#420 Perfect Purple

28932360

Judul Buku : Perfect Purple

Penulis : Indah Hanaco

Halaman : 196

Penerbit : Pastel Book

Milly Kalindra adalah seorang pelajar SMA dari sebuah kota kecil di Sumatera Utara. Namun ada hal istimewa yang terjadi di sekolah Milly itu. Mereka kedatangan seorang aktivis lingkungan bernama Neal O’Mara. Pria bule itu sedang memperkenalkan organisasi yang bernama Sea Not For Sale (SNFS). 

SNFS adalah organisasi konservasi lautan non profit yang berbasis di Inggris, dengan anggota dari berbagai penjuru dunia. Kedua orang tua Neal adalah pendiri organisasi ini. Saat ini SNFS sedang fokus melindungi hewan laut yang terancam punah, salah satunya adalah paus. Kedatangan Neal ke Pematang Siantar berkat usaha Pak Bastian, guru sekolah Milly yang berhasil membujuk Neal berkampanye di depan murid-murid kelas XII. Beberapa siswa tertarik dengan SNFS, salah satunya adalah Milly. Dia ingin sekali bisa bergabung dengan SNFS untuk menjadi aktivis lingkungan. Tapi sebenarnya Milly punya misi lain. Milly sedang menghindar untuk meneruskan studinya di jurusan pilihan ibunya. Kesempatan yang ada di depan mata ini harus direbutnya.

Meski awalnya Neal tidak menyetujui permintaan Milly untuk bergabung dalam kampanye di lautan, akhirnya berbulan-bulan kemudian Milly sudah berada dalam sebuah kapal bernama Sinead Purple. Kapal yang dinahkodai oleh Neal itu akan berlayar ke Kutub Selatan untuk menghalangi kapal penangkap paus milik Jepang. Di atas kapal yang bewarna ungu seperti namanya itu, Milly memulai petualangannya. Milly sempat menyesal ketika dia mulai mabuk laut dan membayangkan akan mengalaminya selama 3 bulan ke depan. Apalagi pekerjaannya sebagai mess boy di atas kapal sungguh berat bagi Milly. Bersyukurlah Milly punya teman bernama Brooke di atas kapal itu.

Di dalam novel yang (sayangnya) tipis ini, Indah Hanaco mengajak kita mengenal lebih jauh para pejuang ekosistem khususnya yang menangani perburuan liar paus. Sebenarnya novel ini bukan novel pertama milik Indah Hanaco tentang organisasi konservasi paus yang saya baca. Di novel Tuhan Untuk Jemima, topik serupa juga diangkat, meski dengan nama organisasi yang berbeda. Namun latar belakang kedua novel ini sama. Belakangan saya baru tahu kalau naskah Perfect Purple ditulis lebih dahulu daripada Tuhan Untuk Jemima.

Kalau di Tuhan Untuk Jemima topik utamanya adalah pencarian jati diri seorang gadis, maka di dalam Perfect Purple, porsi SNFS sebagai organisasi konservasi lebih besar. Setidaknya itulah yang saya rasakan saat membaca buku ini. Mengenai Milly yang berasal dari kota kecil dan tiba-tiba seperti mendapat kesempatan istimewa untuk ikut dalam kampanye hanyalah premis pendukung saja bagi saya. Saya terkesima dengan kisah-kisah perburuan ikan paus di dalam novel ini. Bagaimana para aktivis lingkungan itu menjaga paus dengan nyawa mereka. Saya bahkan sempat mencari artikel-artikel tentang Paul Watson dan Sea Shpeherd Conservation Society (yang menjadi sumber inspirasi Indah Hanaco dalam menulis kisah ini), dan ikut merasakan kesedihan seperti yang dirasakan oleh kru SNFS.

Kalau kalian mengharapkan kisah romantis karena sampul buku yang berwarna ungu cantik, siap-siaplah kecewa. Saya hanya menemukan sedikit kisah romantis dalam buku ini. Itupun di bagian akhir yang membuat saya sedikit frustasi membayangkan kelanjutannya. Indah Hanaco sendiri menyebutkan di bagian kata pengantar kalau novel ini mengalami “pemangkasan” yang cukup banyak oleh penerbit. Namun, saya menemukan beberapa bagian yang semestinya bisa “digunakan” untuk membuat kisah Milly dan Neal sedikit lebih panjang. Misalnya bagian antar chapter yang hanya gambar ilustrasi, atau bagian yang menyebutkan kesukaan Milly pada warna ungu yang disebutkan lebih dari tiga kali itu.

Over all, saya memberikan bintang tiga pada novel ini. Jiwa biologist saya terpuaskan dengan novel populer semacam ini yang mengangkat isu lingkungan yang kurang diperhatikan oleh banyak orang.

3 stars

2 thoughts on “#420 Perfect Purple

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s