dimas kepada Surti.

3 stars

4 thoughts on “#294 Pulang

  1. hehehehe, gara-gara romancenya aku jadi tertarik baca buku sastra yang lain dan aku suka banget dengan gaya bercerita mbak Leila, suram-suram gimana gitu, pas dengan seleraku😀

  2. rata2 review buku ini ada dua jenis: yang kecewa karna unsur romancenya kebanyakan, dan yg justru menikmati karena takaran romans yang dirasa pas :)) aku penasaran bakal masuk yg mana. ngga sabar pingin baca buku ini buat BBI tema KLA🙂

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s