#332 The Food of Love

2818922

Judul Buku : The Food of Love (Santapan Cinta)

Penulis : Anthony Capella

Halaman : 504

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Darimana datangnya cinta? Tanyakan itu pada ibu-mu, dan mungkin beliau akan menjawab, dari perut naik ke hati. Itulah pendapat beberapa orang tua yang mengatakan untuk memenangkan hati seorang pria, manjakanlah perutnya. Hal yang sama terjadi di dalam novel yang yummy ini.

Laura Patterson berkunjung ke Roma,Italia untuk mempelajari tentang sejarah seni di kota itu. Di kota itu, Laura mendapati dirinya yang tidak beruntung mendapatkan teman kencan yang menyenangkan hatinya. Setelah menceritakan pengalaman kencannya yang tidak menyenangkan pada temannya, Carlotta, dia memutuskan akan mencari teman kencan seorang pria yang pintar memasak.

Tommaso Massi telah sering melihat Laura, si gadis Amerika. Di dalam benaknya langsung timbul keinginan untuk mengencani gadis itu dan membawanya ke tempat tidur. Sayangnya dia hanyalah seorang pelayan, sementara gadis itu hanya tertarik dengan pria yang pandai memasak. Tapi bagi Tommaso yang berprinsip “ada banyak gadis cantik sementara hanya ada satu Tommaso” menganggap hal itu bukanlah hambatan. Dia mengaku dirinya seorang chef di sebuah rumah makan terbaik di Roma. Untuk memuluskan rencananya mendapatkan Laura, Tommaso membutuhkan bantuan Bruno, sahabatnya, yang adalah seorang chef.

Bruno setuju membantu Tommaso. Semua “masakan Tomasso” untuk Laura adalah buah tangan Bruno. Bruno yang memang sangat mencintai dunia memasak, tentu saja membuat masakan dengan sepenuh hati. Hasilnya, Laura sangat terkesan dengan masakan Tommaso, membuatnya langsung jatuh hati pada Tomasso. Apalagi ketika masakan Tommaso membangkitkan gairah di dalam dirinya. Sebenarnya Bruno juga jatuh cinta pada Laura, ketika pertama kali dia melihat gadis itu (tanpa mengetahui bahwa Laura adalah pacarnya Tommaso). Dan ketika Bruno mengetahui kondisi sebenarnya, Bruno jadi patah hati. Namun, dia tetap ingin memberikan yang terbaik bagi Laura lewat masakan.

Cinta dan makanan. Dua tema yang selalu diangkat oleh Anthony Capella dalam novelnya. Kali ini lebih terasa perpaduannya lewat Bruno, sang chef yang memasak menggunakan hati. Dia memilih setiap bahan dengan teliti dan tepat sehingga masakan olahannya menimbulkan efek melebihi afrodisiak. Sayangnya sikap tidak percaya diri Bruno membuatnya sering kehilangan kesempatan berharga. Saya sendiri tidak bisa menyukai Tommaso yang memanfaatkan temannya, berbohong demi mendapatkan kesempatan tidur dengan Laura. Bahkan ketika dia sudah merasa bosan, dia mengandaikan Laura sebagai daging buruan yang harus berganti ketika musim juga berganti.

Ngomong-ngomong soal masakan, tentu saja ada resep yang diselipkan di sana sini oleh penulis. Bahkan istilah-istilah di dunia kuliner yang akan menambah perbendaharaan khazanah pengetahuan pembacanya. Membaca tulisan Anthony Capella selalu membuat saya merasa cepat lapar, karena imajinasi saya begitu dimanjakan oleh deksripsi masakan yang lezat.

4 stars

2 thoughts on “#332 The Food of Love

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s