[BlogTour and Giveaway] #393 Sudut Mati

26199820

Judul Buku : Sudut Mati

Penulis : Tsugaeda

Halaman : 352

Penerbit : Bentang Pustaka

“Maafkan aku, Ibu! Tapi, Ayah harus dihabisi.”

Kisah ini dibuka dengan kematian seorang perempuan bernama Prameswari. Dia meninggal karena kecelakaan di tangga rumahnya. Hasil penyelidikan polisi menunjuk Teno, anak kedua Prameswari sebagai pelaku pembunuhan, meskipun bukti yang memberatkannya hanya selembar kertas bertuliskan kalimat pembuka di atas. 

Prameswari meninggalkan suami dan empat orang anak. Sigit Prayogo adalah pengusaha sukses dari Prayogo Group. Anak pertamanya, Titok , disebut-sebut sebagai pewaris bisnis besar ayahnya meski semua orang tahu Titok tidak becus dalam bekerja. Yang dia tahu hanyalah menggunakan nama besar Prayogo untuk kepentingannya. Tapi Titok punya kelebihan. Dia tidak mengenal rasa takut jika itu berurusan dengan fisik. Sejak remaja, Titok sudah tumbuh menjadi pemuda tegap dan sering berkelahi. Yang dia takutkan hanya satu. Jika mimpinya yang berdarah-darah itu menjadi kenyataan.

Teno adalah anak kedua. Meski pintar, Teno cenderung anti sosialis. Beberapa kali Teno membuat ulah hanya dengan ucapan-ucapannya yang menimbulkan huru-hara. Bukan sekali Teno bertengkar dengannya. Pernah Teno bahkan pergi meninggalkan rumah setelah berselisih pendapat dengan ayahnya. Dengan berakhirnya Teno di penjara sebagai tertuduh pembunuh ibunya, Sigit sedikit bernapas lega. Tapi, Teno selama Teno masih hidup dia tetap menjadi ancaman.

Anak ketiga, Titan dikenal sebagai anak yang pendiam. Sifat Titan yang selalu ingin memperbaiki segala sesuatu terkadang membuat saudara-saudaranya memanfaatkan dia. Ketika ibunya meninggal, Titan memilih untuk pergi ke Amerika melanjutkan studinya. Kabarnya dia bahkan tidak ingin kembali ke Indonesia. Sayangnya kondisi Prayogo Group yang diambang kehancuran mengharuskannya kembali. Bersama Kath, kekasihnya, Titan pulang untuk memperbaiki bisnis keluarganya. Tetapi peringatan dari adiknya tentang Kath yang harus diwaspadai, membuat Titan mulai meragu.

Sementara itu, si bungsu Tiara sebagai satu-satunya anak perempuan Sigit justru memilih untuk menikah dengan pewaris bisnis Ares Inco, musuh terbesar Prayogo Group. Karirnya sebagai aktris sedang naik daun. Namun Tiara selalu waspada setiap hari, karena dia tahu hidupnya terancam. Hanya Titan, kakaknya yang dia percaya bisa membantunya. Hanya saja, kalau nasib kakaknya sendiri tidak aman, bagaimana dirinya bisa selamat?

Aku harus menciptakan sudut mati ini. Biarlah meledak sekali, lalu selesai

Sudut Mati menyajikan banyak konflik. Perseteruan keluarga, masalah bisnis, dendam, pembunuh bayaran, sampai misteri orang terdekat. Komplit. Tapi tenang saja, banyak konflik tidak akan membuat pembaca menjadi bingung. Sebaliknya, dengan alur cepat, novel ini page turner banget. Saya tidak rela meletakkan bukunya sebelum tiba di halaman terakhir.

Tsugaeda memanfaatkan salah satu fenomena pemilihan presiden di Indonesia sebagai salah satu background di novel ini. Tokoh Sigit Prayogo mengingatkan saya pada salah satu calon presiden yang menggunakan nama tenarnya di dunia bisnis untuk maju sebagai pemimpin bangsa. Trus konflik bisnis yang selama ini hanya saya lihat di film-film action akhirnya membuat saya bertanya-tanya, ini beneran bisa terjadi di Indonesia ya?

Ah…sulit membuat reviewnya tanpa spoiler. Buku bagus memang gitu sih… *wink*

4 stars

BlogTour Sudut Mati

GIVEAWAY TIME

Tuh…biar saya nggak senang sendirian, ada 1 buku Sudut Mati gratis buat kamu. Cara mendapatkannya sederhana saja.

