#385 Tiga Sandera Terakhir

25674513

Judul Buku : Tiga Sandera Terakhir

Penulis : Brahmanto Anindito

Halaman : 316

Penerbit : Noura Books

Sejak membaca Satin Merah, Brahmanto Anindito langsung masuk dalam daftar penulis favorit saya. Jarang ada penulis Indonesia yang setia dengan genre thriller. Begitu mengetahui ada novel terbaru karya beliau ini, saya langsung membelinya. Apalagi cover dan judulnya sudah menarik. 

Ternyata novel ini bukan novel misteri thriller seperti dua novel beliau sebelumnya Rahasia Sunyi dan Satin Merah. Kali ini lebih banyak action-nya. Di halaman judulnya saja sudah tertulis terinspirasi dari konflik berdarah di Papua (kisah penculikan peneliti Lorentz) yang melibatkan TNI dan OPM. Dan….ya… dalam novel ini tokohnya memang dari TNI dan OPM.

Kolonel Nusa dari Kopassus ditunjuk untuk membebaskan tahanan sipil (3 WNA dan 2 WNI) yang disandera oleh OPM. Meski atasannya menghendaki langsung diadakan operasi militer, namun Nusa berkeras hendak menempuh jalan damai terlebih dahulu. Nampaknya jalan damai tidak berhasil. Satu sandera tewas. Operasi militer pun dilaksanakan. Nusa semakin panas ketika dalam operasi militer tersebut, satu bawahannya dikabarkan tewas.

Ketika atasannya mengetahui kegagalan Nusa dalam operasi militer tersebut, Nusa langsung dicopot dari tugas itu, plus mendapatkan skorsing. Merasa tidak terima namun juga tidak berdaya, Nusa harus menelan kenyataan pahit dirinya gagal. Tapi, ketika dia hendak kembali ke Jakarta, tiba-tiba dirinya diminta menjadi pimpinan Tim Hantu yang ditunjuk untuk menumpas Jenderal Enkaeri, pimpinan OPM yang menewaskan bawahannya.

Meski awalnya agak tersendat membacanya (karena sibuk), semakin ke belakang, kisahnya semakin menarik dan menegangkan. Budaya Papua pedalaman, kesadisan OPM, tindak tanduk TNI adalah perpaduan yang menarik. Saya bahkan sempat merasa mual karena membaca tentang mumifikasi di pedalaman Papua saat sarapan pagi. Tapi saya suka dengan joke-joke ala Papua di dalam novel ini. Bagian favorit saya tentu saja saat Tim Hantu beraksi.

Sebelum saya membaca buku ini, saya sempat mencari tahu tentang penculikan peneliti yang terjadi di tahun 1996 itu. Ada banyak info yang bisa didapatkan di dunia maya. Saat kejadian itu terjadi, saya masih duduk di bangku SMP, dan tidak begitu peduli dengan politik, perang, dan militer. Beberapa bagian memang diadaptasi ke dalam novel ini, tapi dengan setting waktu yang berbeda.

Tapi sampai tadi saya menutup halaman terakhir buku ini, saya masih bertanya-tanya, siapa yang dimaksud dengan tiga sandera terakhir itu? Somebody please remind me🙂 Terlepas dari itu, saya sangat merekomendasikan buku ini. Bacalah agar matamu bisa “melihat” apa yang terjadi di ujung timur Indonesia. Ohya, boleh juga jalan-jalan dulu ke sini biar makin penasaran sama bukunya. Bisa belajar bahasa Papua juga lho di situ.😀

4 stars

2 thoughts on “#385 Tiga Sandera Terakhir

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s