#418 Remember Amsterdan [Blogtour + Giveaway]

remember amsterdam.indd

Judul Buku : Remember Amsterdam

Penulis : Vira Safitri

Halaman : 368

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Amy Maycott sudah tiba di bandara Heathrow. Dia sekali lagi menguatkan niatnya untuk berangkat ke Amsterdam. Jalan ini harus ditempuhnya untuk masa depannya. Ketakutan untuk naik pesawat terbang diabaikannya demi kebahagiannya. 

Di bandara yang sama, dia bertemu dengan Liam Spark, seorang penyanyi Amerika yang terkenal. Liam juga hendak terbang ke Belanda untuk menyaksikan konser Yann Tiersen, salah satu musisi panutannya. Ada rumor yang mengatakan bahwa Liam hendak menemui Irina, mantan kekasihnya. Tentu saja itu tidak benar. Sejak Irina memutuskan memilih Taylor, sahabatnya, Liam sudah tidak ingin lagi bertemu dengan gadis itu. Pertemuan antara Liam dan Amy sebenarnya cukup unik. Liam menolong Amy yang terjebak di dalam toilet. Pertemuan mereka berlanjut di atas pesawat karena ternyata mereka duduk di deretan bangku yang sama. Sekali lagi Liam menolong Amy yang sempat pingsan karena ketakutannya.

Percakapan antara Liam dan Amy di pesawat meninggalkan kesan bagi Liam. Liam pun berencana memanfaatkan Amy sebagai tameng dirinya menghadapi media massa. Jika ada seorang gadis yang terlihat bersama dirinya, tentu rumor bahwa dia akan bertemu dengan Irina bisa ditepis. Amy sendiri entah mengapa tidak bisa menghindari Liam. Sebelum mengantarkan Liam ke hotel, mereka berdua sempat menghabiskan waktu bersama mengunjungi beberapa tempat di sudut kota Amsterdam.

Cerita pertemuan antara dua orang asing di sebuah kota asing di dalam novel ini sekilas mengingatkan saya akan kisah Allyson dan Willem di Just One Day-nya Gayle Forman. Namun tentu saja kisah mereka berbeda. Amy punya urusan sendiri untuk datang ke Amsterdam. Dia ingin mengabarkan pada ibunya tentang keputusannya untuk tidak menikahi tunangannya yang posesif dan abusif, Amy sebenarnya ingin bertemu kembali dengan ibunya. Sayangnya, pertemuannya dengan ibunya tidak berlangsung mulus. Ada masalah yang sudah sejak lama hadir di antara mereka, yang tanpa mereka sadari membuat jarak diantara mereka semakin lebar.

Satu poin menarik di dalam novel ini adalah perjalanan Amy dan Liam bersama mengunjungi tempat-tempat tertentu di Amsterdam, membuat pembaca juga ikut berjalan-jalan bersama mereka. Saya pribadi yang sudah lama kepengin ke Belanda jadi semakin penasaran dengan keindahan kota itu. Bukan hanya itu, pembaca juga diajak untuk menyelami saat-saat Amy melakukan keahliannya sebagai pelukis kontemporer, atau saat Liam berusaha membuat sebuah lagu baru. Dan…oh..saya baru tahu ada alat musik berbentuk gitar yang bernama resonator.

Selain kisah Amy dan Liam, kisah Angelien Lanning dan Arthur Maycott juga menarik perhatian saya. Ya…mereka adalah orang tua Amy, yang memutuskan untuk berpisah ketika Amy masih kecil. Perpisahan yang terjadi karena Angelien dipenuhi oleh rasa takut yang besar, sementara Arthur memiliki cinta yang amat besar. Lha…kok berpisah? Silahkan membacanya sendiri ya… yang pasti Arthur Maycott adalah tokoh favorit saya di dalam novel ini.

Kalau ada kelemahan dalam novel ini adalah alurnya yang lambat. Tapi mendekati bagian akhir, pace-nya bertambah dan penuh kejutan. Untuk kamu yang menyukai interaksi antara dua orang asing yang perlahan-lahan menemukan ada cinta yang berpindah hati, saya merekomendasikan novel ini untuk menemani harimu.

3 stars

pPQpzlyW

Giveaway time!!!

Blog ini merupakan persinggahan kedua dari rangkaian blog tour Remember Amsterdam. Di dalam blog tour ini, ada satu paket eksklusif dari mbak Vira Safitri dan Gramedia untuk satu orang yang beruntung. Apa isi paketnya? Paketnya berisi 1 eksemplar novel Remember Amsterdam, 1 buah agenda dengan cover Remember Amsterdam, 1 buah lampu LED USB, dan bookmark lucu.

Bagaimana cara mendapatkannya?

  1. Kamu harus berdomisili di Indonesia untuk bisa mendapatkan paket eksklusif ini.
  2. Follow akun twitter @virasafitri dan @destinugrainy, dan share tentang giveaway ini di akun twitter kamu, dengan me-mention @virasafitri,@gramedia dan @destinugrainy serta menyertakan hashtag #RememberAmsterdam.
  3. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar di bawah postingan ini : “Seandainya kamu seorang musisi, alat musik apa yang akan kamu pilih sebagai instrumenmu? Mengapa kamu memilih alat musik itu?”
  4. Jangan lupa menyertakan nama, email, dan link share-mu ya…

UPDATE!!

Selamat kepada Dera Devalina (@deradevalina)

 Saya akan menghubungi pemenangnya via email atau DM twitter untuk konfirmasi. Untuk yang belum beruntung, jangan lupa untuk mengunjungi blog berikut ini ya…

@KendengPanali  @RizkyMirgawati @PrincessAshR

41 thoughts on “#418 Remember Amsterdan [Blogtour + Giveaway]

  1. Nama: Kiki Suarni
    Email: kikisuarni616@yahoo.com
    Link: https://mobile.twitter.com/Kimol12/status/707751204869111808

    Piano. Aku selalu kagum melihat dan mendengarkan sesorang memainkan piano. Pengen banget rasanya main piano tapi apa daya diri ini tidak bisa. Memang semua alat musik menghasilkan suara indahnya sendiri. Tapi buatku piano lah yang paling berkesan. Adem gitu rasanya dengerin alunan piano. Pernah waktu itu nonton orkestra di tv yang lagi mainin lagunya Mozart. Denger itu rasanya hanyut gitu perasaan ini. Ngalir aja dan jadi tenang. Pernah juga sempet nangis waktu denger dentingan piano yang menyayat hati. Aku gak tau lagu itu menceritakan tentang apa tapi itulah kekuatan musik. Musik punya bahasanya sendiri untuk menyentuh hatikan? Klise memang, piano, tapi alunan piano lah yang paling nancep di hati terutama saat lagunya lagu klasik.