  1. Peserta giveaway ini berdomisili di Indonesia ya. Tuliskan nama, email, dan kota domisilimu di kolom komentar.
  2. Follow @tsugaeda, @bentangpustaka dan @destinugrainy. Kemudian share giveaway ini di twitter. Jangan lupa mention ketiga akun di atas dan gunakan hashtag #SudutMati. Trus tinggalkan link-nya di komentar di bawah ini ya.
  3. Jawab pertanyaan berikut, “Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata Sudut Mati?”

Giveaway ini berlangsung selama 1 – 6 November 2015. Pengumumannya di blog ini juga pada tanggal 7 November 2015.

***UPDATE***

Terima kasih kepada 37 orang peserta yang telah berkenan berbagi pendapat tentang #SudutMati pada giveaway kali ini. Dan yang beruntung untuk mendapatkan 1 buku Sudut Mati adalah:

Diki Siswanto

Selamat!! Saya akan menghubungi kamu via DM twitter dan email untuk konfirmasi alamat. Untuk peserta yang belum beruntung jangan lupa mengunjungi http://ariansyahabo.blogspot.co.id ya

40 thoughts on “[BlogTour and Giveaway] #393 Sudut Mati

  1. Nama : Safitri Ariyanti
    Email : safitriariyanti@gmail.com
    Kota Domisili: Lampung Tengah
    Link share: https://mobile.twitter.com/safitriariyanti/status/660602955079397377?p=v

    Jawaban: Yang terlintas dibenak saya adalah sebuah posisi. Posisi di mana seseorang tersudut, terjebak, terkunci, dan mati langkah. Posisi di mana seseorang sudah mencapai batas pertahanannya, tak ada jalan keluar dan jalan untuk kembali. Ini adalah titik akhir dari segala pertahanan yang sudah ia dibangun.

  2. Nama: Eni Lestari
    Email: shinra2588@yahoo.com
    Kota Domisili: Malang
    Link Share: https://twitter.com/dust_pain/status/660675504488361984

    “Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata Sudut Mati?”

    suatu keadaan di mana jiwa kita yang rapuh dipojokkan oleh ketakutan, kekalutan, dan permasalahan hidup yang tiada habisnya, sehingga tak ada harapan lagi untuk bertahan. pada akhirnya kita harus menyerah. saat itulah, mati adalah satu-satunya pilihan yang kita punya untuk terbebas dari permasalahan yang menghimpit hidup kita.

  3. Nama: Elsita F. Mokodompit
    E-mail: elsitafransiska@gmail.com
    Domisili: Gorontalo
    Link Share: https://twitter.com/sitasiska95/status/660692950565842945
    Jawaban: saya baru pertama kali dengar istilah sudut mati. Belum paham itu apa. Tapi yang terlintas di benak saya saat mendengarnya adalah saya melihag seseorang yang terjebak dalam satu ruangan berbentuk segitiga, ruangan itu tak berpintu juga tak berjendela. Dan seseorang itu ketakutan disana.”

  4. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Email : agathavonilia@gmail.com
    Domisili : Jember
    Link share : https://twitter.com/Agatha_AVM/status/660778654167728128

    “Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata Sudut Mati?”

    Kamu harus mati! Virus kematian menghantui seseorang. Berbagai terror dan ancaman selalu mengintainya. Hingga dia merasa, dia ada dalam lubang kegelapan. Dia selalu meringkuk dan tenggelam dalam pikirannya sendiri. Tidak ada tangan-tangan yang berusaha menjamahnya. Terkukung dan tidak lama lagi sang kematian menjemputnya. Pesan terakhir yang dia ucapkan “Berhati-hatilah dengan Sudut Mati.” Loneliness and deathness are waiting you.

  5. Nama : Yadi hidayat
    Email : Yadihidayat@gmail.com
    Domisili : Bandung
    Link share : https://mobile.twitter.com/iday93/status/660880005669388288

    Sudut mati adalah sebuah titik akhir dari sesuatu. Baik bagi pikiran, perjalanan atau hal lain sebagainya tapi sudut mati juga bisa merupkan sebuah awal dari sesuatu seperti sebuah kematian yang merupakn akhir tapi juga awal.
    Saat sesorang berada di sudut mati dia bisa saja berakhir atau malah memulai sesuatu yang baru.

