[Opini Bareng] Get Connected

Banner_OpiniBareng2015-300x187

Ini postingan Opini Bareng perdana saya setelah absen tiga bulan. Jujur saja, saya selalu mengalami writer’s block setiap akan menulis opini tentang tema yang sudah ditetapkan per bulannya. Kali ini saya berniat untuk menuliskannya. Meskipun tema “Hubungan dengan pembaca” ini luas sekali, saya akan mencoba mengintrepetasikannya sesuai outline yang diberikan oleh BBI.  Continue reading

#371 In A Blue Moon

25053346

Judul Buku : In A Blue Moon

Penulis : Ilana Tan

Halaman : 320

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Penggemar lini Metropop dan kisah romansa di Indonesia pastinya tidak asing dengan nama Ilana Tan. Season Series adalah karya beliau yang mampu melejitkan namanya. Tidak heran jika hanya dalam waktu kurang dari sebulan, In A Blue Moon konon sudah masuk cetakan ke-3. Karya beliau memang selalu ditunggu. Saya beruntung bisa mendapatkannya dengan gratis lewat sebuah sayembara menulis review.

Kali ini Ilana Tan membawa pembacanya ke New York dan bertemu dengan Lucas Ford, pemilik sebuah restoran terkenal bernama Ramses. Pada bulan Desember yang dingin, Lucas dikejutkan oleh rencana gila kakeknya, Gordon Ford. Kakeknya ternyata telah menetapkan seorang gadis bernama Sophie Wilson untuk menjadi tunangannya. Jika saja Sophie Wilson bukan seseorang yang membencinya, tentu masalahnya tidak serumit ini. Di sisi lain, tentu saja Sophie tidak setuju ditunangkan dengan orang yang pernah membuat hidupnya susah di masa lalu.

Namun, Lucas akhirnya memutuskan untuk mendekati Sophie. Berbekal alasan untuk menghentikan ide-ide nekat kakeknya berikutnya, Lucas mengajak Sophie untuk mengikuti saja kemauan kakeknya itu. Padahal alasan Lucas sebenarnya adalah ingin menunjukkan pada Sophie bahwa dirinya sudah berubah. Dia bukanlah pemuda yang egois lagi. Dia ingin Sophie bisa melihat dirinya yang sekarang.

“Aku bersedia melakukan apa pun agar kau tetap berada di sisiku, bersamaku, selama kau juga menginginkan hal yang sama.”

Saya setuju dengan pendapat bahwa pria yang tidak romantis sekalipun bisa mengeluarkan kata-kata indah jika dia bertemu dengan wanita yang memikat hatinya. Lucas mungkin tidak menyadari itu pada awalnya. Namun seiring berjalannya waktu, Lucas mulai merasakan jantungnya berdebar-debar saat berada di dekat Sophie. Sementara Sophie yang tadinya sangat membenci Lucas mulai melihat bahwa pria itu bukanlah lagi Lucas yang dikenalnya dulu.

“Bahwa kau hanya gadis biasa yang berpotongan tubuh kecil dan cukup manis kalau tidak sedang memberengut. Kau tidak tinggi semampai dan tidak memiliki tampang eksotis. Benar-benar biasa. Kau mungkin tidak sempurna, tapi kau sempurna untukku.”

Benci menjadi cinta. Ide cerita klasik yang tidak pernah gagal bagi saya. Saya menyukai adanya perubahan karakter pada masing-masing tokoh utama di dalam novel ini hanya karena cinta yang mereka tidak sadari kedatangannya. Lucas yang tadinya digambarkan sebagai pria yang tidak gampang terpesona oleh kecantikan wanita, bisa luluh pada seorang gadis Asia berperawakan kecil. Sementara Sophie yang sudah pernah disakiti oleh Lucas, mencoba membangun ulang kepercayaannya sedikit demi sedikit. bagian dimana Lucas dan Sophie saling bertukar pesan singkat dan saat mereka saling menelpon adalah favorit saya. Satu hal lagi yang saya sukai dari novel ini, meski berlabel Metropop dan mengambil setting di luar negeri, penuturan cerita yang manis dan “sangat sopan” membuat saya terpukau dari halaman pertama.

Meski saya masih menjumpai satu-dua typo di dalam novel ini, saya sangat menikmati membaca novel ini.  Semuanya disajikan dalam porsi yang pas dan tepat. Bahkan sampulnya yang berwarna biru dengan gambar cover sebuah toko kue kecil yang hangat di tengah dinginnya salju langsung menjadi favorit saya. Pengen deh suatu saat bisa merasakan sendiri dinginnya salju. Nggak mesti ke New York seperti dalam novel ini. Pokoknya di luar Indonesia deh :D

Saat menutup buku ini dengan perasaan hangat di hati, saya jadi bertanya-tanya, apakah berikutnya akan ada sekuel lanjutan yang tokohnya berhubungan dengan novel ini? Mungkin penulisnya bisa mempertimbangkan Spencer Wilson, si dokter yang belum menemukan pasangan itu :)

5 stars

*postingan ini diikutkan dalam Lucky No.15 Reading Challenge kategori Dream Destination. 

Happy Birthday BBI

bbi

Happy Birthday BBI!!

Senangnya BBI bisa merayakan hari jadinya yang ke-4. Saya bergabung dengan BBI di tahun yang sama saat BBI didirikan sebagai sebuah komunitas. BBI bagi saya adalah keluarga, rumah yang nyaman, pintu bagi saya mendapatkan berbagai kesempatan. Jadi kalau ditanya, “perubahan apa yang terjadi pada dirimu setelah bergabung di BBI?”, saya akan bercerita tentang kesempatan (- kesempatan) itu.  Continue reading

#370 Little Women

23493733

Judul Buku : Little Women

Penulis : Louisa May Alcott

Halaman : 376

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Empat orang bersaudara (Meg, Jo, Beth dan Amy) hidup bersama ibu mereka Marmee March di Concord, Amerika Serikat. Ayah mereka sedang ditugaskan ke medan perang. Tanpa seorang ayah di sisi mereka, kehidupan keluarga March tergolong sederhana. Namun demikian, pembawaan keempat gadis ini tetap membuat hari-hari mereka berwarna.  Continue reading

#369 Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

24636477

Judul Buku : Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

Penulis : Eka Kurniawan

Halaman : 170

Penerbit : Bentang

Jika disuruh memilih antara membaca novel atau kumpulan cerpen, jelas saya akan memilih novel. Entah mengapa kumpulan cerpen bagi saya selalu terasa tanggung. Tetapi saat mengetahui ada kumpulan cerpen terbaru dari Eka Kurniawan, saya jadi penasaran. Selama ini saya hanya membaca novelnya saja. Sebagai salah satu penggemar tulisan Eka Kurniawan, kumpulan cerpen ini sayang untuk dilewatkan. Continue reading