    Makanya suatu saat nanti pengen banget punya cowok atau anak yang pandai main piano. Well, biar bisa denger dan liat langsung. Apa lagi kalo lagu yang di mainkan khusus diciptain buat aku. Wow…feel so romantic and special of course.

    Terima kasih.

  2. Nama : Arum Wahyuningtyas
    Twitter : @nin9ty4z
    Domisili : Pati, Jawa Tengah
    Link share : https://twitter.com/nin9ty4z/status/707757746578272256

    “Seandainya kamu seorang musisi, alat musik apa yang akan kamu pilih sebagai instrumenmu? Mengapa kamu memilih alat musik itu?”

    Jika saya seorang musisi, saya akan memilih instrumen petik seperti gitar dan bass, drum sebagai instrumen pukul, dan harmonika sebagai instrumen tiup. Karena permainan alat-alat musik tersebut akan menghasilkan perpaduan melodi dan harmoni yang sangat indah. Selain itu, saya akan memakai string section dalam musik aransemen saya. Agar musik yang saya buat menjadi beragam, dan punya ciri khas, memiliki warna yang berbeda dari musisi-musisi lain. Saya akan melakukannya dengan cara menambah instrumen seperti keyboard, saxophone, atau mengajak kelompok orkestra dalam proses pembuatan lagu.

    Seperti band yang saya suka, bernama L’arc~en~Ciel, mereka menyuguhkan beragam warna di setiap lagu-lagu yang mereka ciptakan. Sehingga menginspirasi saya untuk bermimpi untuk menjadi musisi. *Hanya bermimpi*

    Cukup sekian dan terima kasih.

  3. nama : Wening Purbawati
    email : dabelyu_phi@yahoo.com
    share : https://mobile.twitter.com/DabelyuPhi/status/707778813984256002?p=v

    biola. karena secara umum biola dipandang sebagai alat musik yang “memimpin” dalam dunia alat musik senar. Memiliki rentang nada yang sangat baik, mudah digenggam, dan memiliki kemegahan ekspresi dengan cara yang sangat berbeda dengan alat musik lainnya.
    biola juga merupakan salah satu alat musik yang ringkas dan mudah dibawa kemana pun. jadi bisa memudahkanku saat ingin memainkannya dimana saja. selain itu musik yang dihasilkan biola menurutku terdengar seksi (dan terkadang juga terdengar sedih, sangat cocok dengan kepribadianku yang terkadang sulit mengungkapkan apa yang aku rasakan)

  4. Nama: Lala
    Email: fabizdihar@gmail.com
    Link Share: https://mobile.twitter.com/fazidaa_/status/707785779049660418
    Jawaban:

    Drum. Selain karena drummer cewek itu menurutku keren banget, sebenarnya drum itu punya andil besar dalam permainan sebuah musik. Mungkin beberapa orang hanya melihat drummer seperti memukul asal-asalan saja. Tapi coba tengok film Whiplash. Di situ Andrew benar-benar dilatih untuk berusaha menjaga tempo ketukannya agar tetap seirama selama permainan, tidak memelan, atau pun makin cepat. Menjadi seorang drummer itu butuh fokus tingkat tinggi, karena harus menyesuaikan bunyi satu dengan yang lain, harus mempertahankan kekuatan pukulannya sekencang apa. Salah satu peran drummer yang paling penting adalah sebagai penjaga tempo musik, karena drum yang mengatur. Kalau temponya kecepatan atau kelambatan, bisa hancur seluruh musiknya. Karena suara drum itu benar-benar terdengar, jadi sulit ditutupi oleh musik dari instrumen lain jika terjadi kesalahan. Satu kesalahan saja, akan membuat musik jadi terdengar kurang enak di telinga. Mungkin karena itu juga, biasanya sebelum musik dimulai, drummer memainkan perannya pertama kali. Jadi, meski posisi drummer di sebuah band selalu di belakang, sebenarnya perannya bisa jadi yang terdepan, lho.

  5. Nama : Rizkiana Hidayati
    Email : rhimawari88@gmail.com
    Link share : https://mobile.twitter.com/rzknhdyt/status/707787752947855361?p=v

    “Seandainya kamu
    seorang musisi, alat
    musik apa yang akan
    kamu pilih sebagai
    instrumenmu? Mengapa
    kamu memilih alat musik
    itu?”

    Jika aku seorang musisi aku akan memilih alat musik Flute, karena unik Flute sangat berbeda dengan alat musik lain sebagai contoh piano ketika ditekan akan berbunya sama dengan biola ketika digesek akan berbunyi tetapi tidak dengan Flute. Memainkan Flute harus mempunyai keahlian yang khusus. Aku sering melihat Bapak memainkan Flute dan itu terlihat mudah tapi ketika aku mencobanya hasilnya nihil. Tapi aku tertantang untuk terus belajar memainkannya.

  6. nama: Aulia
    email: auliyati.online@gmail.com
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/707809018258059264

    “Seandainya kamu seorang musisi, alat musik apa yang akan kamu pilih sebagai instrumenmu? Mengapa kamu memilih alat musik itu?”

    Seandainya menjadi seorang musisi aku memilih gitar, piano dan biola sebagai instrumen karena ketiga alat musik itu aku rasa merupakan alat musik dasar dalam bermain musik. Selain bisa berkolaborasi dengan alat musik lain, ketiganya bisa digunakan untuk permainan musik solo.

  7. Nama: Putri Prama Ananta
    email: anantaprama@yahoo.co.id
    Link share: https://mobile.twitter.com/PutriPramaa/status/707794944547823616

    “Seandainya kamu seorang musisi, alat musik apa yang akan kamu pilih sebagai instrumenmu? Mengapa kamu memilih alat musik itu?”

    Oboe.
    Saya mulai jatuh cinta dengan oboe setelah menonton BBC Proms (tentunya di Youtube) yang saat itu menampilkan Valentina Lisitsa bersama BBC Orchestra. Mereka menampilkan R. Addinsell ‘Warsaw Concerto’. (Coba deh cari di Youtube :D) Saya sering sekali mendengarkannya, hingga akhirnya saya sadar kalau saya makin sering memutar bagian tengah dari Warsaw Concerto tersebut, bagian setelah Valentina Lisitsa ‘si pianis’ memainkan bagiannya sendirian yaitu permainan oboe setelah sebelumnya concerto hening sejenak. Saya mengulangnya terus menerus meskipun bagian oboe solo hanya sebentar. Suaranya unik, terkesan menyenangkan dan humoris. Menurutku suara dari oboe ini seperti bebek yang sedang bercicit. Agak aneh, tetapi membuat bahagia.
    Saya ingin menjadi musisi yang bergabung dengan orkestra. Paling ingin bergabung dengan BBC Orchestra yang dipimpin oleh Keith Lockhart. Dialah conductor pertama yang membuatku jatuh cinta dengan orkestra.
    Pada orkestra, Oboe berperan sebagai pemandu bagi instrumen lainnya. Oleh karena itu, saya memilih oboe sebagai alat musik yang saya mainkan. Meskipun oboe tergolong alat musik yang menuntut nyawa (baca: udara), oboe ini benar-benar menarik. Seorang oboist profesional akan membuat reeds-nya (buluh di ujung oboe) sendiri. Karena oboe adalah instrumen yang menyesuaikan dengan pemainnya, bukan meminta agar pemainnya menyesuaikan diri dengan oboe. Dengan membuat reedsnya sendiri oboist dapat menyesuaikan dengan warna musiknya, tapi ini berlaku bagi yang udah ahli banget.
    Duh, jadi cerita banyak tentang alat musik lucu ini, deh. Jikalau saya nggak bisa mainin oboe, setidaknya nanti saya bisa menonton oboe concerto lah. Aamiin.

