#462 Leaving Time

29803799

Judul Buku : Leaving Time (Jejak Waktu)

Penulis : Jodi Picoult

Halaman : 512

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Jenna Metcalf, gadis berusia 13 tahun, sudah lama ingin mencari ibunya. Dia selalu bertanya-tanya mengapa ibunya meninggalkannya dan menghilang entah kemana. Semuanya berawal pada peristiwa di malam itu, ketika Jenna masih berusia 3 tahun, seorang pegawai di Suaka Gajah milik ayahnya tewas terinjak gajah. Tidak jauh dari tempat itu, ibunya ditemukan dalam keadaan terluka. Setelah dibawa ke rumah sakit oleh pihak kepolisian, ibunya keluar dari rumah sakit dan pergi begitu saja.

Ayahnya sama sekali tidak bisa diharapkan untuk mencari ibunya. Ayahnya bahkan tidak melaporkan kehilangan seorang istri. Namun, mengingat ayahnya sekarang menjadi penghuni rumah sakit jiwa, Jenna harus bertindak sendiri. Dia memulai usahanya dengan meminta bantuan seorang cenayang bernama Serenity. Serenity, yang merasa kemampuan supranaturalnya sudah tidak bekerja lagi, awalnya menolak permintaan Jenna. Namun penglihatan lewat mimpi tentang seorang perempuan yang tinggal bersama dengan gajah membuatnya merasa dia harus membantu Jenna. Selain Serenity, Jenna juga meminta bantuan Virgil, detektif yang pernah mengusut kasus kematian pegawai di suaka ayahnya sepuluh tahun yang lalu. Mereka bertiga membuka kembali tabir misteri dari kasus yang sudah dinyatakan tertutup itu.

Ada dua tipikal novel dari Jodi Picoult. Yang pertama adalah multi-POV. Di dalam novel ini ada empat orang yang bergantian bercerita. Pertama, tentu saja Jenna yang mencari ibunya. Lewat Jenna pembaca dituntun menjalani serangkaian usaha yang dilakukan untuk menemukan ibunya. Jenna hanya mengandalkan ingatan masa kecilnya yang samar-samar dan juga jurnal-jurnal penelitian ibunya. Yang kedua, Alice. Dia adalah seorang peneliti neurobiologis dengan spesialisasi pasca trauma pada gajah. Alice menghabiskan banyak waktu di Afrika untuk meneliti tentang gajah. Di sanalah dia bertemu dengan Thomas Metcalf, sesama peneliti gajah asal Amerika. Ketiga, adalah Serenity, si cenayang; dan keempat adalah Virgil.

Tipikal kedua adalah hubungan antara ibu dan anak. Beberapa novel JP sebelumya yang sudah saya baca selalu mengambil latar belakang hubungan ibu dan anak. Namun ada yang sedikit berbeda di dalam novel ini. Jenna dan Alice (meskipun pernah bersama selama 3 tahun), mengisahkan hidup mereka masing-masing dengan cara berbeda. Jenna melalui ingatannya, Alice melalui penelitiannya tentang gajah. Mengapa gajah? Ini juga yang membuat saya bertanya-tanya.

Riset mendalam tentang gajah yang dilakukan oleh JP menjawab pertanyaan itu. Gajah adalah hewan mamalia yang diyakini memiliki ingatan yang kuat. Induk gajah mengandung bayinya selama 22 bulan, periode mengandung paling lama di antara mamalia. Ketika seekor induk gajah kehilangan anaknya, dia menutup diri, menguburkan anaknya dan akan meratapinya selama beberapa waktu. Ada periode tertentu yang akan dilewati oleh gajah ini setelah dia mengalami peristiwa traumatis itu. Ketika Alice menceritakan tentang gajah ini (well…hampir sebagian besar bagian Alice isinya tentang gajah) secara tidak langsung dia menggambarkan dirinya sendiri.

Sebenarnya, sebelum membaca Leaving Time ini,  saya sudah berkenalan dengan Alice terlebih dahulu lewat novella Larger Than Life, juga dengan Serenity lewat novella  Where There’s Smokeyang merupakan prekuel dari novel ini. Tetapi tanpa membaca kedua novella itu, Leaving Time tetap bisa dinikmati.

Selalu ada ilmu baru yang saya dapatkan lewat novel JP. Itulah yang menjadi alasan saya menjadikan JP sebagai penulis favorit. Kali ini tentunya tentang gajah. Sebagai seorang biologist, saya tentunya senang sekali bisa mendapat informasi baru tentang perilaku hewan. Dan JP selalu membuat kejutan di akhir novelnya. Meski sebenarnya di awal novel ini JP sudah memberikan hint lewat sebuah kalimat, “Selalu ada penjelasan untuk semua yang kau lihat“.

4 stars

One thought on “#462 Leaving Time

  1. Belum satu pun novel JP yang saya baca. Setelah baca review ini saya tambah penasaran. Semoga ada jodoh. Yang paling menarik, hubungan ibu-anak, yang biasanya akan membuat hati pembaca jadi menghangat.

Ikut Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s