#443 The Chronicles of Audy : O2

30255107

Judul Buku : The Chronicles of Audy: O2

Penulis : Orizuka

Halaman : 364

Penerbit : Haru

Salah satu buku yang sangat saya nantikan penerbitannya di tahun ini adalah buku terakhir dari serial The Chronicles of Audy ini. Tentunya bukan hanya saya yang penasaran dengan kelanjutan kisah 4R1A ini. Bagaimana nasib Rex dan Audy pasca Rex memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Amerika? Atau nasib Romeo yang tiba-tiba juga menyatakan keinginannya mau menjaga Audy untuk dirinya sendiri? Bagaimana pula Rafael menerima kehadiran kakak iparnya, Maura yang sudah menikah dengan Regan? 

Jadi, Rex masih dengan gaya sok cool dan misterius bersama rencananya ke MIT. Audy yang tadinya merasa tidak dilibatkan dalam rencana masa depan Rex, kembali dikejutkan dengan revisi rencana Rex. Rex mengatakan akan menyelesaikan S1-nya di MIT selama 2 tahun dan akan kembali ke Indonesia untuk menjemput Audy. Jangankan menikah, masa depannya sendiri saja masih menjadi hal yang sangat berat untuk dipikirkan oleh Audy. Belum lagi Romeo yang semakin gencar menggodanya dan mulai menyatakan perasaannya pada Audy. Duuh…sebagai #TimRomeo saya ikut berharap ada peningkatan dari hubungan Romeo dan Audy..hehe.

Regan dan Maura mendapatkan hadiah bulan madu ke Lombok. Audy dan Romeo kemudian memanfaatkan kesempatan ini untuk mengadakan bonding time untuk Rex dan Rafael. Romeo berpendapat bahwa Rex harus tahu kalau Rafael membutuhkan dia. Di buku sebelumnya, kita sudah tahu kalau Romeo memang tidak setuju dengan rencana Rex untuk bersekolah di luar negeri. Dia ingin menunjukkan pada Rex kalau semua anggota keluarganya membutuhkan dia. Tapi apakah rencana Rome berhasil?

Dari berbagai konflik yang dihadapi oleh Audy, setidaknya ada satu kabar yang membuat Audy senang. Proses penulisan skripsinya berjalan lancar dan dia akhirnya dinyatakan bisa ujian oleh dosen pembimbingnya. Tapi bukan Audy kalau semua hal tidak membuatnya galau. Menjelang kelulusannya, dia malah menjadi galau lagi karena bingung menentukan langkahnya setelah lulus kuliah.

Momen terbaik dalam novel ini adalah ketika Romeo dan Audy berbicara dari hati ke hati. Di bagian itu, terungkap alasan mengapa buku ke-4 ini mengambil judul O2.

“Kalo dipikir-pikir, kalian ini… mirip oksigen, ya,” kata Romeo lagi. “Selalu ada, tapi baru kerasa penting waktu nggak ada.”
Aku menatap Romeo yang sudah kembali menerawang.
“Tapi seperti oksigen, keluarga ada di mana-mana kan, Ro?” kataku, membuatnya kembali menatapku. “Seperti oksigen, keluarga ada di sekitarmu, di setiap tarikan napasmu, mengalir dalam darahmu. Walaupun kamu nggak selalu bisa lihat, tapi kamu tahu keluarga selalu ada bersama kamu. Ya, kan?”

The Chronicles of Audy mengajarkan kita pentingnya sebuah keluarga lewat mata Romeo dan Rafael, bahwa keluarga adalah segalanya, seperti oksigen yang kita butuhkan setiap saat. Serial ini juga mengajarkan tentang mengejar impian, bahwa tidak masalah kita melakukannya setapak demi setapak seperti Audy ataukah melaju pesat seperti Rex. Serial ini mengangkat masalah tanggung jawab dan pengorbanan lewat kisah Regan. Membaca buku penutup yang terasa manis dan memuaskan ini membuat saya merasa senang sekaligus sedih. Senang karena kronik hidup Audy akhirnya menemukan jalannya sendiri. Sedih karena harus berpisah dengan konyolnya Audy dan keseruan 4R. Tapi yang pasti Romeo akan tetap di hati😀

5 stars

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s