  8. Nama: Anasthasia
    Email: anasthasia_pakpahan@yahoo.co.id
    Link: https://twitter.com/anasthasiarp/status/707792387125473281
    “Seandainya kamu seorang musisi, alat musik apa yang akan kamu pilih sebagai instrumenmu? Mengapa kamu memilih alat musik itu?”
    Angklung. ini salah satu alat musik yang aku sering mainkan (dulu, pas SD). Angklung disusun dari tabung bambu yang bila digoyangkan menghasilkan bunyi, dan menurutku itu unik.
    Belum ada alat musik melodi yang penggunaanya digoyang (sepanjang memori mengingat)
    Dasarnya karena angklung yang biasanya dimainkan secara bersama sama untuk menciptakan harmoni yang pas.
    Permainan angklung membutuhkan kekompakan antar pemain, tidak boleh egois. Ibarat bagian tubuh, tidak bisa bergerak sendiri sendiri.
    Dapat menciptakan lagu dengan Angklung sebagai alat musik, merupakan kebanggan sendiri, selain menghasilkan karya, angklung juga warisan budaya negri ini

  9. nama: Visca
    e-mail: apriliyantivisca@yahoo.com
    link share: https://twitter.com/Visca_Apr/status/707838755793543168
    “Seandainya kamu seorang musisi, alat musik apa yang akan kamu pilih sebagai instrumenmu? Mengapa kamu memilih alat musik itu?”
    kalo disuruh memilih alat instrumen untuk musikku, aku akan memilih Saxophone, biasanya alat musik ini sering digunakan dalam acara besar dan sering dipakai untuk mengiringi musik jazz dan swing. tiap kali mendengar bunyi instrumen yang dihasilkan melalui saxophone aku selalu merasa tenang dan nyaman, nada-nada yang dikeluarkan pun sangat lembut.
    tiap penyanyi/ musisi harus bisa menyatu dengan musik yang mereka buat. jadi dengan diiringi oleh alat musik saxephone aku *Sebagai musisi* akan merasa sangat menyatu dengan musik yang aku buat

  10. nama: Athaya
    email: athaya.irfan97@gmail.com
    link share: https://twitter.com/JeruknipisAnget/status/707880964622458881

    Aku memilih alat musik Siku.

    Pertama, aku suka sama Siku karena hasil suara yang dikeluarkannya merdu dan lembut. Untuk masuk di intro pas dan nggak mengacaukan lagu atau instrument lainya seperti piano atau gitar. Semakin besar ukuran Siku nada yang dikeluarkannya makin powerfull. Karena ukurannya beragam alat musik ini bisa dimainin sama beberapa orang. Cocok kalau mau bikin vocal group terus pakai alat musik ini untuk pengiringnya.
    Karena Siku mudah di bawa-bawa saat traveling ke luar kota, alat musik ini bisa di pakai kalau lagi ngumpul sama teman sembari membuat lagu sendiri juga bisa. Kalau mainin Siku bareng teman kan rasanya bakal seru dan menambah keakraban.

    Tapi karena ini instrumen pengiring mesti ada teman pelengkapnya juga dong. Aku bakal menambahkan gitar akustik dan perkusi untuk teman mainnya. Gitar untuk penyelaras nada dan iramanya. Dan perkusi untuk pengatur tempo dan ketukannya.

    Oya, Aku pernah punya impian bikin grup vokal sendiri saat SMA, tapi sebelum itu terwujud aku sudah tidak bersama teman-teman SMA ku dulu yang biasa diajak bermain musik bareng. Mungkin di lain hari saat aku asyik traveling aku akan menemukan reka seperjalanan untuk bermain musik bareng.:)

  11. Nama: Alya Nfz
    E-mail: Nurfakhiraalya@gmail.com
    Link Share: https://twitter.com/Alyanfz/status/707573901803393024

    Seandainya kamu seorang musisi, alat musik apa yang akan kamu pilih sebagai instrumenmu? Mengapa kamu memilih alat musik itu?”

    Seandainya saya menjadi seorang musisi, saya akan memilih gitar sebagai instrumen saya. Mengapa? Karena belajar gitar cukup mudah, bisa dilakukan secara autodidak atau melihat youtube. Selain itu, gitar juga mudah di bawa ke mana-mana.

    Saya juga suka kagum sama orang-orang yang bisa main gitar apalagi perempuan. Karena menurut saya, perempuan yang jago main gitar itu lebih memesona. Makanya itu, saya kepengen banget bisa main gitar:3

    Gitar juga bisa digunakan untuk segala genre musik. Dan salah satu genre musik kesukaan saya, indie, sangat berkaitan erat dengan gitar:))

  12. Nama: Arie E. Pradianita
    e-Mail: ariepradianita@gmail.com
    Link Share: https://twitter.com/APradianita/status/707899077053157376

    “Seandainya kamu seorang musisi, alat musik apa yang akan kamu pilih sebagai instrumenmu? Mengapa kamu memilih alat musik itu?”

    HARP, KARENA:

    Ada yang kenal alat-musik satu ini ? Pastinya tau dong. Harp tergolong menjadi salah satu Instrument yang dimainkan dengan cara dipetik tentunya. Nah bicara mengenai variasi dari bentuk, lalu ukuran sama beratnya. Tetap saja, semua Harp pasti dan harus memiliki tiga bagian utamanya [Papan suara, Leher dan Senar].

    Umumnya, Harp memiliki bentuk Triangular atau Segitiga. Tapi tentunya bukan seperti bentuk segitiga di pelajaran matematika loh yah. Lol, alat musik satu ini memiliki ukuran dari dua kaki atau 60 cm hingga enam kaki atau 180 cm dari lantai dan juga punya 22 senar sampai 47 senar. Banyak juga kan ? Ia dong. Nah biasanya kalau kalian membeli harpa yang mini bisa dipangku sambil dimainin and yang ukuran besar diletakkan diatas lantai.

