#437 Elegium

Untitled

Judul Buku : Elegium

Penulis : Rianto Astono

Halaman : 255

Penerbit : PT. Gaptex Indo Media

Elegium berisi tentang kisah “Aku”, seorang pria yang mendampingi ibunya yang sakit kanker rahim. Bermula dari pemeriksaan biasa di sebuah rumah sakit di Jakarta saat sang Ibu mengeluh sakit perut, ternyata ditemukan tumor di dalam rahimnya. Saat itu pula terungkap bahwa Ibu sudah mengetahui keberadaan tumor dalam perutnya itu sejak delapan tahun silam. Namun kesibukannya sebagai tulang punggung keluarga membuatnya mengabaikan kesehatannya. 

Setelah menjalani operasi pengangkatan tumor, dokter menyarankan untuk melakukan kemoterapi. Pasalnya Ibu sakit kanker stadium IIB. Namun Ibu yang merasa dirinya sudah sehat tidak melanjutkan kemoterapinya dan memilih pulang ke Palembang. Tidak perlu mengeluarkan banyak biaya padahal sudah tidak sakit, pikir Ibu. Hingga akhirnya Ibu kembali jatuh sakit. Kali ini dia divonis kanker usus.

“Aku” terpaksa meninggalkan kuliahnya di Jogja demi mendampingi perawatan ibunya. Hari-hari mendampingi orang terkasih yang menderita kesakitan bukanlah hal yang mudah. Apalagi dengan keterbatasan biaya yang mereka hadapi, mengharuskan mereka mengalami perawatan “seadanya” di rumah sakit. Belum lagi sang Ibu yang memilih mencari pengobatan alternatif yang lebih murah dan tidak perlu merasakan kesakitan.

Elegium dapat berarti “aku memilih”. “Aku” memang berkali-kali harus memilih, menurui keinginan Ibu atau meneruskan pengobatan di rumah sakit. Tapi “Aku” lebih memilih menyenangkan ibunya, karena dia merasa itulah bukti cintanya pada sang Ibu. Apalagi dia adalah anak pertama, lelaki satu-satunya. Sudah sepatutnya dia menunjukkan bakti pada Ibu.

Novel ini terdiri atas tiga bagian, dengan bab-bab yang diawalai oleh bab “alpha” dan diakhiri oleh bab “omega”. Pemilihan nama bab yang menarik, karena sepemahaman saya alpha-omega menunjukkan satu siklus atau periode tertentu. Saya menikmati bab pertama dimana dikisahkan perjuangan “Aku” dan Ibunya melawan kanker.  Saya bisa menyatu dengan tokoh “Aku” yang kadang tidak kuasa menolak keinginan Ibu untuk berobat alternatif. Hal ini lumrah dan sering dijumpai di masyakarat ekonomi menengah ke bawah, yang ingin mencari jalan kesembuhan lebih cepat dan mudah (meski kadang tidak masuk di akal). Ini fenomena yang terjadi di Indonesia, dan penulis menggambarkannya dengan baik.

Tapi begitu masuk ke bab kedua, saya mulai bosan. Di bab ini diceritakan idealisme “Aku” yang bagi saya terasa seperti melebar kemana-mana. Wajar sih, “Aku” adalah seorang mahasiswa yang pastinya masih memiliki idealisme tinggi. Saya dibuat penasaran dengan kelanjutan perjuangan si Ibu, tapi di bab ketiga saya menjumpai kabar kematian sang Ibu. Saya merasa ada bagian yang hilang, meski sebenarnya di bab pengantar sudah tersirat akan kematian sang Ibu.

Elegium adalah novel debut Rianto Astono, seorang penulis yang berkecimpung di dunia internet marketing. Novel ini memang belum ditemukan di toko-toko buku, dan rencananya akan rilis bulan Juni mendatang. Kalau kamu tertarik untuk membacanya bisa menghubungi penulisnya atau mendapatkan informasinya di elegium.com.

3 stars

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s