#374 [Blog Tour] Marry Now, Sorry Later : Review

MNSL

Judul Buku : Marry Now, Sorry Later

Penulis : Christian Simamora

Halaman : 438

Penerbit : Twigora

Di antara sekian banyak kisah klasik Disney, saya paling suka dengan kisah Beauty and The Beast. Beauty dengan kemurahan hatinya, mau berkorban demi ayahnya, hanya untuk memenuhi permintaan The Beast. Sementara The Beast sendiri, meski dia menyadari kekurangan dirinya tidak ragu untuk mencintai Beauty. Dan, Bang Ino bilang kalau kisah romansa klasik inilah yang menginspirasi dia membuat novel Marry Now, Sorry Later (MNSL).

Let’s met Beauty : Reina Hardiansyah

paperdoll 2

Seperti Beauty, Reina juga berasal dari keluarga old money. Sayangnya ayahnya terlibat hutang besar dengan direktur utama Shylock Indonesia. Sebuah fakta yang baru diketahui Reina saat ayahnya meninggal. Sebagai putri tunggal, Reina akan mengambil alih perusahaan ayahnya, termasuk tanggung jawab membayar hutang ayahnya. Sayangnya syarat yang diajukan oleh pemberi piutang itu adalah menikah dengannya.

Here comes The Beast : Jao Lee

paperdoll copy

Jangan membayangkan pria tinggi besar, berbulu dan brewokan ala monster. Sebaliknya dengan darah orientalnya, Jao Lee jauh dari penampilan menakutkan. Oh…mungkin aura intimidatif-nya yang membuat dia disegani. Direktur Utama Shylock Indonesia ini memberikan tawaran bagi Reina untuk menjadi istrinya demi menghapus hutang ayahnya. Bukan karena cinta, ketertarikan fisik lebih mendominasi di dalam pikiran Jao Lee saat memberikan tawaran itu pada Reina. Bagaimanapun juga baru Reina wanita yang membuatnya takjub di tempat tidur.

Reina tidak punya pilihan, akhirnya menerima pernikahan ini. Tetapi setelah mengucapkan janji suci di gereja, Reina memilih kabur di acara resepsi dan bersembunyi di Bali selama enam bulan. Ketika akhirnya Jao Lee menemukannya, Reina terpaksa menjalani sisa enam bulan pernikahannya. Itupun setelah dengan susah payah dia bernegosiasi dengan Jao Lee sehingga pernikahan mereka hanya akan berumur 1 tahun. Dalam waktu yang tersisa, Jao Lee berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi Reina, sebaliknya Reina berusaha menyangkali kenyamanannya dengan Jao Lee dengan membangun tembok keangkuhan setinggi-tingginya. Tapi…tetap ya pesona #JboyFriend sulit ditepis, Reina mendapati dirinya mulai meragu.

Ada rasa yang berbeda saat membaca MNSL jika dibandingkan dengan kisah para #JBoyFriend lainnya. Mungkin karena hubungan Jao dan Reina berada dalam sebuah pernikahan, kisahnya berasa “lebih”. Bukan hanya adegannya yang lebih berani (tapi tetap so sweet), tapi sosok Jao lebih dewasa dibandingkan “para J lainnya”. Suami-able deh singkatnya. Reina sendiri yang meski dikisahkan masih muda, tetap memiliki karisma wanita yang berpikiran matang, terutama saat dia dikucilkan oleh teman-temannya hanya karena jatuh miskin. Saya menyukai ucapan-ucapan sarkas ala Reina, apalagi  saat dia berargumentasi dengan Jao. Sementara cara Jao memperlakukan Reina sesuai rumus person-princess-goddess-person tentunya akan membuat pembaca seperti saya semakin mendamba🙂

Perbedaan lain yang saya rasakan adalah berkurangnya istilah-istilah ajaib dan kehadiran penulis di tengah-tengah kalimat seperti yang ada di Guilty Pleasure. Meski masih bertaburan merk dan brand, tapi nggak sampai berasa over. Jangan tanya soal quote, novel ini isinya quoteable dari halaman pertama sampai akhir. Ditambah beberapa kata yang dipilih menjadi “pembuka” setiap bab-nya, yang membuat saya semakin suka dengan novel ini. Ada yang menarik perhatian saya di dalam novel ini, yaitu ada gambar semacam lampion dengan tulisan cina. Saya iseng bertanya ke teman kost yang ngerti tulisan cina, dan katanya itu lambang pernikahan. Wow…sampai segitu detailnya ya..