    Well, aku memang belum terlalu master mengenai Instrument satu ini. Tapi udah punya sedikit pengalaman dalam memainkan harp, walau masih dalam tingkat Amatir. Tanteku adalah seorang pemain harp. Aku belajar Harp gak langsung dari tante-ku ini, tapi dari muridnya dia. Karena masalah jarak rumahku and rumah dia yang cukup jauh. Jadi terlalu banyak menguras waktu cuman untuk bolak-balik.

    Kononnya Harp ini adalah alat musik lama yang sudah dimainkan sejak zaman Mesir Kuno. Oleh para dewi atau putri tentunya. Dentingan senarnya melantukan melodi yang indah. Bagi yang udah mahir dalam bermain Piano pasti gak akan kesulitan kalau mau belajar Harp. Mungkin hanya untuk membiasakan cara gerak jarinya ajah. Selain itu good.

  13. Nama: Cahya
    Email: cahyasptm@gmail.com
    Link share:

    Harp.
    It’s very ellegant, rare, classy, romantic, and we have to put a lot of effort to play this one more than any other stringed musical instruments. Full concentration because our 10 fingers had to move here and there all the time. Also need to suffer from ‘kapalan’ thing.😄
    Harp is one of the hardest instruments to play. And I think I can make any men fall in love with me just by playing harp beautifully.🙂
    So, I wanna be one of those rare harp master. They can’t pay me with low wages because they’re not gonna find a good harp player easily.😛

  14. Hai kak Desty, ikutan giveawaynya yaaa…

    Nama : Hikmawati Cahyaning Tyas
    Email : tyashc@gmail.com
    Link share : https://twitter.com/tyashc/status/708049378116632576

    “Seandainya kamu seorang musisi, alat musik apa yang akan kamu pilih sebagai instrumenmu? Mengapa kamu memilih alat musik itu?”

    Gitar. Alat musik yang sederhana dan banyak orang yang bisa memainkannya. Tapi bagiku, gitar pernah jadi impianku. Dulu pernah belajar gitar, tapi tidak aku selesaikan. Jadi cuma bisa satu lagu itu.

    Kalau aku seorang musisi, aku memilih gitar. Karena dengan hanya satu alat musik gitar, kuta bisa membuat lagu itu indah.

    Terima kasih kak🙂 Wish me luck…

  15. Nama : Ahmad Rosyid Mustaghfirin
    Email : mustaghfirin.arrosyid@gmail.com
    Twitter : @ahmadrosyidmus
    Link Share : https://twitter.com/ahmadrosyidmus/status/708073310957871104

    Jujur, ada tiga alat musik modern yang saya sukai, gitar; piano; dan biola. Ketiga alat musik ini bagi saya sangat bisa mewakili ekspresi manusia. Gitar, bisa dimainkan dengan petikan sendu ataupun gembira. Piano pun demikian. Dan biola, ini yang paling ekspresif dari ketiga alat musik tersebut. Biola jika dimainkan dengan nada sendu, sperti sebuah eligi yang menghanyutkan. dan ketika ia dimainkan dengan nada riang, akan membuat pendengar semakin merasakan kegembiraan. Saya sudah belajar gitar. Piano? karena tidak memiliki alat musik ini jadi saya hanya bisa mendownload aplikasi piano di laptop untuk latihan sendiri. Biola, sampai sekarang belum pernah megang biola. padahal ingin sekali bisa memainkan alat musik ini.
    Terlepas dari ketiga alat musik di atas, ada alat musik tradisional yang ingin saya bisa mainkan dan melestarikannya. Yaitu, seruling, angklung, dan gamelan. Saya sebagai orang jawa, ingin bisa bermain gamelan dan bisa melestarikannya. Seperti yang digunakan oleh grup musik Kiai Kanjeng, gamelan bisa dikomposisikan dengan musik-musik modern. Angklung, pertama saya kepincut dengan angklung adalah ketika sebuah acara musik di kampus, ada komunitas dari ciamis memainkan alat musik ini dengan komposisi yang indah sekali. Setiap komunitas ini main di kampus, saya pasti ada di sana untuk menyaksikan dan mendengarkan perform yang apik dari permainan angklung komunitas ini. Seruling, saya ingin bisa bermain seruling jawa dan sunda. Kedua seruling ini kalau dipadankan dengan alat musik modern di atas, saya padankan dengan biola. pasalanya, bagi saya seruling, seperti biola, mampu memberikan ekspresi diri yang tinggi.
    Jadi, jika ditanya tentang alat musik yang modern, saya ingin menguasai gitar; piano; dan biola. Dan jika ditanya tentang alat musik tradisional, saya ingin menguasai seruling; angklung; dan gamelan. Selain bisa memainkannya, saya juga ingin melestarikan ketiga alat musik tradisional ini.

  16. Nama: Fitriscia Jacilia
    Email: fitrisciajacilia@gmail.com
    Link share: https://twitter.com/jacilpo/status/708130135052931072

    Jka aku adalah musisi, alat musik yang aku ingini untuk menjadi instrumen aku adalah piano. Kenapa? Karena bagiku yang seorang wanita, wanita yg bisa main piano akan terlihat elegan. Maka itu jika aku adalah seorang musisi, aku ingin piano menjadi alat instrument ku yang bisa aku mainkan sendiri sambil menyanyi. Karena aku juga suka menyanyi, makanya aku pilih piano yang elegan jika dimainkan sambil menyanyi.

  17. Bintang Permata Alam / bintangpermata45@gmail.com / https://twitter.com/Bintang_Ach/status/707966200597385220

    Alat musik?
    Sebenarnya aku nggak mahir sama sekali dalam bermain alat musik. Tapi, jika disuruh memilih…. aku lebih suka angklung.
    Alat musik tradisional yang mendunia. Angklung sebenarnya adalah sebuah alat musik yang sangat sederhana, namun jika dimainkan ramai-ramai, akan terdengar sangat indah. Hal ini juga membuat aku untuk lebih mencintai apa yang menjadi milik negara kita.
    Dengan angklung, aku juga ingin membuktikan bahwa tidak hanya alat musik berkelas; piano, biola, dll yang bisa mendunia. Namun, juga alat musik tradisional. Karena, lewat alat musik tradisional, secara tidak langsung kita juga turut melestarikan kebudayaan Indonesia.
    Intinya, prioritaskan terlebih dahulu apa yang menadi milik negara kita. Kalau angklung saja bisa, kenapa harus biola?
    Terimakasih:D

  18. Nama : Dewa Ninggra
    Email : dewaninggra@gmail.com
    Link : twitter.com/Dewaninggra/status/708169596642045956?s=09

