#451 Persona

Judul Buku : Persona

Penulis : Fakhrisina Amalia

Halaman : 248

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Azura adalah seorang anak tunggal, dan juga gadis pendiam. Hampir setiap hari dia mendengarkan pertengkaran kedua orang tuanya. Namun suara-suara pertengkaran itu akan hilang ketika Azura mulai mengiris pergelangan tangannya. Rasa sakit dari sayatan itu mengalihkannya dari dunia nyata. 

Suatu hari di sekolah, Azura bertemu dengan siswa baru bernama Altair. Kebetulan sekali, Altair duduk di bangku kosong yang ada di belakang Azura. Tidak butuh waktu lama untuk keduanya menjadi akrab dan menghabiskan waktu bersama. Bagi Azura, Altair semacam malaikat yang dikirim Tuhan untuk menentramkan hatinya. Azura bahkan mengacuhkan Nara, kakak kelas yang dulu sempat disukainya.

Sebelum saya membaca novel ini, tentunya saya sudah melihat beberapa review dari teman-teman di Goodreads yang umumnya menyukai kisah Persona ini. Saya jadi tertarik untuk membacanya. Thanks to SCOOP, buku versi digitalnya bisa didapatkan dengan mudah (tanpa ongkir pula).

Hingga setengah buku, novel ini hanya mengisahkan hubungan antara Azura dan Altair saja. Saya sudah bisa menebak sejak awal siapa Altair ini. Tapi ya penasaran juga sama ending-nya kayak gimana, dan apa yang menyebabkan Azura bisa “bertemu” dengan Altair. Apalagi kemudian Altair menghilang.

Berikutnya muncul tokoh baru, Yara, yang menjadi sahabatnya Azura di masa kuliah. Yara ternyata adalah adiknya Nara, yang sekarang ini sudah menjadi calon dokter. Bersama Nara dan Yara, Azura mulai melupakan kesedihan karena kehilangan Altair. Tapi kemudian suasana di rumah Azura mulai memanas lagi.Dan tiba-tiba saja Altair muncul lagi.

Meski ide ceritanya bukan hal yang baru di genre YA, setidaknya novel ini mencoba mengangkat satu sisi permasalahan yang mungkin akan dihadapi oleh remaja yang mengalami penolakan di lingkungan keluarganya. Satu hal unik juga dari novel ini adalah setting tempatnya di Palangka Raya. Penulis bahkan memasukkan fenomena kabut asap menjadi unsur yang memperkuat ceritanya. Ada satu quote menarik yang saya dapat dari novel ini

Ada hal-hal dalam hidup yang kadang tidak bisa kita bagi ke siapa pun, entah karena terlalu menyakitkan, atau karena terlalu membahagiakan sehingga kita ingin menympannya untuk diri kita sendiri. (Hal. 102)

Terima kasih untuk SCOOP dan Gramedia.com yang telah memberikan novel ini untuk saya. Kalau kamu tertarik untuk membacanya, kamu bisa mendapatkan versi digitalnya dengan meng-klik banner di bawah ini. Ada diskon 20% lho…dan harganya jadi lebih murah dari versi cetaknya. Kamu pun jadi bisa membacanya di mana saja. Asyik kan?

7

3 stars

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s