#297 Beautiful Disaster

17798943

Judul Buku : Beautiful Disaster (Beautiful #1)

Penulis : Jamie McGuire

Halaman : 480

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Abby Abernathy gadis baik-baik. Dia tak suka mabuk-mabukan dan tak pernah mengumpat. pakaiannya selalu rapi, dan dia yakin dia sudah melarikan diri cukup jauh dari masa lalunya yang suram. Tapi ketika tiba di Eastern University bersama sahabatnya, America, lembaran baru yang dimulainya langsung menghadapi tantangan.

Kisahnya dibuka dengan kunjungan Abby, America dan Shepley (pacarnya America) ke sebuah ruang bawah tanah untuk menyaksikan pertarungan tinju. Travis Maddox, sepupunya Shepley, adalah jagoan dari Eastern University yang sedang bertarung malam itu. Pertarungan ilegal ini sudah menjadi pundi-pundi uang bagi Travis dan Shepley. Abby menyaksikan sendiri sadisnya pertarungan itu, dan ketika darah lawannya Travis terciprat ke wajah dan pakaiannya dia hanya terperangah. Travis yang melihat Abby dalam kondisi berlumuran darah lawannya menjadi tertarik pada Abby. Err.. sounds creepy.

Maka dimulailah pendekatan Travis ke Abby. Abby yang tidak mau lagi kembali ke dunia masa lalunya jadi jual mahal ketika didekati oleh Travis. Semakin Abby cuek pada Travis, semakin Travis berusaha mendekati Abby. Sebenarnya sih Abby suka juga sama Travis. Kejadian matinya air panas di asrama mereka, membuat America mengajak Abby mengungsi dan nginap di apartemennya Travis dan Shepley. America jelas sekamar dengan pacarnya, dan Abby tentunya sekamar dengan Travis. Bayangkanlah rasanya tidur seranjang dengan orang yang kamu suka. Karena Abby masih jual mahal, Travis masih melanjutkan “petualangan”-nya dengan gadis-gadis lain (oh ya… Travis dikenal sebagai penakluk wanita). Suatu malam Travis pulang dalam keadaan mabuk membawa dua gadis dan bercinta dengan mereka di sofa ruang tamu. Setelah selesai, Travis menyuruh kedua gadis itu pergi, dan dia dengan santainya tidur di sebelah Abby. Abby kesal dan memilih tidur di luar. America yang melihat sahabatnya memilih mengajak Abby kembali ke asrama mereka. Tapi Abby menolak, dia masih ada taruhan dengan Travis yang harus diselesaikannya. Taruhannya, dia harus tinggal sebulan lamanya di apartemen Travis. Malam terakhir di apartemen Travis, Abby tidak tahan juga. Dia pun menyerahkan dirinya kepada Travis. Esoknya, merasa tidak ada harapan bersama Travis, Abby pergi dari apartemen itu hanya untuk mendapati kabar bahwa Travis ngamuk-ngamuk karena tidak menemukan Abby di tempat tidurnya.

Singkat cerita, Abby dan Travis pacaran. Travis menjadi posesif, baginya Abby hanya untuk miliknya. Dia sampai bikin tatto nama panggilan Abby (Travis memanggil Abby dengan sebutan Pigeon) di tangannya, dan tatto ikrar setia di rusuknya. Ketika Abby dalam kesulitan karena orang dari masa lalunya datang kembali mengganggunya, Travis langsung pasang badan. Abby melihat ada yang salah dalam hubungan mereka. Travis yang dikenalnya dahulu tidak mengenal rasa takut, kini menjadikan Abby sebagai sumber ketakutannya. Jika tidak ada Abby di dekatnya dia bisa frustasi, marah, dan tidak menjadi dirinya sendiri.

Well… saat membaca buku ini saya tidak bersimpati baik pada Abby maupun Travis, meski sempat dijelaskan sedikit latar belakang mengapa keduanya jadi punya karakter tersebut. Abby yang plin-plan ditambah Travis yang berpikir kekerasan bisa jadi jawaban masalahnya. Kisah cinta on-off membuat saya merasa capek membaca novel ini. Saya malah suka dengan pasangan America dan Shepley, yang loyal pada temannya. America ini sampai bela-belain meninggalkan keluarganya dan mengikuti Abby kemanapun demi keselamatan Abby. Shepley sendiri sering terjebak antara membela sepupunya atau sahabat pacarnya.   Kabarnya nanti di buku kedua, kita akan mendapatkan kisah yang sama tapi dari sudut pandang Travis Maddox. Saya sendiri ga penasaran, dan belum yakin apakah akan membaca buku kedua atau tidak.

Ohya, meski tokohnya masih anak kuliahan tingkat awal, novel ini dibandrol dengan label Novel Dewasa. Ada adegan kekerasan, judi, poker, seksual di dalamnya. Pastikan kamu cukup umur dan berpikiran terbuka sebelum membaca novel ini.

2 stars

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s