    Alat musik yang aku pilih itu gitar. Gatau kenapa deh. Mungkin jiwa muda aku yang lebih memilih gitar hahaha… gitar itu apa ya? Gitar lebih mencerminkan masa muda menurut aku. Gitar itu terkandung nada nada romantis di setiap melodinya. Makanya famous banget kan cogan cogan di novel yang bisa main gitar wkwkwk. Selain itu, rasain deh kalau lagi main gitar itu enjoy aja bawaannya. Makanya kalau lagi naik gunung atau lagi api unggun pasti ada aja yang main gitar. Pokoknya gitar itu spesial. Main gitar itu bukan cuma ngejrang ngejreng sembarangan asal tau kuncinya. Bukan kaya gitu. Gitar itu kaya lautan luas, semakin jauh kita menyelam ke dalam, semakin banyak hal yang harus kita pecahkan. So, wish me luck;)

  19. Nama: Dera Devalina
    Email: @deradevalina
    Link: https://twitter.com/deradevalina/status/708175231873994753

    “Seandainya kamu seorang musisi, alat musik apa yang akan kamu pilih sebagai instrumenmu? Mengapa kamu memilih alat musik itu?”

    Kalau piano sudah ada, biola juga sudah ada, gitar, drum juga, jadi Aku akan pilih alat musik petik Kecapi sunda😀 , sedikit mirip piano yang bernada DO,RE,MI alat musik kecapi bernada Da, Mi, Na, Ti, dan La (bahasa sunda yang berarti 1,2,3,4,dan 5), kalau piano sudah sangat populer dimainkan, tetapi kecapi khususnya sunda mungkin masih agak kurang peminatnya. aku pernah liat youtuber memainkan musik kecapi tapi lebih ke tradisional china (Guzheng), yang buat aku tertarik liat jari – jemari orang yang memainkannya menari – nari diantara senar –senar dan alunan musik yang mengalir tenang dan mempesona telinga apalagi kalau dipasangin sama Suling Sunda dari bambu jadi tambah merdu, kalau aku jadi musisi mungkin keren kali ya bikin musik modern diiringi kecapi tradisional biar lebih banyak peminatnya khususnya anak muda dan ngak kalah keren sama musisi luar negeri.

  20. Eris Andriani
    ayaseyis@gmail.com

    Aku pilih gitar, karena untuk mempelajari gitar tidak perlu sampai merogoh kantong terlalu dalam untuk kursus.
    Mudah dibawa kemana-mana, apalagi seorang musisi biasanya bisa dapat ide menulis lirik lagu dimana saja, sehingga gitar adalah teman setianya yg bisa dibawa untuk menciptakan melodi yg indah.

    Seorang musisi ketika bernyanyi sambil bermain gitar itu genius, kata seorang juri ajang pencarian bakat hehe. Seorang penyanyi cewek yg bisa bermain gitar itu menurut ku keren dan keliatan lebih berkharisma hehe🙂

  21. Nama : Tri
    E-mail : triwahyuni.irawan3@gmail.com
    Link Share : https://mobile.twitter.com/tewtri/status/707894571456311297

    Jika saya musisi, alat musik apa yang akan saya pilih?

    Saya rasa kendang. Kenapa? Mungkin alat musik ini terkesan lebih khusus untuk salah satu genre tertentu. Namun, bagi saya dia punya bunyi yang khas dan kesannya masuk ke golongan pendengar mana pun. Sudah begitu, jarang rasanya menemukan seorang pemain kendang wanita. Apa malah tidak ada, saya sendiri tidak terlalu yakin. Namun, apalagi yang lebih mengesankan daripada mengedepankan alat musik asli negeri sendiri? Bisa mengenalkannya secara luas, saya rasa sudah pencapaian tersendiri. Saya pilih kendang, karena saya tau dia patut untuk di lestarikan juga terus di junjung eksistensinya. Terima kasih untuk GA nya.

  22. Nama: Peri Hutan
    Email: zhuelihiez at yahoo dot co dot id
    Link share: https://twitter.com/peri_hutan/status/708243953179463681

    Cello!
    Dulu aku pingin banget bisa main alat musik ini, aku sama sekali nggak punya bakat bermusik, ngomong aja false, apalagi nyanyi, terlebih main alat musik, behhhh, gatot, hahaha. Aku suka karena ketika memainkan alat musik ini si pemainnya terlihat anggun sekali, nggak perlu pecicilan di panggung, hanya duduk dan memetik bisa mengeluarkan suara yang luar biasa.

    Semoga menang *sembur mantra*

  23. Nama: David Arifka
    Email: ariefkhadavid@gmail.com
    link: https://twitter.com/arifka_73/status/708249627422814208

    Saya pilih Harmonika. Meskipun kecil namun dapat membuat nada berirama kuat, melengking dan mendayu-dayu bak setangkai daun pisang yang melambai-lambai dengan suasana yang damai. Meskipun banyak yang bilang bahwa harmonika itu mudah, itu juga yang paling sulit untuk dikuasai. Jangan memandang sesuatu yang kecil itu mudah, jangan pernah pula menyepelekan hal-hal kecil terkadang hal kecil dapat berbuah besar. Seperti harmonika, alat musik yang sangat kecil namun di era sekarang harmonika mampu mengiringi segala genre musik… Terimakasih. ^_^

  24. Nama: Fetreiscia Frida
    Email: fetreisciafrida@gmail.com
    Link share: https://twitter.com/fetreisciafrida/status/708258506982313984

    Jika aku seorang musisi aku mau menjadikan piano sebagai instrumen yang mengiringiku.

    Jadi ceritanya dulu tuh jamannya SD sampai SMP kalau pelajaran musik disuruh main alat musik pianika. Suka banget, karena itu satu2 nya alat musik yang bisa aku mainin. Terus seiring berjalannya waktu aku liat teman2 ku yang pintar main musik tuh kalo lagu main piano keren banget! Ga perlu susah2 ditiup kaya pianika dia udah keluar bunyinya. Jadi aku makin naksir sama yang namanya piano. Terus kalau lagi baca novel yang karakternya itu pemain piano suka bayangin kalau mereka di dunia asli pasti keren banget ya! Jadi aku ingin menjadikan piano sebagai instrumen yang mengiringiku ketika sedang bernyanyi.

  25. Nama: Putri Carera
    Email: putri.carera16@gmail.com
    Link share: https://mobile.twitter.com/santicar_/status/708266496003211264?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C1387670422

    “Seandainya kamu seorang musisi, alat musik apa yang akan kamu pilih sebagai instrumenmu? Mengapa kamu memilih alat musik itu?”

