#438 Battle Hymn of The Tiger Mother

battle-hymn-

Judul Buku : Battle Hymn of The Tiger Mother (Cara Mendidik Anak Agar Sukses ala China)

Penulis : Amy Chua

Halaman : 248

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Amy Chua adalah seorang wanita yang keluarganya berasal dari dataran China Selatan. Ayah mati-matian berusaha untuk migrasi ke Amerika. Berbekal kemampuan akademisnya, ayahnya diterima di Massachussetd Institute of Technology dan menjadi profesor di Indiana. Amy  dan saudaranya dibesarkan di Amerika dengan gaya didikan ala China.  

Rapor kami harus sempurna; sementara teman-teman kami dapat hadiah karena mendapat B, angka A minus tidak ada dalam kamus kami. 

Amy dan saudara-saudaranya mendapat didikan yang keras dari ayahnya. Mereka harus sempurna. Hasil didikan itu menjadikan Amy menjadi lulusan Harvard Law School. Amy bertemu dengan Jed, seorang pria berkebangsaan Amerika dan menikah dengannya. Anak mereka bernama Sophia dan Lulu. Mereka sepakat untuk mendidik anak-anak mereka dengan gaya China seperti yang diterima oleh Amy.

Maka dimulailah didikan terhadap kedua anaknya. Belajar alat musik piano atau biola sejak umur 3 tahun. Nilai A minus adalah jelek. Tugas sekolah harus menempat urutan pertama. Dan masih banyak lagi hal-hal yang dilakukan Amy untuk memastikan kesuksesan kedua anaknya. Bagi Sophia hal itu berhasil. Tapi bagi Lulu hal itu menjadi bencana. Sophia bisa menerima dengan baik dan mematuhi semua permintaan ibunya. Berbeda dengan Lulu yang membantah dan membangkang. Tapi Amy seperti menutup mata, dia tetap menerapkan gaya China itu pada anak-anaknya.

Sepanjang membaca buku ini saya merasa Amy adalah ibu yang kejam. Bagian terkejam menurut saya ketika mereka sekeluarga merayakan hari ulang tahun Amy, dan kedua anaknya memberikan kartu ucapan sederhana. Amy menolak kartu itu dan mengatakan bahwa Sophia dan Lulu pasti bisa membuatnya lebih baik lagi, bukan hanya sekadar kartu dengan ucapan sederhana. Ada juga suatu masa dimana anak-anaknya berkata bahwa mereka tidak mau menjadi orang China dan mereka membenci ibunya. Duuh…saya jadi sedih sekali membacanya. Tapi Amy selalu berkeyakinan bahwa sebagai “Ibu China” dia harus berfokus pada pencapaian keberhasilan, meski dia menyadari dia akan dibenci oleh anak-anaknya. Begitulah keluarga China dibesarkan.

Sebagai orang tua, terkadang saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri, apakah pola asuhan dan didikan yang saya berikan pada anak saya sudah benar dan sesuai? Tentu saja saya menginginkan anak saya berhasil. Menurut buku ini, gaya Barat adalah memberikan kebebasan individu pada anak untuk memilih. Sementara orang tua China punya pemahaman kedisiplinan, berlatih, dan ketekunan adalah hal penting dalam mengasuh anak. Saya setuju pada poin yang dikemukakan Amy dalam bukunya ini. Meski demikian saya tidak setuju 100 % dengan pola didikan yang diterapkan bagi Amy untuk anak-anaknya. Saya tidak ingin ada kebencian seperti yang dirasakan Lulu pada ibunya.

Buku yang menurut Guardian merupakan buku kontroversial ini memang membuat saya tertarik sejak awal melihatnya. Tidak bisa dipungkiri di sekitar kita ada banyak sekali orang-orang dengan etnis China yang sukses di bidangnya. Saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh orang tua, dimana kita bisa belajar salah satu metode mengantarkan anak menuju kesuksesan.

3 stars

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s