Ohya, satu lagi perbedaan yang lumayan kelihatan adalah pemilihan cover. Biasanya hanya ilustrasi “pria J” saja yang muncul di cover, sekarang ada gambar wanita-nya. Pake lipstik merah pula *penting*. Karena kemarin pas nerima novel ini dibekalin lipstik juga, boleh dong saya berpose ala cover MNSL dengan “pria J” milik saya sendiri #upss

DSC_0973_1_1_1
Marry Now, (never) Sorry Later

Owkeeyy…ga mirip ya. Ada yang penasaran sama lipstik merah sampai lupa skenario😀

Udah ah… yang ngaku pencinta romance, novel ini wajib baca pakai banget. Mau gratisan?? Tunggu sesaat lagi ya….

5 stars

*Postingan ini juga disertakan dalam Reading Challenge Lucky No. 15 Kategori Opposites Attract

12 thoughts on “#374 [Blog Tour] Marry Now, Sorry Later : Review

  1. Seru tuch kalo beli novel dapet lipstik #ngarepbingitz hehehehe…
    Duuh… siapapun kalo di deketin Jao Lee yang tajir dan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi ceweknya pasti lama-lama luluh dech… kalo aku sich mau… #ngarepbingitzlagi hahahahaha…

  2. Hahaha harusnya aku pinjem yobel juga buat sesi photoshoot lipstik kemarin.

    Nice review mba. Aku ga merhatiin ada tulisan cina nya. Tapi emang sih ilustrasinya bagus bgt, serasa lg baca manhwa Goong

  3. Wajah Yobel epiiiiic! Haha itu dia merengut bingung lihat si mama sambil mikir “ini si mama ngapain sih?” XDDDDD

    Dan aku baru tahu alasan Jao menikahi Reina di review ini! Oh, jadi ketertarikan Jao itu karena visual ya? Oh, jadi itu toh. Keherananku akhirnya terjawab sudah di review mba Desty. :3

  4. semua blog kayaknya kepincut sama tokoh Jao ya, secara dalam setiap blog mereka bilang Jao itu suami-able. Duhh, makin penasaran gimana cara Jao meluluhkan hati Reina yang sudah siap menepis dengan membangun tembok keangkuhan setinggi-tingginya.

  5. OH! Jadi ini alasannya Reina mau nikah sama Jao. Cukup mainstream yaaa, tapi aku yakin pasti Bang Ino bisa meracik novel ini dengan sangat bagus sampe akhirnya membuat admin blogtour ini sangat terkesan dengan sosok Jao Lee. Jadi nyesel karena ga sempet ikut PO huhu:(

  6. MNSL ini makin bikin penasaran karena jadi favorit semua host blog.. Mungkin karena Jao-nya udah nikah, ya.. Apalagi si Reina juga digambarkan dengan karakter yang keras kepala. Jadi penasaran!!

  7. Kyaa…saya termasuk pecinta romance entah sejak zaman apa. Kalau dipikir-pikir cerita romance itu nggak pernah bikin bosen. Selalu ada aja kejutan yang dihadirkan penulis dalam setiap karya romance-nya. Membaca review di blog ini membuat saya makin kesemsem sama J ke-delapan ini. Kayaknya bakal masukin novel ini ke list yang harus dibaca tahun ini deh🙂

  8. Boleh minta copian bab 12-nya ga mba? Aku beli novelnya tp ternyata pas dibuka ga komplit, cuma sampe halaman 422 T_T nanggung banget niy. Mau dikirim ke penerbitnya takut ga dikembaliin T_T

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s