    Konduktor termasuk musisi bkn ya? Soalnya konduktor itu kan bisa main banyak alat musik, terlebih lagi konduktor itu yang mimpin sebuah acara musik atau sebuah okestra.
    Bukannya konduktor itu hebat? Walaupun banyak alat musik yang berbeda-beda, tapi dengan dipandu sang konduktor musik dapat menyatu dan enak didengar telinga.
    Saya memang penyuka musik klasik, jadi kalo liat okestra itu senengnya bukan main.
    Jadi karena disini yang ditanya alat nya, alat apa yang akan saya pilih, maka saya memilih tongkat konduktor.
    Hidup musik klasik^^

    Makasih GAnya, wish me luck😀

  26. Nama : Pida Alandrian
    Email : shafrida.alandrian@gmail.com
    Twitter : @PidaAlandrian92
    Link Share : https://twitter.com/PidaAlandrian92/status/708303931890204672

    “Seandainya kamu seorang musisi, alat musik apa yang akan kamu pilih sebagai instrumenmu? Mengapa kamu memilih alat musik itu?”

    Saya akan memilih Biola.
    Karena biola menurut saya ketika sedang memainkan instrumentnya bisa mewakili perasaan saya. Irama yg dihasilkan didalam biola sangat halus, lembut, mengena di hati, dan sangat mewakili perasaan saya ketika sedang memainkannya. Sehingga membuat para pendengar bisa sangat menikmati instrument2 yg dihasilkan dari biola tersebut, baik yang bahagia, sedih maupun yang menyayat hati sekalipun, membuat pendengar merasakan perasaan yg di tampilkan melalui instrument biola tersebut.

    Sekian alasan saya kenapa saya lebih memilih instrument music Biola dari pada instrument2 lainnya.

    Salam kenal Pida Alandrian

  27. Nama: Ananda Nur Fitriani
    Email: anandanftrn@gmail.com
    Link share: https://twitter.com/anandanf07/status/708045312040902656

    Biola.
    Dari dulu aku sudah suka memainkan alat musik, karena ayahku seorang musisi di kantornya. Aku diajari berbagai alat musik olehnya, mulai dari seruling, harmonica, keyboard, gitar, drum, bass, hingga biola. Jujur, aku menyukai semuanya, alat musik perkusi, gesek, serta tiup. Namun, ada satu yang sangat kusuka, yaitu biola. Kenapa? Memegang biola dan meletakannya di bawah dagu, menggesek dengan bow atau memetik dengan jari. Rasa saat menyentuh dan memainkannya sangat berbeda dengan alat musik lain. Aku menikmati alunan musik yang terdengar saat kugesek senar-senarnya, dan aku pun menikmati gerakanku saat menggesek biola. Suara biola sangatlah indah, mampu mewakilkan perasaan, dari sedih hingga senang, dari patah hati hingga jatuh cinta lagi. Aku juga mencintai proses belajarnya yang harus penuh kesabaran dan penghayatan yang dalam. Maka dari itu, terdapat kebahagiaan tersendiri setiap aku memainkannya🙂

  28. Nama: Kitty
    Email: kitty.wibisono@gmail.com
    Link share: https://twitter.com/WoMomFey/status/708420070221844480

    “Seandainya kamu seorang musisi, alat musik apa yang akan kamu pilih sebagai instrumenmu? Mengapa kamu memilih alat musik itu?”

    Dari dulu aku penasaran banget sama Accordion (akordeon). Yup! Alat musik jadoel yang hampir punah ini sangat unik loh! Cara memainkannya adalah dengan cara memencet tuts-tuts yang terletak di bagian kanan & kiri badan alat musik ini (seperti tuts pada piaono/organ) serta ditarik-ulur.

    Kenapa aku memilih alat musik ini? Karena selain unik, alat musik ini juga bisa memainkan semua jenis musik. Saking uniknya, hanya segelintir orang yang dapat memainkan alat musik ini dengan baik dan aku ingin menjadi salah seorang diantaranya. Dengan cara ini, selain bermain musik maka aku juga turut andil dalam pelestarian alat musik yang langka ini.

    Selain itu, Accordion juga masih termasuk ke dalam alat musik yang portable (meskipun ukurannya cukup besar) dan aku paling suka dengan alat musik yang bisa dibawa kemana-mana supaya bisa kumainkan kapan pun dan dimana pun aku menginginkannya.

  29. Jika aku menjadi seorang musisi alat musik yang akan menjadi instrumenku adalah BASS.

    Kenapa aku memilih bass? Aku adalah seorang musisi yang pastinya aku tdk hanya ingin bisa memainkan sebuah alat musik saja tetapi ingin bersamaan menyanyikan sebuah lagu. Memang ada banyak alat musik yg bisa dibawakan sambil bernyanyi tapi … Oke akan aku jabarkan dibawah ini kelebihan bass:

    Seperti yg aku bilang diatas bahwa aku ingin bisa memainkan sebuah alat musik dgn diiringi suaraku yg dapat menyanyikannya. Menjadi seorang bassist enggak perlu takut salah kunci karena jika kamu salah kunci kemungkinan besar tdk akan berdampak terhadap permainan lagu tsb tdk seperti gitaris yg harus memainkan solo gitar, drummer yang harus memiliki power dan pianist yg harus memainkan melodi-melodi rumit sehingga seorang bassist hanya cukup memainkan kunci-kunci gitar biasa namun harus tetap dimainkan dgn tempo yg konstan/ sesuai musik yg sedang dimainkan. Bukan berarti menjadi seorang bassist salah kunci tdk apa-apa, ini hanya persoalan mengenai dampaknya yg tdk akan terlalu sampai ke penikmat musik tsb. Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan baik disengaja maupun tidak, karena aku adalah orang yg sangat menimalisir kesalahan maka dari itu bass akan menjadi alat musik yg sangat cocok dgn orang bertipe seperti diriku dan jika kau tahu alasan lain aku memilih bass adalah karena semakin rendah nada yg dipetik semakin membuat jantung bergetar meski volume yg ditangkap telinga kecil tp getarannya bisa sampai langsung tepat dihati mengenai sasaran, menggetarkan setiap nada-nada yg dipetik. Itulah caraku menggetarkan hati setiap penikmat musikku😉

    Agnes/ Bookieslicious@gmail.com/ https://mobile.twitter.com/its_nessie/status/708498418616770564

  30. Nama: Batari
    Email: muthia_batari@yahoo.com
    Link share: https://twitter.com/tiarizee/status/708508943253786624

    Jika aku menjadi seorang musisi, mungkin aku akan memilih Piano sebagai alat instrumennya. Aku mempunyai pianis favorit yang aku idolakan karya-karyanya sejak SMP. Sampai sekarang pun masih suka. Beberapa kali jika sedang malas untuk membaca buku, aku akan mendengarkan alunan instrumental piano sebagai penghantar tidur.
    Ah, kalau ditanya mengapa aku memilih piano sebagai alat instrumennya, piano sendiri punya sejuta alasan agar aku memilihnya.