  6. Nama: Eris Andriyani
    Email: ayaseyis@gmail.com
    Domisili: Batu Jatim
    Link share: https://twitter.com/RizAnNie88/status/660710362656862208

    Jawaban:

    Sudut mati menurutku adalah suatu keadaan dimana seseorang dihadapkan pada situasi yang belum pernah dia bayangkan sebelumnya.
    Terombang-ambing dalam gelombang ketidakpastian, hilang harapan, berjalan tanpa tujuan, tanpa penerang, buta arah, lelah, sendiri, merasa kalah, gelap dan tersesat.
    Tersudut dan diteror oleh ancaman yang membahayakan dirinya sendiri bahkan hal-hal diluar kuasanya pun ikut terancam.
    Baginya tak ada lagi harapan, seolah hanya kematian jalan keluar terbaik dari semua keadaan itu. Kematian menjanjikan sebuah kebebasan yang hanya akan berujung pada sebuah penyesalan.

    “Tersudut menunggu mati” seperti penggalan dari lirik lagu Sheila on 7

  7. Nama: pramestya
    Email: pramestya23@gmail.com
    Domisili: temanggung
    Link: https://mobile.twitter.com/p_ambangsari/status/661084073612316672

    Jawaban:
    Pertama kali langsung inget sama “ini buku terbitan Bentang yang terbaru”.
    Terus, sudut mati dalam pikiranku itu seperti nuklir yang berabad-abad sengaja dipendam buat balas dendam yang bisa bikin semua orang pada titik sekarat alias mau mati.
    Membaca kalimat “sudut mati” aku langsung ingat sama semua cerita berdarah, action, psikopat, dan kematian.

  8. Nama: Aya Murning
    Email: ayamurning@gmail.com
    Domisili: Palembang
    Link share:

    Jawaban:

    Yang terlintas di pikiranku saat mendengar dari kata “sudut mati” yaitu blind spot. Ingetnya malah sama istilah itu yang ada dalam gerakan wajib beladiri.😀

    Kalau beladiri dari Jepang biasa disebut Shikaku, yaitu blind spot atau sudut mati bagi lawan di mana pandangannya sudah mencapai batas penglihatan normal (60°) sehingga lawan tersebut tidak bisa melihat serangan apa yang akan kita berikan selanjutnya.

    Jadi, dari situ terlintas pula sebuah kesimpulan di pikiranku bahwa sudut mati adalah keadaan di mana seseorang berada dalam situasi yang tidak awas sehingga akan mudah dijatuhkan oleh musuhnya atau orang yang membencinya.

  9. Nama : Intan Novriza Kamala Sari
    Email : intankamala@gmail.com
    Kota Domisili : Kota Bengkulu
    Link share : https://twitter.com/Inokari_/status/661348612006240256

    Ikutan ya kak ^^

    “Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata Sudut Mati?”

    Mendengar kata sudut mati, aku langsung ingat sama bela diri Aikido. Itu loh, seni bela diri yang berasal dari budaya Jepang. Kabarnya, Aikido ini adalah manifestasi dari modernisasi pemikiran Jepang dengan selimut budaya Jepang tradisional. Makanya ngehits, jadi banyak yang tertarik mempelajarinya.

    Nah, di Aikido ada istilah –Shikaku- ->> yaitu SUDUT MATI lawan.

    Maksudnya, pandangan lawan terhadap serangan yang kita lakukan sudah terbatas karena sudut mata sudah mencapai batas penglihatan secara normal. Kurang lebih kira-kira besarnya 60 derajat diukur dari pandangan lurus lawan ke sudut mata.

    Jadi, semacam menyudutkan lawan sampai nggak bisa bergerak ke mana pun gitu, kak.

    Eh, tapi omong-omong, di permainan biliard ada juga istilah SUDUT MATI deng. Artinya nggak jauh beda sama istilah Shikaku. Yaitu sudut-sudut yang membuat proses bidik menjadi terganggu. Makin banyak sudut mati di permainan ini, maka makin susah buat menang.

