#327 The Duke And I

20710309

Judul Buku : The Duke and I (Bridgertons #1)

Penulis : Julia Quinn

Halaman : 464

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Akhirnya saya mulai membaca Bridgerton Series ini, setelah mendapat pinjaman dari seorang teman. Kisah keluarga Bridgerton diawali dari gadis perempuan pertama di keluarga itu, Daphne Bridgerton. 

Simon Basset lahir setelah ibunya mengalami beberapa kali keguguran. Sayangnya kelahiran Simon diiringi kematian ibunya. The Duke of Hastings yang sudah lama menantikan kehadiran pewaris menaruh harapan besar pada Simon. Tetapi, Simon kecil memiliki kekurangan. Dia tidak bisa bicara hingga umur 4 tahun, dan ketika akhirnya bisa bicara Simon ternyata gagap. Ayahnya yang kecewa kemudian mengingkari keberadaan Simon. Simon juga kecewa dan marah terhadap ayahnya. Dia pun membuktikan bahwa dirinya bisa sempurna seperti keinginan ayahnya. Tapi ada dendam yang terus dibawa di dalam hati Simon.

Daphne Bridgerton telah melewati dua musim, tapi belum juga mendapatkan calon suami. Kepintarannya dalam berkata-kata membuat laki-laki menganggap dia bukan calon istri yang potensial. Ketika Simon (yang juga adalah kawan dari Anthony kakaknya) datang dan mengatakan tidak ingin menikah, Daphne dan Simon membuat kesepakatan untuk berpura-pura bertunangan. Simon bisa terhindar dari ibu-ibu ambisius dan nilai Daphne bisa naik di mata kaum pria.

Tetapi Daphne benar jatuh cinta pada Simon. Tekadnya yang kuat membuatnya berani memperjuangkan cintanya. Di suatu acara dansa, Anthony memergoki Simon dan Daphne sedang berduaan di taman yang gelap. Masa itu ada aturan dimana seorang pria tidak boleh merayu saudara perempuan sahabatnya. Anthony berang. Dia mengajak Simon untuk duel. Daphne yang tidak ingin Simon mati memaksa Simon menikahinya. Akhirnya Simon menerima paksaan Daphne, dengan perjanjian Simon tidak bisa punya keturunan.

Nah…bagian lucunya dimulai. Menikahlah Simon dan Daphne. Sepandai-pandainya Daphne, untuk urusan hubungan intim antara laki-laki dan perempuan dia tidak tahu apa-apa. Penjelasan dari ibunya pun tidak menolong. Ketika Simon mengatakan dia tidak bisa punya anak, Daphne mengira dia impoten. Simon tersinggung dan membuktikan pada Daphne bahwa dia tidak impoten. Tapi karena Simon tidak ingin punya anak, setiap habis bercinta dia membuang benihnya di seprei. Setelah Daphne memahami bahwa untuk memiliki anak benih Simon harusnya dibuang di dalam dirinya, Daphne marah besar dan merasa dibohongi. Hingga akhirnya ketika Simon mabuk, Daphne melihat ada kesempatan untuk mendapatkan benih Simon.

Sebenarnya ceritanya lucu, tapi terasa ada yang kurang karena terjemahannya. Ada beberapa dialog yang rasanya tidak nyambung. Jadinya ya…bintang 3 cukuplah. Saya jadi penasaran dengan kelanjutan series ini. Yang menarik dari keluarga ini karena delapan bersaudara namanya alpahbetical. Ada Anthony, Benedict, Collin, Daphne, Eloise, Francesca, Gregory dan Hyacinth. Dan semuanya ada ceritanya sendiri. Ohya, kabarnya ada tambahan epilog ke-2 di buku ke-9. Intip dulu ah… keburu lupa ntar sama ceritanya.

3 stars

One thought on “#327 The Duke And I

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s