    Saat mendengar alunan piano, disitulah aku merenung, tentang kehidupan. Hidup adalah irama. Jika hidup kita diibaratkan piano, tuts putih menggambarkan kebahagiaan sedangkan tuts hitam menggambarkan kesedihan. Di setiap tutsnya terdapat berbagai macam nada yang saling melengkapi. Untuk menghasilkan nadanya, Tuhan pasti akan menggiring kita untuk menekan tuts-tuts dalam kehidupan. Saat kita menekan tuts hitam, kesedihan, kemarahan, kekesalan, akan kita rasakan. Tapi ingat, tuts hitam juga akan membentuk musik indah untuk kita. Tidak ada tuts tertentu yang ditekan terlalu lama; malah akan merusak indahnya harmoni nada yang dihasilkan. Ketika Tuhan memainkannya, semua menjadi alunan simfoni yang indah. Semua bahagia dan duka merupakan bagian nada dan melodi yang diciptakan Tuhan agar hidup kita bisa sedikit lebih ‘berbumbu’. Karena hidup tidak selalu bahagia, namun juga tidak melulu sedih. Hidup akan terlalu monoton pastinya jika seperti itu. Tidak terbelenggu melulu dengan kebahagiaan dan tidak pula terbelenggu dengan kesedihan merupakan kadar ‘bumbu’ yang pas untuk dinikmati.
    Piano tidak hanya menawarkan keapikan musikalnya, namun banyak makna yang akhirnya membuat kita tersadar bahwa sejatinya kehidupan itu tidaklah sekedar hitam dan putih saja.
    Semua masalah, cobaan, dan rintangan yang diberikan Tuhan bukan untuk melemahkan, menjatuhkan, apalagi menyakiti kita yang kecil di mata-Nya. Justru itu semua dibuat agar kita bisa lebih tegar, lebih kuat, lebih pintar dalam mengambil keputusan, lebih dewasa, dan lebih taat kepada-Nya daripada sebelum-sebelumnya.
    Setidaknya dengan memahami hidup yang ibarat piano membuatku semakin mencintai alat instrumen ini dan dapat lebih menerima tiap keadaan yang ada di kehidupanku.
    Saat tuts-tuts tertentu kita tekan, begitulah cobaan maupun kebahagiaan di kehidupan datang. Silih berganti. Pilihan kita mau menekan tuts yang mana dan bagaimana kita memainkan nada dan iramanya.

  31. Jadi novel ini juga bisa dikatakan novel travelling atuh. Walaupun saya tebak perjalanan Amy dan Liam ke beberapa sudut Amsterdam tidak mendetail seperti cara penulis travelling menceritakan perjalanannya. Dan saya kok merasa novel ini harusnya bagus karena mempertemukan pelukis kontemporer dan pemain alat musik. saya juga membayangkan adegan Amy yang melukis di kanvas dengan ditemani Liam yang memainkan alat musik resonator (saya sampai googling mau tahu alatnya kayak apa), sehingga Amy melukis dengan emosi lagu yang dibawakan Liam. keren kan bayangan saya? hahaha. Cat yang digunakan Amy bisa sampai berceceran ke baju Liam saking menghayatinya Amy melukis dengan diiringi lagu. Ditambah ini pertama kalinya ia melukis diiringi musik.

    Waktunya ikutan GA-nya, kan penasaran ingin baca juga

    Nama: Hapudin
    Email: hapudincreative@gmail.com
    Link share: https://twitter.com/adindilla/status/708513689289134080

    Aku ingin menjadi musisi yang bisa main gitar. Soalnya saya sama sekali tidak bisa memainkan alat musik. Selain mengenai mewarnai momen dengan suara backsound, bermain gitar juga bisa menenangkan jiwa. Perihal dengan pasangan, mau lagu apa, saya jabanin pelajari demi kamu.

    Bayangkan coba, ketika sudah menikah nanti, pulang kerja masih pakai baju kerja, duduk-duduk di teras belakang rumah sambil memetik gitar. Lalu sang istri datang membawa teh manis hangat dan menghampiri dengan senyum surganya. “Mas, nyanyikan lagu pas kamu meminangku dong,” ucapnya. Masya Allah, nikmat mana yang akau kau dustakan dari romantisme sah bersama petikan gitar..?

    Malah mengkhayal… hehehe.Semoga saya beruntung..

  32. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : @n0v4ip
    Email : n0v4ip[at]gmail[dot]com
    Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/708515326397263872

    Jika saya seorang musisi, saya akan memilih Saxophone sebagai instrumen yang saya mainkan. Saya selalu suka dengan alunan nada yang keluar dari alat musik tiup ini. Mulai jatuh cinta dengan alat musik ini sejak saya mendengar Kenny G bermain dan dari situ saya berharap bisa memainkan alat musik yang keren ini. Setiap nada yang dihasilkan selalu bisa menentramkan hati. Ditambah lagi jika alat musik ini dikolaborasikan dengan alat musik yang lain. Semakin menciptakan harmoni yang pas ditelinga, yang membuat siapapun yang mendengarnya akan memejamkan mata karena terhanyut dengan alunan nadanya yang luar biasa…🙂

    Terima kasih kak Desty ^^

  33. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Email : humairabalfas5@gmail.com
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/708526406037180417?p=v

    Aku pilih piano.

    Musik baru dikatakan indah dan mengagumkan jika memiliki jiwa.

    Setiap musisi yang bermain musik dan menghasilkan ketertarikan para penikmat musik, berarti mereka bermain dari hati.
    Semua musisi itu mengagumkan, tak bisa dipandang sebelah mata dan diabaikan.
    Bagiku seorang pianis tidak hanya menggunakan jiwa dalam setiap permainannya. Banyak yang digunakan dalam melahirkan sebuah maha karya. Pemain piano menggunakan jiwa, jari-jari yang atraktif, dan juga kedua belah bagian otak yang juga turut serta. Dalam setiap nada yang dihasilkan dari tuts-tuts yang ditekan, ada kerja otak yang ikut berperan. Jari-jari tangan yang menekan tuts berbeda tak mungkin menggerakan kedua jari yang sama secara bersamaan (silahkandicoba). Butuh pikiran yang kuat dan harmonisasi yang akurat agar hasilnya menakjubkan. Nada yang selaras adalah hasil kerja harmonisasi jari-jari tangan, hati dan pikiran. Agar nadanya mampu membuat penonton memukau, pianis harus memiliki jari-jari yang bisa menari dengan lincah dan kuat, ketajaman pendengaran, kerja otak yang maksimal dan ketenangan hati juga kestabilan emosi. Para penonton akan terpukau dan mampu merasakan emosi yang hadir disetiap nada yang didengarnya. Menjadi seorang pianis adalah sebuah paket komplit. Dari nada yang dihasilkan, para pendengar mampu menilai dan berimajinasi lebih jauh. Ada ketenangan, emosi dan kenangan yang bisa membuat pendengar mampu berekspektasi lebih jauh.