    Trims kak🙂

  10. Tri Indah Permatasari
    Triyusufciduk@yahoo.com
    Palembang
    Link share: https://twitter.com/LiebeIs0503/status/661949220492972032

    Sudut Mati. Yang terpikirkanku olehku adalah “Kematian itu nyata dan semua orang pasti akan mendapatkan gilirannya dengan keadaan yang tak terduga. Bahwa ketika kau memikirkan kematian, kau tidak boleh meratapi dan hanya menyesali dosa atau kesalahan yang pernah dibuat itu hanya akan semakin menyudutkanmu, membuatmu terpuruk. Tapi jika kau memikirkan kematian dan kau merasa takut sehingga berpikir untuk berubah lebih baik lagi agar tidak ada penyesalan di alam baqa nanti, maka kau tidak akan takut akan kematian. Kau tidak perlu merasa tersudut.”

  11. nama: Aulia
    email: auliyati.online@gmail.com
    kota domisili: Serang
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/662108083456335872

    pertanyaan: Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata Sudut Mati?

    Jawaban:
    Pertama kali baca kata Sudut Mati ya saat baca judul novel ini. Jadi kalau mendengar kata Sudut Mati jadi ingat novel thriller karya Tsugaeda yg aku baca dari review para blogger menyajikan banyak konflik dari Perseteruan keluarga, masalah bisnis, dendam, pembunuh bayaran, sampai misteri orang terdekat. Terdengar sangat seru, menarik, dan bikin penasaran.😉

    Kalau dari definisi (menurut aku ya…) kata Sudut Mati yg terlintas di benak itu suatu keadaan terjepit yg istilahnya maju kena mundur kena, tidak ada pilihan untuk menghindar atau lari. Jalan satu-satunya adalah maju berjuang untuk menang/selamat. Kalau tidak, ya mati!

  12. njenengan ini hebad, bikin kuis selalu rame, dapet sponsor pula, saya bikin kuis ga pernah seru kyk gini, gak pernah dapet sponsor pula #malahcurcol :)))

  13. Nama: Diki siswanto
    email: dikisiswanto98(at)gmail(dot)com
    Domisili: Masamba
    Link : https://twitter.com/diki_twips/status/662589014633910272

    jawaban:
    Ketika mendengar (lebih tepatnya sih membaca) kata “Sudut Mati” pikiranku langsung tertuju pada ajal manusia. Yups, AJAL.

    Sebagaimana ajal manusia, sudut mati adalah titik dimana manusia tak dapat lagi mengelak, berkutik, maju maupun memundurkan keadaan apapun.

    Kita hanya bisa menjalaninya, karena pada saat itu adalah titik kelemahan kita. Mau tidak mau kita akan tetap MATI juga.

  14. nama : Tanya Fransisca
    email : tanya28fransisca@gmail.com
    domisili : Tangerang, binong permai
    link : https://twitter.com/TanyaFcsh_/status/662614165492625408

    jika mendengar kata sudut mati yang berada dalam otak saya adalah garis lurus, atau sudut 180 derajat. Bagi saya sudut mati terdengar aneh dan asing, sama halnya dengan garis lurus. Terkadang saya berpikir, hanya sebuah garis tapi mempunyao sudut yang cukup besar, 180 derajat, aneh bukan?

    mungkin itu kesamaanya dengan sudut mati. sudut di mana hanya ada sebuah garis lurus, di mana kau harus terus berjalan, baik kau berjalan maju atau mundur, arah tidak menjadi penting karena kau akan berakhir di tempat yang sama. di sebuah ujung dengan jurang tak berujung di bawahnya.

    seram, bukan? ya itulah sudut mati

  15. Nama: Thia Amelia
    e-mail: thiameliasn@gmail.com
    kota domisili: Bogor
    Link share: https://twitter.com/Thia1498/status/662627563148173312

    Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata Sudut Mati?

    Yang terlintas adalah sebuah keadaan dimana kita akan merasakan kematian. Melihat, menyaksikan, merasakan atau hanya dihantui oleh baying-bayang kematian yang ada. Sebuah keadaan dimana memerlukan keteguhan hati dan keyakinan diri untuk bangkit dari keterpurukan yang melanda. Sebuah keadaan untuk mencapai kebahagiaan nyata jika kita meyakikan diri bisa keluar dari tempat itu, atau justru sebuah tempat dimana kematian benar-benar akan terjadi jika kita ragu pada diri sendir. Itu yang aku pikirkan tentang sudut mati.

  16. Nama: Bintang Maharani
    Email: btgmhrn@gmail.com
    Domisili: Palembang

    Link tweet:

    Jawaban:
    Keadaan ketika sedang di posisi genting, tersudut atau terkepung hingga nggak bisa berkutik lagi seperti sedang berdiri di tepi jurang. Itu yang terlintas di otakku.

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s