#328 The Nine Lessons

11704100

Judul Buku : The Nine Lessons

Penulis : Kevin Alan Milne

Halaman : 323

Penerbit : Qanita 

August Witte dan Erin Witte telah menikah selama 7 tahun. Selama itu pula mereka (lebih tepatnya August) menunda untuk memiliki anak. Betapa terkejutnya August ketika suatu hari Erin menunjukkan sebuah testpack yang menandakan kehamilannya. Pernikahannya terancam retak karena kehamilan Erin.

August marah, dia menganggap Erin sengaja membuat dirinya hamil, seperti yang diinginkannya selama 7 tahun pernikahan mereka. Tapi lebih dari itu August lebih marah kepada ayahnya, London Witter. August dibesarkan oleh ayahnya, ibunya meninggal dunia akibat kanker saat August masih kecil. Selama bersama ayahnya, August “dibentuk” oleh ayahnya untuk menjadi pemain golf profesional. Masalahnya, tidak seperti ayahnya,  August tidak memiliki bakat dan minat dalam permainan itu. Ketika dewasa, August menjadi tidak percaya diri. August merasa dirinya akan menjadi contoh yang buruk buat anak-anaknya kelak. Makanya August tidak ingin punya anak. Memelihara hewan peliharaan jauh lebih mudah bagi August.

Dalam kemarahannya pada ayahnya, August menuduh ayahnya menjadi sumber ketidak percayaan dirinya. Dia ingin tahu alasan ayahnya membesarkannya seperti yang sudah terjadi. Ayahnya kemudian menunjukkan tumpukan kartu golf yang berisi catatan harian ayahnya sejak pertama kali bertemu dengan ibunya, hingga August lahir dan berkembang. August boleh membacanya dengan catatan August harus menemani ayahnya bermain golf selama sembilan kali, satu kali setiap bulan selama 9 bulan kehamilan Erin.

Golf adalah guruku yang terbaik — golf itu hidup, dan hidup adalah golf.

Dimulailah pelajaran kehidupan tentang bagaimana menjadi orang tua lewat permainan golf. Setiap bulannya, sambil bermain golf ayahnya memberikan filosofi menjadi seorang ayah, dan berusaha mengusir ketakutan dalam diri August. Sementara itu, August juga berusa menyesuaikan diri dengan kehamilan istrinya. Tidak mudah, penuh amarah, kekecewaan, dan sakit hati. Dan diperlukan kesempatan kedua untuk semuanya.

Sebagai orang tua yang baru, saya memahami kegalauan August dalam menghadapi kelahiran anaknya. Ada rasa ketakutan nantinya tidak bisa menjadi orang tua yang baik. Pelajaran pertama dari buku ini adalah bahwa tidak ada orang yang siap untuk menjadi orang tua, dan tidak ada orang yang akan menjadi orang tua yang sempurna. Latihan dan latihan membuat pengalaman menjadi lebih kaya, karena tidak setiap hari “cuaca” terang dan menyenangkan.

Hingga akhirnya menundukkan kepala dan menekuk lutut adalah pelajaran terakhir yang diterima oleh August. Di saat tidak ada lagi yang bisa dilakukan, berdoa dapat menjadi solusi. Setiap orang tua akan selalu berdoa baik untuk dirinya sendiri terlebih lagi buat anaknya. Bagaimana dengan pelajaran lainnya? Silahkan membaca dan belajar dari permainan golf ala London dan August Witte🙂

3 stars

Posting bareng

3 thoughts on “#328 The Nine Lessons

  1. Ini baru diterjemahkan kah, Mbak Desty?
    Aku pernah baca buku Kevin Allan Milne yg lain, Pesan-Pesan Cinta kalau nggak salah, menyentuh juga, dan sama-sama ada figur orangtua yg akhirnya ‘menyadarkan’ atau ngebantu menyelesaikan masalahnya si tokoh utama🙂

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s