  34. Nama: Nau
    Email:naulipakpahan@gmail.com
    Link share: https://twitter.com/nau_naunate/status/708570866179710976

    Aku akan memilih piano. Mungkin terlalu mainstream ya, hehehehe. Seperti ketika seseorang menyentuhkan jari-jarinya ke tuts, sehingga musik memenuhi ruangan. Balada lembut yang dimainkan seperti muncul sendiri dari dalam diri pemain. Melodinya melambung ke luar jendela, ke langit malam, menghibur burung, kelinci, dan kadang tetangga yang sedang berjalan santai di luar
    Jika sebagai seorang musisi, aku akan tenggelam di dalam lagu, tidak menyadari waktu berlalu.

    Dan bagiku piano bukanlah sekedar alat musik. Piano adalah terapiku. Bermain piano seperti menyelamatkanku dari tugas kehidupan sebagai manusia. Aku bermain dengan bahagia, melompat dari satu lagu ke lagu berikutnya. Aku bermain ketika aku sedang susah. Kadang-kadang jari jariku menjelajahi tuts sementara pikiranku melantur ke mana-mana, dan kadang-kadang aku terus menekan tuts piano sampai aku menyelesaikan masalah

  35. Nama : Ratih M
    Email : ratihmulyati02@gmail.com
    Link : https://mobile.twitter.com/Jju_naa/status/708629170553790464?p=v

    Aku akan memilih Gitar atau Biola sebagai
    instrumen yang akan aku mainkan.

    Sebenarnya aku ga bisa main alat musik, satupun ga ada yg bisa😀 .
    Tapi, aku sering ngayal betapa kerennya kalau aku bisa berdiri di atas panggung nyanyi sambil memainkan Gitar/Biola secara full, bukan hanya sebagai pengiring di penggalan lagu semata.

    Orang yang nyanyi sambil main gitar mau duduk ataupun berdiri itu keliataannya keren. Dan ga semua orang bisa nyanyi sambil main gitar secara full, karena fokus mereka pasti pecah. Gitar juga lebih ramah & merakyat, bisa dibawa kemana-mana(orang yg ngegendong/nenteng tas(?) gitar itu, karismanya beh!), kita bisa nguasain panggung dan bisa menemui/mendekati si penonton saat manggung (harapan pas nonton konser ya bisa deket/papasan sama idola).

    Biola.
    Aku terpesona dengan alunan nada yg di hasilkannya. Menurut aku pribadi, sejak nada pertama yg di mainkan, itu sudah menculik perhatian semua penonton. Juga bisa menggambarkan isi lagu & perasaan si musisi itu. Sama seperti gitar, mudah dibawa kemana-mana, pemain biola juga bisa menguasai panggung, kelihatan kalem dan menawan. Yang pasti, sejauh ini aku pribadi belum pernah liat musisi yg nyanyi sambil main biola sendiri secara full, palingan duet / kaya orkestra gitu. Biola juga bisa jadi bahan antraksi juga pas manggung (Korban SuShow😀 ).

    Untuk Biola, aku suka lihat penampilan Henry Suju-M. Dia bisa nyanyi, dance sambil main biola gitu. Kerenlah! terus sama Kakak perempuannya Kyuhyun Suju, Ahra. Dia itu mainnya kalem, tapi bikin hati terenyuh sepi *eah~…

  36. Nama: Ratna Nur Oktavina Sari
    Email: ratnanuros@gmail.com
    Link share: https://twitter.com/happyfamily27/status/708656055899652096

    “Seandainya kamu seorang musisi, alat musik apa yang akan kamu pilih sebagai instrumenmu? Mengapa kamu memilih alat musik itu?”

    Piano adalah alat musik yang paling dan sangat ingin saya mainkan. Seandainya saya menjadi musisi, saya akan memilihnya sebagai instrumen bermusik saya. Saya suka tuts-tuts hitam putih pada piano. Ketika piano dimainkan, siapapun yang memainkannya terlihat sangat elegan. Saya suka piano, saat dimainkan dengan jari yang terpisah akan mampu menghasilkan paduan nada (chords), namun saat tuts-tuts berdekatan ditekan bersamaan maka akan menghasilkan kejanggalan bunyi (dissonance).

    Meskipun belum terlalu mengerti tentang piano dan bahkan tidak pernah mempelajarinya secara khusus, namun seandainya bisa memainkan piano dengan baik pasti akan indah sekali. Betapa hebat ketika jemari tangan kanan dan kiri keduanya bisa menekan tuts-tuts hitam putih bersama-sama dan menghasilkan melodi yang indah. Bermain piano sama halnya belajar menyeimbangkan kemampuan tangan kanan dan kiri. Satu hal lagi yang paling penting, dengan instrumen piano ini saya tetap bisa menyanyikan sebuah lagu sambil tetap duduk manis bermain piano, tanpa mengalami kesulitan yang cukup berarti (beberapa alat musik lain ada yang harus dimainan dengan berdiri, ada yang butuh banyak sekali tenaga untuk memainkannya, ada pula yang harus ditiup/semacamnya sehingga tidak bisa melakukan dua hal sekaligus, yaitu bernyanyi dan bermain alat musik).

    Akan tetapi, pada dasarnya semua alat musik tercipta untuk saling melengkapi satu sama lain, serta untuk dihargai dengan cara dimainkan dengan indah. Tidak ada satu instrumen musik yang lebih unggul dari yang lain, karena mereka memiliki keunikannya masing-masing. Setiap instrumen punya warnanya sendiri. Butuh keahlian yang berbeda-beda pula untuk bisa “menghargainya”.

  37. Rini Cipta Rahayu
    rinspiration95@gmail.com

    Dari dulu pengin banget bisa main gitar. Pernah belajar sih, tapi masih perlu ditingkatkan lagi biar bisa mahir. Kenapa gitar? Alat musik ini paling umum digunakan dan mudah dipelajari. Ketika lihat orang main gitar kesannya tuh asyik aja, dalam suasana apapun bisa memainkannya sambil bernyanyi. Apalagi cewek yang mainin, beuhh.. cantiknya nambah! Hehe
    Aku suka dengerin musik akustik, damai, menentramkan jiwa. Bahkan hanya dengan satu alat musik aja udah bisa menciptakan melodi yang indah banget.
    Ada yang bilang, ketika bisa main gitar akan mudah bisa belajar alat musik lain dengan mengadaptasi chord-chord yang digunakan pada gitar.

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s